Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Tim Satgas Terpadu Data Penderita Gizi Buruk di Asmat

Tim Satgas Terpadu Data Penderita Gizi Buruk di Asmat

Oleh: marsot
Rabu, 31 Jan 2018 05:17
BAGIKAN:
istimewa.
Warga Papua.
TIMIKA (EKSPOSnews): Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan untuk Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, masih terus melakukan pendataan dan penanganan penderita gizi buruk dan campak di wilayah Agats.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal yang dihubungi dari Timika,  mengatakan tim yang melibatkan Polri, TNI, Kementerian Kesehatan, Pemkab Asmat dan unsur terkait itu masih terus melakukan pelayanan kesehatan di Asmat hingga kondisi para pasien benar-benar pulih kembali.

"Sampai sekarang bantuan obat-obatan dan bahan makan masih terus berdatangan ke Asmat dari berbagai instansi dan swasta yang ada di Provinsi Papua maupun dari luar Papua," jelas Kombes Kamal, Selasa 30 Januari 2018.

Berdasarkan data yang diterima dari Tim Satgas Kemanusiaan Asmat, hingga Selasa ini jumlah pasien rawat inap di Asmat masih tersisa 26 orang, 19 orang di antaranya dirawat di RSUD Asmat dan tujuh pasien di rawat di Aula Gereja Protestan Indonesia (GPI) Asmat.

Lima pasien yang masih rawat inap di RSUD Asmat didiagnosa terserang campak, 10 orang mengalami gizi buruk dan diare, serta empat orang mengalami demam.

Adapun tujuh pasien yang dirawat di Aula GPI seluruhnya mengalami gizi buruk.

Sebelumnya, jumlah pasien yang dirawat di Aula GPI sebanyak 47 orang.

Sebanyak 40 orang di antaranya telah dipulangkan ke rumah mereka masing-masing pada Selasa pagi menggunakan perahu motor milik Pemkab Asmat dengan membawa serta bahan kebutuhan pokok.

Sementara itu Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan yang bertugas di Distrik Suru-suru juga terus memberikan pelayanan kepada warga, terutama anak-anak yang sakit. Di wilayah itu terdapat 42 anak dari empat kampung sudah mendapatkan vaksinasi campak oleh Tim Satgas Kemanusiaan.

Hal serupa dilakukan oleh Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan yang bertugas di Distrik Ayib.

Sebanyak delapan orang tim yang terdiri atas dua dokter umum, empat perawat dan petugas lainnya sejak Minggu (28/1) hingga Senin (29/1) memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat setempat bertempat di Puskesmas Comoro Distrik Ayib.

Total terdapat 13 balita yang mendapatkan pengobatan dan perawatan karena terindikasi terserang campak.

Dari jumlah itu, tujuh balita harus menjalani rawat inap dan enam lainnya hanya rawat jalan.

Tim yang sama juga melanjutkan pelayanan di Kampung Sato Yod, Distrik Ayip dengan memberikan vaksinasi campak kepada 31 balita serta membagi makanan atau asupan tambahan kepada ibu hamil dan para balita. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Mengembangkan Labu di Papua

    Berbagai pelatihan guna meningkatkan perekonomian masyarakat, terus diberikan oleh Satgas Pamtas Yomek 521/DY.Seperti halnya penyuluhan budidaya labu madu yang berlangsung di Pos Kuler, Distrik Nauken

  • satu bulan lalu

    Ribuan Warga Papua Meninggal Dunia karena HIV/AIDS

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyatakan, sebanyak 2.299 warga Papua di 28 kabupaten dan satu kota di provinsi itu meninggal karena terinfeksi penyakit HIV/AIDS Kepala

  • satu bulan lalu

    Tak Ada Penggunaan Bom Sewaktu Mengejar KKB di Papua

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membantah bila TNI menggunakan bom dalam melakukan pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga, Papua yang

  • satu bulan lalu

    Jangan Biarkan Papua Jadi Tempat Pembantaian

    JAKARTA (EKSPOSnews): Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka yang membangun proyek jembatan jal

  • 2 bulan lalu

    Penting Mana, Evaluasi Otsus atau HUT Papua Merdeka?

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Tokoh adat Sentani Yanto Khomlay Eluay berpendapat bahwa lebih penting rakyat Papua mendorong evaluasi implementasi Otonomi Khusus (Otsus) daripada menghabiskan energi mempering

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99