Senin, 20 Nov 2017

Tidak Ada Obat Herbak untuk Kanker

Oleh: alex
Jumat, 10 Nov 2017 06:48
BAGIKAN:
istimewa.
Sel cancer.
JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan hingga kini tidak ada obat herbal terdaftar di BPOM dapat mengobati kanker.

"Untuk edukasi masyarakat, obat herbal tradisional, jamu terstandar itu belum ada untuk kanker," ujar Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM Ondri Dwi Sampurno, di Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Ia mengatakan jamu atau obat herbal terstandar untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh pada penderita kanker, bukan untuk pengobatan kankernya.

Bukti ilmiah jamu hanya didasarkan empiris, ucap dia, jadi hanya untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh penderita kanker.

"Untuk penderita kanker yang sudah dinyatakan secara medis, jamu atau obat herbal untuk membantu memelihara kesehatan pada penderita kanker, sampai sekarang memang masih belum ada (untuk pengobatan)," kata Ondri.

Ondri menuturkan pembuktian obat herbal terstandar cukup rumit serta harus cukup data klinis.

Komite Manufacturing PP GP Farmasi Indonesia Barokah Sri Utami mengatakan obat herbal dengan takaran yang diatur tidak disarankan untuk diminum terus menerus, melainkan hanya sebagai komplementer.

Ia menekankan penderita kanker memiliki risiko jika meminum obat yang memiliki reaksi lambat.

"Ciri khas jamu dan obat herbal ini reaksinya tidak secepat obat kimia. Obat herbal ini digunakan sebagai preventif," ujar dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Sumbar Dukung Pemanfaatan Tananam Obat Herbal

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumbar mendukung pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan akupresur di daerah itu, agar masyarakat bisa mengatasi penyakit ringan secara mandiri tanpa haru

  • 3 bulan lalu

    Penderita Kanker Serviks di Indonesia Bertambah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Jumlah perempuan penderita kanker serviks di Indonesia sekitar 21 ribu kasus per tahun sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara dengan urutan kedua tertinggi di dunia, kata

  • 3 bulan lalu

    Edukasi Dini Kanker Serviks pada Remaja

    MATARAM (EKSPOSnews): Kepala Poliklinik Penyakit Kulit dan Kelamin RSUD Kota Mataram Wiwik Mulianingsih mengatakan, edukasi dini kepada para remaja tentang kanker serviks (leher rahim) dapat mencegah

  • 3 bulan lalu

    Rajin cuci tangan Cegah Kanker Serviks

    JAKARTA (EKSPOSnews): Rajin cuci tangan dapat mencegah kanker serviks karena human papilloma virus (HPV) penyebab kanker itu dapat berpindah melalui sentuhan, kata Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayas

  • 4 bulan lalu

    IBI Lampung Dorong Wanita Sadar Penyakit Kanker

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Lampung diminta untuk terus meningkatkan kesadaran para perempuan dalam program deteksi dini kanker serviks melalui IVA dan kanker pay

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99