Minggu, 28 Mei 2017

Sumut Diminta Tingkatkan Anggaran Kesehatan

Oleh: Marsot
Minggu, 02 Apr 2017 15:13
BAGIKAN:
istimewa
T. Ery Nuradi, Gubernur Sumut.
MEDAN (EKSPOSnews): DPRD meminta Pemprov Sumatera Utara untuk meningkatkan jumlah anggaran kesehatan dan mengakuratkan data kependudukan untuk memaksimalkan program peningkatan kualitas layanan kesehatan, terutama dalam melindungi masyarakat yang belum mengikuti program BPJS.

Anggota Komisi E DPRD Sumut M Nezar Djoeli mengatakan peningkatan anggaran tersebut sangat diperlukan untuk membantu warga dalam perlindungan kesehatan, program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Pihaknya merasa kagum dengan kebijakan Pemprov Bali yang mampu mengalokasikan anggaran cukup besar yakni hingga Rp350 miliar untuk memberikan perlindungan kesehatanbagi kepada masyarakat.

Dalam dialog dengan pejabat Dinas Kesehatan Bali yang dilakukan dalam kunker baru-baru ini, diketahui anggaran tersebut digunakan untuk membayar iuran warga yang belum terlindungi kesehatannya karena tidak mampu membayar program BPJS atau perlindungan lainnya.

Dengan pola tersebut, hampir tidak ditemukan masyarakat Bali yang kesulitan dengan layanan kesehatan karena mendapatkan perlindungan dari pemerintah daerahnya.

"Kami kagum karena seolah-olah tidak boleh ada orang yang sakit dan susah di Bali," katanya di Medan, Minggu 2 April 2017.

Sebenarnya, kata Nezar, Pemprov Sumut sudah mengalokasikan anggaran kesehatan itu meski tidak sebanyak yang disiapkan Dinas Kesehatan Bali.

Namun sayangnya, ketidakmampuan dalam menggunakannya dengan baik, menyebabkan alokasi anggaran tersebut sering sia-sia dan menjadi sisa lebih penggunaan anggaran(silpa).

Jika tidak mampu menyediakannya, Pemprov Sumut dapat berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menyiapkan anggarannya yang jumlahnya ditetapkan secara proposional dengan jumlah warga yang perlu dibantu.

Anggota Komisi E DPRD Sumut dari Partai Gerindra Ariwibowo mengatakan, faktor lain yang perlu ditiru Pemprov Sumut adalah kemampuan mengupdate data kependudukanyang dilakukan setiap bulan.

Untuk itu, Pemprov Sumut diminta meningkatkan koordinasi dengan pemkab/pemkot untuk mengupdate data kependudukan setiap bulannya sehingga diketahui jumlah warga kurang mampu yang perlu mendapatkan bantuan dan perlindungan kesehatan.

Data kependudukan yang selalu akurat juga akan memberikan manfaat bagi program Pemprov Sumut lainnya sehingga program yang dilaksanakan seluruh terarah dan tepat sasaran.

"Kami sangat berharap upaya peningkatan kualitas kesehatan ini benar-benar diperhatikan pemprovsu karena kesehatan salah satu kebutuhan utama manusia" kata Ariwibowo.

Ketua Komisi E DPRD Sumut Zahir MAP mengaku jika program kesehatan di Sumut masih kalah jauh jika dibandingkan dengan yang dijalankan Pemprov Bali.

Dalam kunker itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Ari menjelaskan, pihaknya menyiapkan anggaran kesehatan hingga Rp350 miliar untuk membantu layanan kesehatan masyarakat.

Anggaran itu disiapkan untuk mengikutsertakan masyarakat yang belum mendapatkan perlindungan kesehatan. "Kalau sudah punya jaminan lain seperti askes atau lainnya, tidak ditanggung lagi," katanya.

Jumlah anggaran perlindungan kesehatan itu dibagi dengan kabupaten/kota yang disesuaikan dengan jumlah penduduknya yang perlu mendapatkan bantuan perlindyngan kesehatan.

Dengan pola itu, kesehatan masyarakat Bali cukup terlindungi. Dan dengan pola itu, Dinas Kesehatan Bali mampu meningkatkan kualitas kesehatan warganya.

Itu dapat terlihat dari angka kematian ibu pada tahun 2016 yang hanya berjumlah 50 orang. "Jumlah itu merupakan angka yang paling rendah secara nasional," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Pupuk Bersubsidi di Sumut Aman

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Petrokimia Gresik (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi di Sumatera Utara khususnya jenis phonska yang sulit didapat seperti yang pernah dikeluhkan petani."Stok fisik

  • 6 hari lalu

    Kagama Sumut Bakti Sosial untuk Korban Gunung Sinabung

    MEDAN (EKSPOSnews): Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sumatera Utara melaksanakan Kegiatan Bakti Sosial di Dusun Terungperen, Desa Mardinding, Kecamatan Payung, Kabupaten Tanah Karo kep

  • 7 hari lalu

    Kejati Sumut Usut Dugaan Korupsi Pembuatan Sertifikat di BPN Medan

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut kasus dugaan korupsi pembuatan sertifikat Hak Guna Usaha Bangunan atau SHGB di kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Medan.Kepala Seksi Pen

  • satu minggu lalu

    Sumut Jadi Provinsi Literasi. Gunanya Apa?

    MEDAN (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendeklarasikan sebagai Provinsi Literasi dengan dimulainya gerakan literasi di daerah itu."Dengan dideklarasikannya Sumut sebagai Provinsi Dekla

  • satu minggu lalu

    Tembak Mati Semua Bandar Narkoba di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara mencatat 11 bandar narkoba telah ditembak mati di daerah itu sepanjang tahun 2017, baik oleh kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional.Dalam paparan di RS Bha

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak