Kamis, 19 Jul 2018

Sumbar Dukung Pemanfaatan Tananam Obat Herbal

Oleh: marsot.
Jumat, 13 Okt 2017 03:52
BAGIKAN:
istimewa.
Obat alami (herbal).
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumbar mendukung pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan akupresur di daerah itu, agar masyarakat bisa mengatasi penyakit ringan secara mandiri tanpa harus pergi ke puskesmas.

"Ini tidak saja menguntungkan bagi masyarakat, tetapi juga bisa membantu beban puskesmas dan Rumah Sakit, karena itu kita dukung penuh," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Kamis 12 Oktober 2017.

Ia menyebutkan itu usai menerima tim penilai penerapan tanaman obat keluarga dari Kementerian Kesehatan RI.

Tanaman obat itu juga tidak membutuhkan lahan yang luas karena bisa ditanam di sekitar pekarangan rumah, meskipun juga bisa pada lahan khusus dengan tujuan komersil.

"Jadi kalau anggota keluarga sakit ringan seperti demam atau pilek, tidak harus langsung ke puskesmas. Bisa memanfaatkan tanaman obat yang ada di sekitar rumah," lanjut dia.

Namun pemanfaatan tanaman obat itu harus diiringi dengan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap khasiat tanaman dan bagaimana cara pemakaiannya.

Gerakan PKK bisa menjadi garda terdepan dalam hal itu karena memiliki kader hingga tingkat nagari dan kelurahan.

"Harus disinergikan program ini," kata dia.

Sementara itu salah seorang tim penilai penerapan tanaman obat keluarga dari Kementerian Kesehatan RI Ratna Ariani menyebutkan selain pemanfaatan tanaman obat, akupresur juga bisa membantu masyarakat dari gangguan penyakit ringan.

Akupresur adalah teknik penyembuhan tradisional dari China dengan menggunakan jari-jari tangan ataupun dengan menggunakan alat bantu seperti stik kayu (tusuk jari), dengan cara menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk memperlancar aliran chi dalam tubuh.

"Masyarakat memang perlu pelatihan khusus untuk bisa menggunakan teknik terapi ini," kata dia didampingi tim penilai lain diantaranya Dwi Kuncahyani SKM, MSi, Haryani SKM, MPHM, Dr. Agus Kamal Purba, Dr. Sri Hastuti Nainggolan, dan Rachmawati.

Penilaian tanaman obat itu akan dilakukan di Kota Payakumbuh, sebagai daerah yang dinilai cukup baik dalam pengembangan program itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Kopi Sumbar Semakin Diminati

    PADANG (EKSPOSnews): Kopi arabika dan robusta dari Sumatera Barat semakin diminati dan laris di pasar dunia seperti Australia, Inggris, dan Korea, kata seorang eksportir komoditas itu, Pebriansyah.Pim

  • 3 minggu lalu

    Figur Calon Sangat Menentukan di Pilkada Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): Pelaksanaan pilkada pada empat kota di Sumatera Barat menyisakan beragam cerita, mulai dari keharuan kandidat saat mendapat kabar kemenangan, perjuangan para tim sukses mengampany

  • 3 minggu lalu

    Pengamanan Mudik di Sumbar Paten

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyebutkan berdasarkan evaluasi, pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2018 di daerah itu lebih baik dari 2017 meskipun ada sejumlah h

  • satu bulan lalu

    Mudik ke Sumbar? Hati-Hati Longsor!

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau pemudik untuk mewaspadai 13 titik rawan longsor di provinsi itu, terutama jika hujan turun cukup lama.

  • satu bulan lalu

    Masyarakat Sumbar Diminta Waspada Uang Palsu

    SIMPANG EMPAT (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat mengingatkan masyarakat agar mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Idulfitri 1439 Hijriah."Biasanya transaksi keuangan at

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99