Kamis, 18 Jan 2018

Sumbar Dukung Pemanfaatan Tananam Obat Herbal

Oleh: marsot.
Jumat, 13 Okt 2017 03:52
BAGIKAN:
istimewa.
Obat alami (herbal).
PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumbar mendukung pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan akupresur di daerah itu, agar masyarakat bisa mengatasi penyakit ringan secara mandiri tanpa harus pergi ke puskesmas.

"Ini tidak saja menguntungkan bagi masyarakat, tetapi juga bisa membantu beban puskesmas dan Rumah Sakit, karena itu kita dukung penuh," kata Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Kamis 12 Oktober 2017.

Ia menyebutkan itu usai menerima tim penilai penerapan tanaman obat keluarga dari Kementerian Kesehatan RI.

Tanaman obat itu juga tidak membutuhkan lahan yang luas karena bisa ditanam di sekitar pekarangan rumah, meskipun juga bisa pada lahan khusus dengan tujuan komersil.

"Jadi kalau anggota keluarga sakit ringan seperti demam atau pilek, tidak harus langsung ke puskesmas. Bisa memanfaatkan tanaman obat yang ada di sekitar rumah," lanjut dia.

Namun pemanfaatan tanaman obat itu harus diiringi dengan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap khasiat tanaman dan bagaimana cara pemakaiannya.

Gerakan PKK bisa menjadi garda terdepan dalam hal itu karena memiliki kader hingga tingkat nagari dan kelurahan.

"Harus disinergikan program ini," kata dia.

Sementara itu salah seorang tim penilai penerapan tanaman obat keluarga dari Kementerian Kesehatan RI Ratna Ariani menyebutkan selain pemanfaatan tanaman obat, akupresur juga bisa membantu masyarakat dari gangguan penyakit ringan.

Akupresur adalah teknik penyembuhan tradisional dari China dengan menggunakan jari-jari tangan ataupun dengan menggunakan alat bantu seperti stik kayu (tusuk jari), dengan cara menekan titik-titik tertentu pada tubuh untuk memperlancar aliran chi dalam tubuh.

"Masyarakat memang perlu pelatihan khusus untuk bisa menggunakan teknik terapi ini," kata dia didampingi tim penilai lain diantaranya Dwi Kuncahyani SKM, MSi, Haryani SKM, MPHM, Dr. Agus Kamal Purba, Dr. Sri Hastuti Nainggolan, dan Rachmawati.

Penilaian tanaman obat itu akan dilakukan di Kota Payakumbuh, sebagai daerah yang dinilai cukup baik dalam pengembangan program itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    7 Perusahaan di Sumbar Merah dalam Pengelolaan Lingkungan

    PADANG (EKSPOSnews): Sebanyak tujuh dari 38 perusahaan di Sumatera Barat dinilai belum menaati peraturan lingkungan berdasarkan program penilaian peringkat kinerja perusahaan (Proper)."Tujuh perusahaa

  • satu bulan lalu

    Pemprov Sumbar Belum Miliki Mobil Pemadam Kebakaran

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) masih belum memiliki armada pemadam kebakaran meski dinas yang membawahinya sudah terbentuk sejak Desember 2016."Anggaran sudah kita aj

  • satu bulan lalu

    Sumbar Kejar Perekaman E-KTP

    PADANG (EKSPOSnews): Dinas Pengendalian Penduduk, KB dan Pencatatan Sipil Provinsi Sumatera Barat mengejar target perekaman data KTP elektronik 100 persen hingga akhir tahun dengan menggelar Pekan Per

  • satu bulan lalu

    Melestarikan Penyu di Sumbar

    PADANG (EKSPOSnews): PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mengalokasikan dana sebesar Rp236 juta untuk program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendor

  • satu bulan lalu

    Kunjungan Wisman ke Sumbar Melonjak

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Oktober 2017 mencapai 4.826 orang atau meningkat 11,02 persen dibanding

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99