Minggu, 21 Jan 2018

Singkil Kehabisan Srok Vaksin Imunisasi

Oleh: Jallus
Kamis, 11 Jan 2018 04:40
BAGIKAN:
istimewa.
Imunisasi.
SINGKIL (EKSPOSnews): Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, kehabisan stok vaksin imunisasi dasar lengkap karena telah melakukan imunisasi dadakan untuk usia 3 tahun hingga 16 tahun sepekan ini.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Elviansyah kepada wartawan di Singkil Rabu mengatakan, imunisasi dadakan itu dilakukan karena Desa Kilangan ada seorang remaja Nurul (16) diduga terjangkit penyakit difteri.

"Saya belum bisa pastikan itu penyakit difteri atau bukan, karena data pasien Nurul yang dirujuk dari Singkil ke RSUD Zainoel Abidin Kota Banda Aceh, hasil uji labnya belum keluar," ujar dia.

Sehingga, sambungnya, pihak Dinas Kesehatan berinisiatif hal itu ditetapkan status menjadi satu kasus luar biasa (KLB) sepekan ini dan melakukan imunisasi dasar lengkap ulang terhadap ratusan penduduk di Desa Kilangan pada usia 3 tahun hingga 16 tahun.

Namun, kata Elviansyah, kendati imunisasi dasar lengkap selesai di Desa Kilangan, pihaknya kehabisan vaksin untuk melanjutkan program imunisasi dasar lengkap ke desa atau kecamatan lainnya.

"Hal itu sudah dilaporkan kepihak Dinas Kesehatan Provinsi, namun kehabisan juga dan solusinya menunggu pasokan dari Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Dikatakannya, imunisasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit dengan cara memberikan mikroorganisme bibit penyakit berbahaya yang telah dilemahkan (vaksin) ke dalam tubuh, sehingga merangsang sistem kekebalan tubuh terhadap jenis antigen tersebut dimasa yang akan datang.

"Imunisasi boleh saja diberikan pada semua umur. Namun beberapa imunisasi akan lebih efektif apabila diberikan pada usia tertentu, misalnya ada yang efektif pada bayi, anak-anak, remaja, dewasa bahkan manula. Semua itu tergantung jenis imunisasi yang diinginkan," tuturnya.

Artinya tujuan imunisasi dasar lengkap adalah supaya siap dengan lingkungan baru karena tidak ada lagi kekebalan tubuh alami yang ia dapatkan dari ibu terutama pada bayi yang baru lahir.

Apabila belum dilakukan vaksinasi dan kemudian terkena kuman yang menular, maka kemungkinan besar tubuhnya belum kuat untuk melawan penyakit tersebut, sehingga dengan adanya imunisasi ini tubuh sang anak menjadi lebih kuat.

Adapun jenis vaksin yang diimunisasikan yakni, Hepatitis B (HB) O, umur bayi satu bulan, BCG dan Polio 1, umur bayi 2 bulan, imunisasi DPT atau HB 1 dan Polio 2, umur bayi 9 bulan, imunisasi campak.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Dinkes Kirim Vaksin ke Asmat

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua mengirim 800 viral vaksin ke Kabupaten Asmat guna menangani wabah campak di daerah tersebut.Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular

  • 7 hari lalu

    Bio Farma Akan Produksi Vaksin Antidiferi

    BANDUNG (EKSPOSnews):  Perusahaan produsen vaksin PT Bio Farma (Persero) akan membuat antidifteri serum (ADS) yang diproduksi di dalam negeri dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan denga

  • 2 bulan lalu

    Memusnahkan Sawit di Hutan Margasatwa Rawa Singkil

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama mitra kerja memusnahkan puluhan hektare tanaman sawit yang ditanami di kawasan Suaka Margasatwa Rawa Singkil, Provinsi Aceh.K

  • 4 bulan lalu

    Jangan Tolak Immunisasi

    LEBAK (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengajak masyarakat tidak menolak imunisasi measles dan rubella (MR) guna mempersiapkan generasi bangsa yang sehat."Kami minta masyarakat mendukung

  • 5 bulan lalu

    Mahasiswa UGM Kembangkan Pendeteksi Vaksin

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan aplikasi pendeteksi keaslian vaksin yang ditujukan untuk menangkal peredaran vaksin palsu.Kelim

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99