Kamis, 26 Apr 2018

Rumah Sakit Wajib Layani Pasien

Oleh: Marsot
Selasa, 12 Sep 2017 10:24
BAGIKAN:
istimewa
Rumah Sakit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menegaskan bahwa rumah sakit wajib melayani pasien dengan kondisi gawat darurat tanpa mempertimbangkan biaya atau jaminan kesehatan pasien.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Kemenkes di Jakarta,  Oscar menekankan bahwa pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan tidak dikenakan biaya.

Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, mewajibkan rumah sakit untuk mengutamakan penyelamatan nyawa pasien dan tidak boleh meminta uang muka.

"Semua rumah sakit, baik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan atau belum, wajib memberikan pelayanan gawat darurat pada pasien yang membutuhkan. Peserta BPJS Kesehatan tersebut tidak boleh ditagih biaya, karena sebenarnya RS dapat menagihkan pelayanan kegawatdaruratan pasien JKN tadi kepada BPJS Kesehatan," tutur Oscar, Selasa 12 September 2017.

Berdasarkan Undang-undang Rumah Sakit, pemerintah dapat memberikan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis hingga pencabutan izin rumah sakit apabila terbukti terdapat kelalaian.

Untuk memberikan sanksi tersebut, perlu dilakukan penelusuran mendalam atas kejadian atau dilakukan audit medis.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah meminta Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan penelusuran dan indentifikasi kejadian ke rumah sakit terkait dan keluarga pasien bayi perempuan bernama Debora (empat bulan) yang meninggal dunia saat mendapat penanganan kegawatdaruratan di IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres Jakarta.

Sementara itu dari sisi penyelenggara layanan, sesuai ketentuan dan standar akreditasi, pihak rumah sakit harus menginformasikan tarif pelayanan termasuk tarif NICU dan PICU, apalagi jika diminta informasi oleh pasien atau keluarga.

Sebelumnya berdasarkan keterangan tertulis pihak RS Mitra Keluarga Kalideres disebutkan telah melakukan penanganan kegawatdaruratan dalam rangka penyelamatan nyawa pasien.

Meski demikian pemerintah dalam hal ini Kemenkes menantikan hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta dan BPRS atas kejadian tersebut.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Kejari Awasi Pembangunan Rumah Sakit Tapaktuan

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Kabupaten Aceh Selatan akan mengawasi dan memonitoring pembangunan proyek gedung rawat inap senilai Rp30 miliar sumber DAK tahun 2018 di Badan Layanan Umum Dae

  • satu bulan lalu

    Bayi Meninggal Diduga karena Kelalaian Rumah Sakit Aceh Singkil

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Mahasiswa menuntut Bupati Aceh Singkil dan kepolisian setempat mengusut kematian bayi dalam kandungan yang diduga akibat kelalaian tenaga medis rumah sakit daerah setempat.Tun

  • 2 bulan lalu

    Ketika Pasien BPJS Kesehatan Diusir dari Rumah Sakit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Sitti Hikmawatty menyesalkan "pengusiran" pasien BPJS Kesehatan Wa Ode Baka dan bayinya yang baru lahir oleh petugas RSUD Raha, Sula

  • 3 bulan lalu

    Rumah Sakit Pelni Tingkatkan Sistem Pelayanan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Rumah Sakit Pelni Jakarta terus menciptakan inovasi dan cara kerja baru dalam dunia pelayanan kesehatan."Yang menjadi tantangan terbesar dalam perubahan sistem pelayanan kesehata

  • 3 bulan lalu

    Rumah Sakit Kumpul Pane Operasikan Peralatan CT Scan

    TEBING TINGGI (EKSPOSnews): Rumah sakit Umum Daerah Kumpulan Pane Tebing Tinggi, Sumatera Utara menambah satu alat pemindai berbagai penyakit berteknologi tinggi CT Scan dalam upaya meningkatkan layan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99