Senin, 23 Okt 2017

Rumah Sakit Wajib Layani Pasien

Oleh: Marsot
Selasa, 12 Sep 2017 10:24
BAGIKAN:
istimewa
Rumah Sakit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi menegaskan bahwa rumah sakit wajib melayani pasien dengan kondisi gawat darurat tanpa mempertimbangkan biaya atau jaminan kesehatan pasien.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi Kemenkes di Jakarta,  Oscar menekankan bahwa pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bisa mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan di rumah sakit yang belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan tidak dikenakan biaya.

Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit dan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, mewajibkan rumah sakit untuk mengutamakan penyelamatan nyawa pasien dan tidak boleh meminta uang muka.

"Semua rumah sakit, baik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan atau belum, wajib memberikan pelayanan gawat darurat pada pasien yang membutuhkan. Peserta BPJS Kesehatan tersebut tidak boleh ditagih biaya, karena sebenarnya RS dapat menagihkan pelayanan kegawatdaruratan pasien JKN tadi kepada BPJS Kesehatan," tutur Oscar, Selasa 12 September 2017.

Berdasarkan Undang-undang Rumah Sakit, pemerintah dapat memberikan sanksi berupa teguran lisan, teguran tertulis hingga pencabutan izin rumah sakit apabila terbukti terdapat kelalaian.

Untuk memberikan sanksi tersebut, perlu dilakukan penelusuran mendalam atas kejadian atau dilakukan audit medis.

Saat ini, Kementerian Kesehatan telah meminta Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan penelusuran dan indentifikasi kejadian ke rumah sakit terkait dan keluarga pasien bayi perempuan bernama Debora (empat bulan) yang meninggal dunia saat mendapat penanganan kegawatdaruratan di IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres Jakarta.

Sementara itu dari sisi penyelenggara layanan, sesuai ketentuan dan standar akreditasi, pihak rumah sakit harus menginformasikan tarif pelayanan termasuk tarif NICU dan PICU, apalagi jika diminta informasi oleh pasien atau keluarga.

Sebelumnya berdasarkan keterangan tertulis pihak RS Mitra Keluarga Kalideres disebutkan telah melakukan penanganan kegawatdaruratan dalam rangka penyelamatan nyawa pasien.

Meski demikian pemerintah dalam hal ini Kemenkes menantikan hasil penelusuran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta dan BPRS atas kejadian tersebut.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Rumah Sakit Dianjurkan Pajang Kamar yang Masih Tersedia

    PADANG (EKSPOSnews): Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat merekomendasikan agar pengelola rumah sakit memajang informasi ketersediaan kamar dalam bentuk display yang bisa diakses oleh masyarakat seb

  • 3 bulan lalu

    Masih Ada Rumah Sakit di Padang Tak Layani Pasien

    PADANG (EKSPOSnews): Ombusdman perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) menemukan masih ada rumah sakit di daerah itu yang tidak mau melayani pasien berdasarkan laporan yang masuk selama ini."Tiga laporan p

  • 3 bulan lalu

    Membangun Rumah Sakit Pratama di Bangka

    SUNGAILIAT (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membangun rumah sakit pratama di Kecamatan Puding Besar."Dengan dibangunnya rumah sakit ini, diharapkan membantu

  • 3 bulan lalu

    PTPN III Spin Off Rumah Sakit

    MEDAN (EKSPOSnews); PTPN III (Persero) sebagai induk perusahaan BUMN perkebunan semakin memantapkan langkah mendukung peningkatan mutu pelayanan dan profesionalisme rumah sakit di Indonesia. Hal ini t

  • 4 bulan lalu

    Kemenkes Bantu Peralatan Rumah Sakit di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Gubernur Sumatera Selata Alex Noerdin mengatakan, Kementerian Kesehatan akan membantu peralatan rumah sakit daerah Pemprov Sumsel senilai Rp900 miliar.Nantinya peralatan dan fa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99