Minggu, 23 Sep 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • Rumah Sakit Karya Medika II Tambun Akui Gunakan 2 Jenis Vaksin Palsu

Rumah Sakit Karya Medika II Tambun Akui Gunakan 2 Jenis Vaksin Palsu

Jumat, 15 Jul 2016 13:31
BAGIKAN:
ist
Vaksin Polio.
CIKARANG (EKSPOSnews): Rumah Sakit Karya Medika II Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat membenarkan lima vaksin palsu tetapi yang digunakan untuk anak-anak hanya dua pascatertangkapnya pemilik CV Azka Medical.

"Dua vaksin palsu yang digunakan itu antara lain PPD dan Engerix B Pediatal," kata Direkrur RS Karya Medika II, Tambun, Kecamatan Tambun,  Dominggus M Efruan  di Tambun, Jumat 15 Juli 2016.

Sedangkan tiga diantaranya Engerix B Adult, ABU (vaksin khusus bisa ular), ATS tidak digunakannya.

Menurut dia pembelian vaksin ini awal mulanya penawaran dari CV Azka Medica melalui email. Dan terjadilah kerjasama sejak 2012 sampai terungkapnya kasus vaksin palsu.

Pembelian ini dikarenakan persediaaan obat maupun vaksin kosong, sehingga dilakukan pembelian dari beberapa distributor yang sudah menjadi langganannya.

Dengan adanya kejadian ini belum dilakukan pemeriksaan ulang kepada pasien terkait efek samping yang ditimbulkannya.

Saat ini sedang dilakukan pengumpulan rekap medis (data pasien yang menggunakan vaksin palsu) untuk dilakukan tindak lanjut dengan penanganan medis.

Ia menambahkan, tetap bertanggungjawab dengan adanya vaksin palsu yang dibelinya. Dan saat ini sedang dilakukan uji laboratorium guna mengetahui efek samping yng ditimbulkan khususnya anak-anak.

Oleh karena itu pentingnya kerjasama dengan pasien yang telah mendapatkan dua vaksin itu agar bersabar, dikarenakan sedang dilakukan pendataan ulang.

Sementara itu salah seorang warga dari Cibitung, Ny Heti (35) bersama anaknya mendatangi Rs Karya Medika II meminta pertanggungjawaban terkait vaksin palsu, dan itu sudah dilakukan tujuh bulan yang lalu.

Menurut dia, semenjak disuntik menggunakan vaksin itu, metabolisme tubuh menjadi lemah dan mudah sakit. Untuk itu meminta agar ditindak lanjuti dengan dilakukan uji laboratorium.

Agar dapat diketahui apakah benar menurunnya metabolisme tubuhbini diakibatkan karena vaksin yang sudah disuntikan beberapa bulan lalu.(ant)

  Berita Terkait
  • 2 tahun lalu

    Vaksin Palsu di Sumbar, Apa Kabar?

    PADANG (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), terus mengupayakan antisipasi terhadap penyebaran vaksin palsu di daerah itu dengan melakukan penyuluhan dan pembuatan baliho.Kepa

  • 2 tahun lalu

    RS Mutiara Bunda Dijaga Ketat

    TANGERANG (EKSPOSnews): Puluhan personil dari Polres Metro Tangerang, Banten, dibantu aparat TNI melakukan penjagaan di RS Mutiara Bunda Ciledug, Kota Tangerang, terkait kedatangan pasien menanyakan m

  • 2 tahun lalu

    Banyak Dokter Bermain Curang Menguras Pasien

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sejumlah orang tua yang anaknya di vaksin di rumah sakit Harapan Bunda Jakarta Selatan mengaku kaget terhadap seorang dokter yang selama ini dipercaya menangani penyakit anaknya.

  • 2 tahun lalu

    Ayo! Gugat Rumah Sakit Pemakai Vaksin Palsu

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi mengatakan keluarga korban vaksin palsu dapat meminta ganti rugi kepada rumah sakit yang terlibat dalam penya

  • 2 tahun lalu

    Jokowi Minta Masyarakat Tenang Hadapi Vaksin Palsu

    SURABAYA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk tetap tenang terlebih dahulu menghadapi kasus peredaran vaksin palsu."Saya mengharapkan masyarakat tenang terlebih dahulu

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99