Rabu, 21 Nov 2018

Rokok Elektronik Sangat Berbahaya

Oleh: Jallus
Rabu, 17 Okt 2018 15:53
BAGIKAN:
istimewa.
Rokok.
JAKARTA (EKSPOSnews): Para peneliti menyebutkan bahwa vaping atau rokok eletrik lebih berbahaya ketimbang rokok tembakau sebab perasa yang terdapat dalam rokok elektrik dapat memicu peradangan paru-paru.

Peringatan itu muncul setelah penelitian yang dilakukan terhadap tikus menunjukkan ada senyawa adiktif, termasuk perasa, yang menyebabkan peradangan paru-paru yang sama atau lebih buruk dari penggunaan rokok tembakau, sebagaimana laporan Leicestermercury, Rabu 17 Oktober 2018.

Perangkat bertenaga baterai ini kerap dipromosikan sebagai alat untuk membantu perokok untuk keluar dari kebiasaan buruk merokok tembakau.

Tim peneliti dari Yunani mengatakan penggunaan rokok elektrik dalam jangka pendek ternyata sama atau bahkan lebih merusak daripada yang semestinya.

"Efek merugikan yang diamati dalam paru-paru pada paparan asap rokok eletrik pada model hewan itu menyoroti perlunya penyelidikan lebih lanjut tentang keamanan dan toksisitas perangkat yang berkembang pesat di seluruh dunia," ujar perwakilan peneliti Constaninos Glynos.

Mereka menstimulasi isapan rokok tradisional dengan mengeluarkan uap yang berasal dari bahan kimia cair dalam wadah isi ulang berisi propylene glycol, nikotin, dan banyak rasa.

Propylene glycol -- senyawa aditif yang tidak berwarna dan berbau -- ditemukan dalam pelbagai makanan dan minuman olahan. Senyawa ini digunakan sebagai pelarut dalam sejumlah obat.

Temuan, yang dipublikasikan dalam American Journal of Physiology -- sel paru-paru, menunjukkan bahwa rokok elektrik dan isi ulang perasa tidak diatur dengan baik -- dan tidak diketahui dampak dalam jangka panjang terhadap kesehatan.

Jadi, para peneliti membandingkan beberapa kelompok tikus yang menerima paparan seluruh tubuh terhadap pelbagai kombinasi kimia selama empat kali setiap hari, dengan setiap sesi dipisahkan oleh interval bebas asap selama 30 menit, tulis Mirror.

"Rokok elektrik dinyatakan melepaskan sedikit nikotin berbahaya atau sebagai alat baru menghentikan merokok. Namun, temuan kami menunjukkan bahwa paparan uap dari rokok elektrik memicu respon peradangan dan memengaruhi mekanisme pernapasan. Dalam beberapa kasus, perasa tambahan dalam rokok eletrik memperburuk efek yang merugikan dari rokok tersebut," sambung Glynos.

Hasil penelitian pada kelompok lain yang mendapat paparan asap rokok tembakau dan tiga kelompok lain dari rokok elektrik dengan propylene glycol dan perasa tembakau selama tiga hari hingga empat minggu ini, diperoleh hasil bahwa terjadi peradangan, produksi lendir dan perubahan fungsi paru-paru.

"Kami menyimpulkan bahwa baik rokok eletrik dan konvensional sama-sama berdampak negatif terhadap kondisi biologis paru-paru," tegas Dr. Glynos.

Meski Badan Kesehatan Inggris menyatakan rokok elektrik 95 persen lebih aman dibanding rokok tradisional. Mereka menyarankan agar perokok memertimbangkan untuk beralih ke rokok elektrik untuk berhenti dari merokok.

Namun, kritikus memperingatkan bahwa rokok elektrik dapat menyebabkan penyakit paru, menyebabkan ketagihan nikotin, atau jalan masuk merokok bagi anak-anak.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Kecanduan Game Berbahaya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan bahwa seseorang yang lebih memprioritaskan bermain game daripada melakuk

  • 7 bulan lalu

    SemburanSumur Minyak Sumur Ilegal di Aceh Mengandung Zat Berbahaya

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengklaim, semburan dari sumur minyak ilegal yang terjadi hingga saat ini di Desa Pasir Putih, Aceh Timur, mengandung zat alkana."Ada

  • tahun lalu

    Awas...Makanan di Yokyakarta Mengandung Bahan Berbahaya

    YOGYAKARTA (MM): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan 34 persen produk makanan beredar di lima pasar tradisional di daerah itu mengandung bahan berbahaya."Kandung

  • tahun lalu

    Badan POM Temukan Bahan Berbahaya pada Makanan Berbuka

    PADANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat menemukan bahan berbahaya di dua lokasi jajanan berbuka puasa di Kota Padang."Hari ini merupakan hari kedua pemeriks

  • 2 tahun lalu

    Awas Plastik Hitam, Berbahaya!

    KENDARI (EKSPOSnews): Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulawesi Tenggara (Sultra) melarang masyarakat menggunakan kantong plastik berwarna hitam sebagai bungkus daging ataupun ikan karena b

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99