Selasa, 24 Sep 2019
  • Home
  • Kesehatan
  • Ribuan Masyarakat di Yogyakarta Alami Gagguan Jiwa

Ribuan Masyarakat di Yogyakarta Alami Gagguan Jiwa

Oleh: Jallus
Selasa, 20 Nov 2018 08:11
BAGIKAN:
istimewa.
Penyakit jiwa (ilustrasi).
YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Sebanyak 6.753 orang di Kota Yogyakarta mengalami masalah kesehatan jiwa dari tingkat berat hingga ringan menurut data Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Iva Kusdiyarini di Yogyakarta  mengatakan dari 6.753 kasus tersebut, 914 di antaranya dideteksi sebagai gangguan jiwa berat seperti psikotik dan schizophrenia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan sebagian besar penderita gangguan jiwa berusia produktif antara 20 dan 45 tahun.

Menurut dia, faktor pemicu masalah kesehatan jiwa di Kota Yogyakarta di antaranya tekanan hidup yang cukup berat, pendidikan anak, media sosial hingga berbagai gim yang bisa dimainkan secara mudah melalui berbagai jenis perangkat.

Agus mengatakan sebenarnya indikasi masalah kesehatan jiwa bisa dilihat dalam perilaku sehari-hari, seperti kebiasaan tidak tertib berkendara di jalan raya hingga fenomena "klithih" atau kekerasan yang dilakukan anak usia sekolah.

Ia juga menyebut merokok kadang dapat diasosiasikan sebagai awal masalah kejiwaan, yang bahkan menjurus pada penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan obat-obatan berbahaya lain.

Agus mengatakan masalah kesehatan jiwa akan membawa dampak luas terhadap seluruh aspek pembangunan Kota Yogyakarta karena warga menjadi tidak produktif sehingga tidak mampu mendukung pembangunan.

"Apalagi, penyakit jiwa ini membutuhkan dana yang cukup besar untuk pengobatannya. Satu resep bisa menelan dana Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan. Obat harus diminum rutin," kata Agus, Senin 19 November 2018.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Yogyakarta menyusun rencana aksi daerah pelayanan kesehatan jiwa dan napza sehingga penanganan masalah tersebut dapat dilakukan lintas sektor.

"Tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan saja, tetapi setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta memiliki peran untuk menjaga kesehatan jiwa warga," katanya.

Misalnya saja, Dinas Pendidikan bertanggungjawab melaksanakan deteksi dini kesehatan jiwa di sekolah, Kantor Wilayah Kementerian Agama bertugas melibatkan pengurus tempat ibadah dalam upaya menjaga kesehatan jiwa warga dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Masyarakat dan Perlindungan Anak berperan dalam mengembangkan kegiatan promotif guna menghilangkan stigma melalui kelompok di wilayah.

"Sebenarnya, tidak ada tugas baru. Hanya tugas dan fungsi di tiap OPD tersebut lebih diintegrasikan lagi," kata Agus.

Iva menjelaskan Dinas Kesehatan juga menjalankan upaya khusus untuk mencegah masalah kesehatan jiwa di sekolah.

"Beberapa upaya yang dilakukan adalah sosialisasi kesehatan jiwa di sekolah karena banyak kasus yang menimpa siswa. Nantinya, akan ada kader jiwa dari siswa dan guru untuk melakukan pemantauan sederhana di sekolah sebagai upaya pencegahan," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Masyarakat Bali Lebih Panjang Usianya

    JAKARTA (EKSPOSnews): Masyarakat Bali berpotensi memiliki umur yang lebih panjang dibandingkan dengan masyarakat daerah lain dikarenakan Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM)-nya yang paling

  • 3 bulan lalu

    Pelatihan Budidaya Burung Berkicau di Yogyakarta

    YOGYAKARTA (KICAU): Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menilai pelatihan budi daya burung berkicau yang dilakukan pada 2017 dengan sasaran sekitar 50 warga di Kecamatan Pakualaman memperoleh h

  • 4 bulan lalu

    Masyarakat Harus Berani Tolak Ajakan People Power

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji mengimbau masyarakat untuk menahan diri, bahkan menolak ajakan kelompok tertentu untuk melakukan people power a

  • 5 bulan lalu

    Ribuan Hektare Lahan PTPN V Dikembalikan kepada Masyarakat

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktur Relawan Tim Kampanye Joko Widodo-Ma'ruf Provinsi Riau Sahrin mengapresiasi keputusan Presiden mengembalikan lahan sawit seluas 2.800 hektare yang selama ini dikua

  • 5 bulan lalu

    Masyarakat Indonesia Lebih Nyaman Jadi Kuli

    MEDAN (EKSPOSnews): Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan Ditjen Belmana -Kemristekdikti Ismet Yus Putra mengatakan kebanyakan masyarakat Indonesia lebih nyaman menjadi seo

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99