Sabtu, 18 Nov 2017

Remaja Rentan Serangan Anemia

Oleh: alex
Selasa, 07 Nov 2017 09:30
BAGIKAN:
istimewa.
Remaja.
PADANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatera Barat, menyebutkan anemia gizi rentan diidap anak usia sekolah sehingga remaja perlu mengatur pola makan dalam mencegahnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes setempat Depitra Wiguna di Padang,  mengatakan remaja rentan mengalami anemia gizi disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur, diet tanpa bimbingan ahli dan sering tidak sarapan.

Berdasarkan data Dinkes Padang di tahun 2016 sebanyak 679 remaja atau anak sekolah memiliki risiko anemia gizi dengan rincian SD/MI 55 orang, SMP/Mts 241 orang, dan SMA/SMK 383 orang.

Akibat dari anemia gizi dapat menyebabkan menurunnya kemampuan dan konsentrasi dalam belajar, menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan otak serta meningkatkan risiko menderita penyakit infeksi.

"Oleh karena itu pola makan perlu menjadi perhatian terutama agar memilih makanan sehat dan bergizi" tambahnya, Selasa 7 November 2017.

Pelbagai upaya dilakukan dalam rangka mengurangi anemia gizi pada remaja antara lain melakukan sosialisasi ke sekolah, intervensi melalui pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR) yang ada di puskesmas.

"Di PKPR remaja bisa berkonsultasi mengenai permasalahan kesehatan pada remaja," lanjut dia.

Sebelumnya, Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB Prof Dodik Briawan mengatakan anemia merupakan masalah gizi mikro yang dialami hampir semua negara.

Jumlah penderitanya diperkirakan mencapai dua miliar orang atau sepertiga dari populasi dunia. Penderita anemia paling banyak berasal dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika.

Secara umum, lanjutnya, 50 persen kejadian anemia karena kurangnya asupan zat besi sehingga sering disebut Anemia Gizi Besi atau AGB. Anemia sudah dikenal sejak pertengahan abad ke-16 di Eropa dengan nama chlorosis.

Hasil penelitian mahasiswa Program Magister IPB tahun 2016 mengungkapkan bahwa estimasi kerugian ekonomi bangsa Indonesia terhadap kasus anemia mencapai Rp62 triliun atau setara dengan 0,711 persen PDB.

"Kerugian ekonomi pada anak balita dan sekolah sebesar Rp1,3 juta, remaja Rp830 juta, wanita dewasa Rp1,9 juta, dan laki-laki dewasa Rp2,8 juta per kapita per tahun," katanya.

Pemerintah telah melakukan beberapa program untuk menangani AGB, yakni melalui fortifikasi pangan, suplementasi zat besi, komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) gizi, dan peningkatan kualitas konsumsi pangan.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    Peremajaan Sawit Akan Meningkatkan Kesejahteraan Petani

    JAKARTA (EKSPOSnews): Program replanting atau peremajaan sawit rakyat dinilai akan membawa bangsa Indonesia semakin sejahtera dan berdaulat, apalagi peremajaan kebun sawit rakyat tersebut didukung pen

  • satu bulan lalu

    SMART Tbk. Bantu Peremajaan Sawit

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Sinar Mas Agro Resources and Technology atau SMART Tbk. membantu 600 petani untuk melakukan peremajaan kelapa sawit pada lahan perkebunan 1.400 hektare di Riau dan Jambi."Ke

  • satu bulan lalu

    Kenakalan Remaja di Bangkat Barat Sudah Membahayakan

    MUNTOK (EKSPOSnews0: Anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Nendar Firdaus mengungkapkan kenakalan remaja di daerah itu cukup mengkhawatirkan dan perlu segera ditanga

  • 2 bulan lalu

    Meremajakan Sawit di Mukomuko

    MUKOMUKO (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pertanian akan menyiapkan calon penerima dan calon lokasi (CPCL) kebun kelapa sawit bantuan program peremajaan ata

  • 3 bulan lalu

    Peremajaan Sawit di Musi Bayuasin Jadi Percontohan Nasional

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Program peremajaan ribuan hektare kebun kelapa sawit milik rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan akan menjadi contoh peremajaan sawit rakyat secara nasional."Per

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99