Minggu, 27 Mei 2018

Perkuat Kewenangan Badan POM

Oleh: Jallus
Senin, 05 Feb 2018 15:24
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus diperkuat agar perlindungan konsumen menjadi lebih kuat.

"Pengawasan BPOM dari hulu dan hilir harus diperkuat, sehingga temuan suplemen makanan mengandung DNA babi tidak kembali terulang," kata Tulus dalam jumpa pers di Kantor BPOM di Jakarta, Senin 5 Februari 2018.

Tulus mengatakan pengawasan terhadap produk Viostin DS dan Enzyplex Tablet pada tahap sebelum pemasaran atau "pre-market", setelah pemasaran (post-market) hingga penarikan setelah diketahui mengandung DNA babi merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsi BPOM.

Tugas, pokok dan fungsi itu sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

"Kejadian ini harus menjadi pembelajaran untuk melindungi konsumen Indonesia yang majemuk dan luas dengan memperkuat kewenangan BPOM," tuturnya.

Sebelumnya, BPOM menyatakan suplemen makanan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi.

Yang mengandung DNA babi adalah produk dengan nomor izin edar NIE POM SD.051523771 dengan nomor bets BN C6K994H untuk Viostin DS dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101 untuk Enzyplex tablet.

BPOM telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Kewenangan Keluarga Berencana Kembali Ditangani Pemerintah Pusat

    SAMARINDA (EKSPOSnews): Kewenangan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang sekarang masih ditangani oleh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, dala

  • 12 bulan lalu

    Balai POM Diminta Tingkatkan Pengawasan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Konsumen Sumatera Selatan meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan meningkatkan pengawasan berbagai makanan dan minuman yang dijual pedagang di pasar tradision

  • 12 bulan lalu

    BPOM Pontianak Temukan Makanan Mengandung Borak

    PONTIANAK (EKSPOSnews): Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Barat menemukan pangan mengandung borak yang dijual di Pasar Juadah Ramadhan di Kabupaten Sambas."Di Sambas kami menemukan d

  • 12 bulan lalu

    BPOM Temukan Rhodamin pada Makanan Takjil

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Memasuki pekan kedua Ramadan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pekanbaru berhasil menemukan zat berbahaya yakni rhodamin B pada kolak delima, es doger, bubur delima dan bor

  • 12 bulan lalu

    Badan POM Temukan Bahan Berbahaya pada Makanan Berbuka

    PADANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Barat menemukan bahan berbahaya di dua lokasi jajanan berbuka puasa di Kota Padang."Hari ini merupakan hari kedua pemeriks

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99