Minggu, 23 Jul 2017

Perempuan Rentan Gangguan Bipolar

Oleh: Jallus
Kamis, 30 Mar 2017 17:37
BAGIKAN:
istimewa
Perempuan (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar kejiwaan AAA Agung Kusumawardhani mengatakan perempuan lebih rentan mengalami masalah kejiwaan gangguan bipolar dibandingkan laki-laki.

"Dari berbagai penelitian perempuan lebih rentan dan lebih banyak mengalami gangguan bipolar dibandingkan laki-laki, karena perubahan hormon," kata Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu di Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.

Dalam seminar mengenai Gangguan Bipolar Vs Gaya Hidup Modern dalam rangka Hari Bipolar Sedunia, Agung mengatakan laki-laki penderita bipolar juga lebih rutin berobat serta terapi sehingga tinggal pemulihannya lebih cepat.

Berdasarkan statistik, laki-laki lebih disiplin dalam memakai obat untuk menstabilkan mood, sementara perempuan mungkin hanya menggunakan obat untuk gangguan bipolar saat sudah mulai memburuk dan berhenti saat sedikit membaik.

Namun laki-laki lebih sering mengalami manik atau periode mood yang ekspansif.

Gangguan bipolar sering berkembang di akhir masa remaja atau dewasa awal. Pada laki-laki biasanya di usia 20 sedangkan perempuan sekitar usia 25 tahun.

Gangguan bipolar bersifat kronik, serius dan berpotensi fatal. Angka kematian akibat gangguan bipolar 2-3 kali lebih tinggi dari pada skizofrenia dengan penyebab terbanyak akibat bunuh diri dimana angka tersebut 20 kali lebih tinggi dari populasi umum.

Tindakan bunuh diri sering kali terjadi saat awal munculnya gangguan dan berhubungan dengan episode depresi berat dan fase distorsi agitatif khususnya setelah episode depresi berat berulang.

Tercatat sebanyak 10-20 persen meninggal karena bunuh diri dan 30 persen kasus gangguan bipolar pernah mencoba bunuh diri.

Bipolar adalah gangguan yang ditandai oleh adanya periode perpindahan mood, pikiran, energi dan perilaku. Pasien mengalami perubahan mood yang sangat dramatis dari mood yang meningkat atau disebut manik/hipomanik, menjadi mood yang sangat menurun atau depresi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 17 jam lalu

    Tokoh Perempuan Akan Bertarung di Pilkada Kota Piangkalpinang

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Tokoh perempuan Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Endang Kusumawati menyatakan siap bertarung pada pemilihan kepala daerah setempat pada 2018."Hari in

  • 3 minggu lalu

    Perempuan Lebih Murah Hati

    LONDON (EKSPOSnews):Perempuan lnggris mengalokasikan dana lebih banyak untuk amal di kantor daripada pria, menurut jajak pendapat baru yang dikeluarkan Senin 3 Juli 2017.Sekitar 66 persen perempuan me

  • 2 bulan lalu

    Kanker Serviks Serang Ratusan Perempuan di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jambi mencatat 284 perempuan terdeteksi positif kanker serviks setelah melalui pemeriksaan Inveksi Visual Asam (IVA) yang dilakukan dalam kurun wa

  • 2 bulan lalu

    Zumi Zola Lantik Bupati Perempuan Pertama di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Gubernur Jambi Zumi Zola melantik Masnah Busro,bupati perempuan pertama di Jambi, bersama dua bupati terpilih lainnya yang terpilih pada Pilkada serentak tahap II/2017."Saya ucapka

  • 2 bulan lalu

    Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengungkapkan bahwa perempuan rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan seksual di tempat kerja.Beberapa sek

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak