Senin, 20 Nov 2017

Perempuan Rentan Gangguan Bipolar

Oleh: Jallus
Kamis, 30 Mar 2017 17:37
BAGIKAN:
istimewa
Perempuan (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar kejiwaan AAA Agung Kusumawardhani mengatakan perempuan lebih rentan mengalami masalah kejiwaan gangguan bipolar dibandingkan laki-laki.

"Dari berbagai penelitian perempuan lebih rentan dan lebih banyak mengalami gangguan bipolar dibandingkan laki-laki, karena perubahan hormon," kata Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu di Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.

Dalam seminar mengenai Gangguan Bipolar Vs Gaya Hidup Modern dalam rangka Hari Bipolar Sedunia, Agung mengatakan laki-laki penderita bipolar juga lebih rutin berobat serta terapi sehingga tinggal pemulihannya lebih cepat.

Berdasarkan statistik, laki-laki lebih disiplin dalam memakai obat untuk menstabilkan mood, sementara perempuan mungkin hanya menggunakan obat untuk gangguan bipolar saat sudah mulai memburuk dan berhenti saat sedikit membaik.

Namun laki-laki lebih sering mengalami manik atau periode mood yang ekspansif.

Gangguan bipolar sering berkembang di akhir masa remaja atau dewasa awal. Pada laki-laki biasanya di usia 20 sedangkan perempuan sekitar usia 25 tahun.

Gangguan bipolar bersifat kronik, serius dan berpotensi fatal. Angka kematian akibat gangguan bipolar 2-3 kali lebih tinggi dari pada skizofrenia dengan penyebab terbanyak akibat bunuh diri dimana angka tersebut 20 kali lebih tinggi dari populasi umum.

Tindakan bunuh diri sering kali terjadi saat awal munculnya gangguan dan berhubungan dengan episode depresi berat dan fase distorsi agitatif khususnya setelah episode depresi berat berulang.

Tercatat sebanyak 10-20 persen meninggal karena bunuh diri dan 30 persen kasus gangguan bipolar pernah mencoba bunuh diri.

Bipolar adalah gangguan yang ditandai oleh adanya periode perpindahan mood, pikiran, energi dan perilaku. Pasien mengalami perubahan mood yang sangat dramatis dari mood yang meningkat atau disebut manik/hipomanik, menjadi mood yang sangat menurun atau depresi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 hari lalu

    Pahami dan Hargai Hak-Hak Perempuan

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyatakan masyarakat harus memahami hak-hak perempuan agar peristiwa persekusi yang terjadi kepada dua pemuda di Tang

  • 3 minggu lalu

    Parfi Angkat Sosok Kaum Perempuan Madura

    PAMEKASAN (EKSPOSnews): Parsatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Pamekasan, Jawa Timur, akan mengangkat sosok kaum hawa Madura sebagai tokoh utama film layar lebar berjudul "Perempuan Berselimut Angin".

  • 4 minggu lalu

    Kapolri Sangat Peduli Terhadap Masalah Perempuan dan Anak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengadakan pertemuan dengan 18 organisasi aktivis pemerhati perempuan, didampingi oleh sejumlah pejabat Mabes Polri untuk melakukan klarifikas

  • satu bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Tinggi

    YOGYAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise mengakui berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masi

  • 2 bulan lalu

    Lindungi Perempuan dari Bahaya Narkoba

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat pembelaan hak-hak perempuan "Women's Crisis Centre" Palembang, Sumatera Selatan berupaya melindungi perempuan terutama remaja putri dari bahaya penyalahgunaan narkot

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99