Minggu, 28 Mei 2017

Perempuan Rentan Gangguan Bipolar

Oleh: Jallus
Kamis, 30 Mar 2017 17:37
BAGIKAN:
istimewa
Perempuan (ilustrasi).
JAKARTA (EKSPOSnews): Pakar kejiwaan AAA Agung Kusumawardhani mengatakan perempuan lebih rentan mengalami masalah kejiwaan gangguan bipolar dibandingkan laki-laki.

"Dari berbagai penelitian perempuan lebih rentan dan lebih banyak mengalami gangguan bipolar dibandingkan laki-laki, karena perubahan hormon," kata Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu di Jakarta, Kamis 30 Maret 2017.

Dalam seminar mengenai Gangguan Bipolar Vs Gaya Hidup Modern dalam rangka Hari Bipolar Sedunia, Agung mengatakan laki-laki penderita bipolar juga lebih rutin berobat serta terapi sehingga tinggal pemulihannya lebih cepat.

Berdasarkan statistik, laki-laki lebih disiplin dalam memakai obat untuk menstabilkan mood, sementara perempuan mungkin hanya menggunakan obat untuk gangguan bipolar saat sudah mulai memburuk dan berhenti saat sedikit membaik.

Namun laki-laki lebih sering mengalami manik atau periode mood yang ekspansif.

Gangguan bipolar sering berkembang di akhir masa remaja atau dewasa awal. Pada laki-laki biasanya di usia 20 sedangkan perempuan sekitar usia 25 tahun.

Gangguan bipolar bersifat kronik, serius dan berpotensi fatal. Angka kematian akibat gangguan bipolar 2-3 kali lebih tinggi dari pada skizofrenia dengan penyebab terbanyak akibat bunuh diri dimana angka tersebut 20 kali lebih tinggi dari populasi umum.

Tindakan bunuh diri sering kali terjadi saat awal munculnya gangguan dan berhubungan dengan episode depresi berat dan fase distorsi agitatif khususnya setelah episode depresi berat berulang.

Tercatat sebanyak 10-20 persen meninggal karena bunuh diri dan 30 persen kasus gangguan bipolar pernah mencoba bunuh diri.

Bipolar adalah gangguan yang ditandai oleh adanya periode perpindahan mood, pikiran, energi dan perilaku. Pasien mengalami perubahan mood yang sangat dramatis dari mood yang meningkat atau disebut manik/hipomanik, menjadi mood yang sangat menurun atau depresi.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 hari lalu

    Zumi Zola Lantik Bupati Perempuan Pertama di Jambi

    JAMBI (EKSPOSnews): Gubernur Jambi Zumi Zola melantik Masnah Busro,bupati perempuan pertama di Jambi, bersama dua bupati terpilih lainnya yang terpilih pada Pilkada serentak tahap II/2017."Saya ucapka

  • 2 minggu lalu

    Perempuan Rentan Alami Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengungkapkan bahwa perempuan rentan mengalami berbagai bentuk kekerasan seksual di tempat kerja.Beberapa sek

  • 2 bulan lalu

    Mengembangkan Layanan untuk Korban Kekerasan Terhadap Perempuan

    AMBON (EKSPOSnews): Masyarakat desa Lohiatala, Waisamu, Waisarisa dan Waihatu di Kecamatan Kairatu Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat mengembangkan layanan Posko Penanganan Kasus Perempuan Korban Kek

  • 3 bulan lalu

    Women's Crisis Centre Fasilitasi Korban Kekerasan Terhadap Perempuan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Pusat pembelaan hak-hak perempuan "Women's Crisis Centre" Palembang sejak dua tahun terakhir telah memfasilitasi ratusan korban tindak kekerasan terhadap perempuan menghad

  • 5 bulan lalu

    Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumbar Melonjak

    PADANG (EKSPOSnews): Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Nurani Perempuan Sumatera Barat mencatat sebanyak 104 kasus kekerasan terhadap perempuan sepanjang 2016 atau terjadi peningkatan sebanyak 23,2

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak