Minggu, 23 Feb 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Perempuan Miliki Risiko Tinggi Terserang Rasa Cemas

Perempuan Miliki Risiko Tinggi Terserang Rasa Cemas

Rabu, 08 Jun 2016 13:05
BAGIKAN:
LONDON (EKSPOSnews0: Perempuan memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan dengan lelaki untuk terserang cemas, demikian hasil satu studi yang disiarkan pekan ini oleh University of Cambridge.

Selain perempuan, orang muda --yang berusia di bawah 45 tahun-- juga sangat terpengaruh oleh masalah kesehatan mental semacam itu, kata studi tersebut.

Gangguan cemas, yang seringkali terwujud sebagai ketakutan, dan kekhawatiran yang berlebihan, dan kecenderungan untuk menghindari kondisi tekanan berat termasuk pertemuan sosial adalah sebagian dari gangguan kesehatan mental yang paling umum di Dunia Barat.

Telah ada banyak studi yang meneliti jumlah orang yang terpengaruh masalah cemas. Dalam satu upaya untuk mempersatukan bermacam studi, satu tim yang dipimpin oleh para peneliti dari University of Cambridge melakukan kajian global yang sistematis, demikian laporan Xinhua  Dari lebih 1.200 kajian, para peneliti mengidentifikasi 48 studi yang cocok dengan kriteria mereka untuk dimasukkan.

Tim tersebut mendapati seluruh jumlah orang yang terpengaruh tetap tak berubah, dan sebanyak empat dari setiap 100 orang mengalami cemas. Paling banyak orang mengalami cemas berada di Amerika Utara, tempat hampir delapan dari setiap 100 orang terpengaruh, dan jumlah paling sedikit terdapat di Asia Timur, tempat kurang dari tiga dalam 100 orang memiliki masalah mental kesehatan itu.

Orang dengan kondisi kesehatan lain jauh lebih mungkin untuk mengalami gejala semacam itu, kata studi tersebut. Satu dalam 10 orang dewasa, misalnya, penyakit jantung dan pembuluh darah dan hidup di negara barat terpengaruh oleh gangguan cemas umum, dan perempuan memperlihatkan angka lebih tinggi dibandingkan dengna lelaki.

"Gangguan cemas dapat membuat hidup jadi sangat sulit buat sebagian orang dan penting buat layanan kesehatan kami untuk memahami seberapa umum masalah itu dan kelompok orang manay yang menghadapi resiko paling besar," kata Olivia Remes dari University of Cambridge, salah seorang penulis studi tersebut.

Namun, ulasan itu juga memperlihatkan data mengenai sebagian penduduk kurang atau kualitasnya buruk. "Walaupun banyak kelompok telah meneliti topik penting ini, jurang pemisah besar dalam penelitian masih terbuka," kata Loiuse Lafortune, asisten peneliti senior di Cambridge Institute of Public Health.(ant)

  Berita Terkait
  • 9 bulan lalu

    Pemasok Senjata untuk Perusuh Mei Seorang Perempuan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Mabes Polri menyebutkan pemasok senjata untuk kerusuhan aksi 22 Mei 2019 adalah seorang perempuan berinisial AF alias Fifi, warga Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan.Kadiv Humas

  • 10 bulan lalu

    Perempuan Sangat Sentral dalam Mendidik Anak

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Orangtua khususnya kaum ibu memiliki peran penting dalam membina rumah tangga dan mendidik anak sejak dini sebagai masa depan bangsa, kata Psikolog Pusat Pelayanan Terpadu Pem

  • 11 bulan lalu

    Kewiraushaaan Perempuan Indonesia Tertinggal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Laporan yang disusun Ketua Angel Investment Network Indonesia (ANGIN) Valencia Dea menunjukkan bahwa kewirausahaan perempuan Indonesia tertinggal dibandingkan Kanada.Laporan yang

  • 12 bulan lalu

    50 Perempuan Meninggal Setiap Hari karena Kanker Serviks

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ahli kesehatan  Venita menyebutkan sebanyak 50 perempuan Indonesia meninggal setiap harinya karena kanker serviks yang berarti 18.000 lebih perempuan Indonesia meninggal dal

  • 12 bulan lalu

    Kekerasan Terhadap Perempuan Tanggung Jawab Bersama

    PURWOKERTO (EKSPOSnews): Penanganan persoalan kekerasan terhadap perempuan merupakan tanggung jawab bersama, kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99