Sabtu, 30 Mei 2020

Penyelidikan Vaksin Palsu Belum Tuntas

Jumat, 15 Jul 2016 04:07
BAGIKAN:
ist
Vaksin.
JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila F. Moeloek mengatakan bahwa penyelidikan terhadap penyebaran dan peredaran vaksin palsu belum dilakukan secara menyeluruh.

"Bareskrim (Mabes Polri) masih terbatas untuk menyelidiki di daerah tertentu. Ini akan terus diperluas," kata menteri saat ditemui di sela-sela RDP dengan Komisi IX DPR-RI di Jakarta, Kamis 14 Juli 2016.

Ia menjelaskan 14 rumah sakit dan delapan bidan maupun klinik pengguna vaksin palsu yang telah ia paparkan merupakan hanya berasal dari satu supplier yang telah berhasil diselidiki oleh Bareskrim.

Sedangkan untuk supplier lainnya, Menteri Nila belum bisa memaparkan RS atau pihak yang menggunakan vaksin palsu dari sumber lainnya tersebut.

"Tadi kan hanya Jabodetabek. Ini akan dilakukan penyebaran penyelidikan, dari dua distributor saja belum terbuka seluruhnya. Jadi ini akan dibuka," tuturnya.

Menteri pun memaklumi kinerja Bareskrim dalam penanganan kasus tersebut dan akan menyetujui permintaan Bareskrim agar menahan informasi lanjutan mengenai RS yang menggunakan vaksin palsu sembari memantau perkembangan penyelidikan lebih lanjut.

"14 rumah sakit yang sudah kita keluarkan (daftarnya) hari ini, karena memang baru diizinkan untuk memberitahukan (ke masyarakat)," ujarnya.

RS yang terbukti menggunakan vaksin palsu antara lain RS dr Sander Cikarang, Bhakti Husada (Terminal Cikarang), Sentral Medika (Jln. Industri Pasir Gombong), RSIA Puspa Husada.

Selanjutnya, Karya Medika (Tambun), Kartika Husada (Jln. MT Haryono, Bekasi), Sayang Bunda (Pondok Ungu, Bekasi), Multazam Bekasi, Permata (Bekasi), RSIA Gizar (Villa Mutiara Cikarang), Harapan Bunda (Kramat Jati, Jakarta Timur), Elisabeth (Narogong, Bekasi), Hosana Lippo Cikarang, dan Hosana Bekasi (Jln. Pramuka).

Sementara itu, enam bidan dan dua klinik yang terindikasi menggunakan vaksin palsu antara lain Bidan Lia (Cikarang), Bidan Lilik (Perum Graha Melati Tambun), Bidan Klinik Tabina (Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang), Bidan Iis (Perum Seroja Bekasi).

Selanjutnya, Bidan Mega (Puri Cikarang Makmur Sukaresmi), Bidan M. Elly Novita (Ciracas, Jakarta Timur), dan Klinik dr Ade Kurniawan (Rawa Belong, Slipi Jakarta Barat), dan Klinik Dafa DR (Baginda Cikarang).(ant)

  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Penyelidikan Kerusakan Hutan di Bintan Jalan Ditempat

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Penyelidikan yang dilakukan penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap kerusakan lingkungan dan hutan akibat pertambangan bauksit di Kabupaten Bint

  • 2 tahun lalu

    Bio Farma Ekspor Vaksin ke Papua Nugini

    BANDUNG (EKSPOSnews): Badan usaha milik negara penghasil vaksin PT Bio Farma melepas ekspor vaksin ke Papua Nugini untuk pertama kali pada 2018. "Kami mengekspor vaksin Polio (bOPV 20ds) untuk pengiri

  • 2 tahun lalu

    Dinkes Pekanbaru Hentikan Pemberian Vaksin MR

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru sepakat untuk menghentikan sementara alias menunda pemberian vaksin Measles Rubella (MR) kepada masyarakat sebagai tindak lanjut atas di

  • 2 tahun lalu

    Underpass Katamso Medan, 3 Tahun Perbaharuan SHM Tak Tuntas

    MEDAN (EKSPOSnews): Janji penerbitan pembaharuan Sertifikat Surat Hak Milik (SHM) warga Jl AH Nasution Titi Kuning Medan, Sumatera Utara mengendap di PPK 18 hingga tiga tahun terhitung sejak 2015.Staf

  • 2 tahun lalu

    Pencemaran Danau Toba Harus Dituntaskan

    MEDAN (EKSPOSnews): Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Utara meminta pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelidiki perusahaan, yang telah mencemari air Danau Toba.D

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99