Kamis, 27 Jun 2019

Penjernih Air untuk Kebutuhan Medis di Palu

Oleh: alex
Selasa, 02 Okt 2018 03:39
BAGIKAN:
reuters.
Air.
JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Kesehatan(Kemenkes) mengirimkan obat penjernih air untuk menghasilkan penggunaan air bersih yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan medis.

"Dari kami akan mengirim penjernih air dari Makassar, 1000-an lebih untuk setiap 70 liter air yang dibersihkan," kata Menteri Kesehatan(Menkes), Nila Moeloek di kantor Kemenkes Jakarta, Senin 1 Oktober 2018.

Dia mengatakan air bersih sangat diperlukan untuk kebutuhan tindakan medis.

Selain itu, Menkes juga mengatakan rumah sakit membutuhkan listrik agar bisa melakukan tindakan operasi.

"Tindakan operasi membutuhkan perlu listrik, dan genset tidak ada BBM-nya. Rumah sakit mempunyai genset, tetapi ngga ada BBM-nya," kata Menkes.

Dia menekankan bahwa petugas kesehatan akan sulit melakukan tindakan selama kamar operasi belum optimal.

Menkes mengatakan untuk saat ini obat-obatan masih cukup, namun masih memerlukan stok untuk keperluan di hari-hari berikutnya.

Selain itu para tenaga medis yang sudah dikerahkan oleh Kemenkes sejak Sabtu (29/9) juga telah berada di lokasi bencana di Palu.

Menkes mengatakan Kemenkes berupaya mengirimkan Antitetanus Serum (ATS) bekerja sama dengan PT Bio Farma untuk pengobatan tetanus. Luka para korban yang terus menerus terbuka dikhawatirkan bisa terinfeksi bakteri dan mengakibatkan tetanus.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 minggu lalu

    RS Semen Padang Tak Layani Lagi Peserta BPJS Kesehatan

    PADANG (EKSPOSnews): Rumah Sakit Semen Padang atau Semen Padang Hospital tidak lagi melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat mulai awal Juni 2019 seiring tidak berlanjutnya ker

  • 4 minggu lalu

    Iuran BPJS Kesehatan Belum Cukup untuk Danai Biaya Orang Sakit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menunjukkan keuangan BPJS Kesehatan dalam pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional masih tekor atau tidak seimbang anta

  • satu bulan lalu

    Bagaimana Menagih Tunggakan Jaminan Kesehatan Nasional?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tunggakan iuran program jaminan kesehatan nasional dari peserta bukan penerima upah dan bukan pekerja mencapai Rp2,1 triliun pada 2018 menurut data Badan Penyelenggara Jaminan So

  • satu bulan lalu

    Harita Nickel Peduli Terhadap Kesehatan Bayi

    TERNATE (EKSPOSnews): Harita Nickel Division menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan bayi dan balita sehat di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan,  Provinsi Maluku Utara mel

  • 2 bulan lalu

    BPJS Kesehatan Cabang Dumai Bayar Klaim Jatuh Tempo

    DUMAI (EKSPOSnews): BPJS Kesehatan Cabang Dumai, Provinsi Riau, telah membayarkan utang klaim jatuh tempo sebesar total Rp37 miliar hingga April 2019 ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan ti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99