Sabtu, 23 Mar 2019

Pengidap HIV/AIDS di Pamekasan Melonjak

Oleh: marsot
Kamis, 29 Nov 2018 02:26
BAGIKAN:
istimewa.
Pemaparan perkembangan HIV/AIDS.
PAMERKASAN (EKSPOSnews): Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur Ali Maksum menyatakan, pengidap human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) di wilayahnya tahun ini meningkat, dibanding 2017.

"Hingga Oktober 2018 ini, pengidap HIV/AIDS di Pamekasan ini terdata sebanyak 74 orang, sedangkan pada 2017 sebanyak 67 orang," katanya di Pamekasan, Rabu 28 November 2018.

Ali Maksum menjelaskan hasil deteksi pengidap HIV/AIDS yang dilakukan petugas medis di Pamekasan selama ini.

"Jika dibanding 2017, lebih banyak tujuh orang, karena pada 2017 hanya 67 orang," katanya.

Ia menuturkan, jumlah warga Pamekasan yang pengidap HIV/AIDS itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang difasilitasi oleh Dinkes Pamekasan.

Tidak menutup kemungkinan, kata dia, masih ada penderita penyakit yang belum diketahui, karena jumlah warga yang positif HIV/AIDS tersebut hanya bagi yang melakukan pemeriksaan saja.

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Menurut Ali Maksun, HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga memungkinkan penyakit, bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh pengidap.

Jenis virus ini, tidak seperti virus lainnya, karena tubuh yang terserang virus ini akan tetap berada dalam tubuh sang pengidap sepanjang hidup.

Sedangkan, AIDS adalah kondisi yang paling parah dari penyakit HIV dan ditandai dengan munculnya penyakit lain, seperti kanker dan berbagai infeksi, yang muncul seiring dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh Anda.

Menurut Maksum, ada beberapa faktor pemicu penularan penyakit tersebut, diantaranya perilaku menyimpang seperti homoseksual, gonta-ganti pasangan, pengguna narkoba melalui jarum suntik yang menggunakan jarum suntik bekas orang lain pengidap HIV/AIDS.

Sekretris Dinkes Pemkab Pamekasan Ali Maksum menjelaskan, pemerintah telah menyediakan obat gratis bagi warga yang positif mengidap jenis penyakit itu, dengan obat antiretroviral (ARV).

Kehadiran obat antiretroviral (ARV) bisa meringankan penderita HIV/AIDS, tapi belum bisa memberantas penyakit tersebut. Caranya dengan dilakukan terapi, rutin dan disiplin, sehingga dengan cara itu bisa membantu meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia hidup pengidap.

Terapi ARV secara teratur sangat penting bagi orang dengan HIV positif, karena akan menekan jumlah virus HIV yang ada di tubuh sekaligus menjaga kekebalan tubuh.

Menurut Maksum, minum obat ARV bagi mereka yang HIV positif akan mencegah penularan pada orang lain, mencegah munculnya gejala AIDS, menjaga produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup.

Dulu, tidak semua ODHA bisa memulai terapi ARV, (hanya ODHA dengan persyaratan klinis tertentu), kini dengan perkembangan penelitian klinis yang dilakukan pada ARV memungkinkan para ODHA untuk segera memulai terapi sedini mungkin tanpa perlu mengkhawatirkan kondisi klinis mereka.

"Ini dikarenakan bukti penelitian menunjukkan ARV memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan dan ketahanan hidup pasien," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Biaya Kargo Melonjak

    JAKARTA (EKSPOSnews): Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) menilai tingginya tarif Surat Muatan Udara (SMU) yang membuat kenaikan biaya kargo berdampak pa

  • 3 bulan lalu

    Penetrasi Internet Luar Biasa

    JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penetrasi internet di Indonesia berkembang dengan pesat, yaitu dari 25,37 persen pada 2016 menjadi 32,34 persen pada 2017."Hal ini dapat mend

  • tahun lalu

    Penjualan Pertalife Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) 1 area Sumatera bagian Utara mencatat pertumbuhan penjualan produk Pertalite meningkat cukup tajam sebesar 65 persen pad

  • tahun lalu

    Kasus Perceraian di PN Bengkalis Melonjak

    BENGKALIS (EKSPOSnews): Pengadilan Negeri Kelas II Bengkalis, Provinsi Riau mencatat kasus perceraian pada tahun 2017 di daerah itu meningkat tinggi dibandingkan tahun 2016."Sidang kasus perceraian me

  • tahun lalu

    Pelanggan Data XL Melonjak

    DENPASAR (EKSPOSnews): PT XL Axiata Tbk. pada pergantian tahun 2017 ke 2018 pelayanan data mengalami peningkatan mencapai 160 persen lebih dibanding hari biasa."Jaringan data provider kami mengalami p

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99