Senin, 11 Des 2017
  • Home
  • Kesehatan
  • Pengembangan RSUD Pirngadi Ditawarkan kepada Jepang

Pengembangan RSUD Pirngadi Ditawarkan kepada Jepang

Oleh: Marsot
Rabu, 09 Agu 2017 19:30
BAGIKAN:
istimewa
Rumah sakit.
JAKARTA (EKSPOSnews): Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerja sama Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Pemerintah Kota Medan menawarkan proyek pengembangan RSUD dr Pirngadi Kota Medan senilai Rp546 miliar.

Melalui kegiatan "Market Sounding" yang digelar di Jakarta, bertujuan untuk mendapatkan masukan dari peserta untuk meningkatkan kualitas studi kelayakan proyek untuk kemudian menjadi siap dilelang.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba P. Hutapea menyatakan kegiatan Market Sounding ini dilaksanakan oleh BKPM sebagai salah satu kegiatan dari Kantor Bersama Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang telah dibentuk pada Februari 2017 yang lalu.

Kantor Bersama KPBU itu memiliki empat fungsi utama, yaitu sebagai pusat informasi terpadu mengenai proyek KPBU, sarana penguatan kapasitas aparatur negara dalam hal KPBU, pusat pelayanan dan pendampingan proyek KPBU, serta pusat koordinasi antara simpul-simpul KPBU di masing-masing kementerian dan lembaga.

BKPM sendiri memiliki tugas melakukan kegiatan Market Sounding serta pelayanan perizinan dan non perizinan di bidang penanaman modal.

"Ketersediaan infrastruktur yang memadai akan menstimulasi pertumbuhan ekonomi dan mendukung peningkatan investasi, baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), dan Koperasi," kata Tamba di Jakarta, Rabu 9 Augustus 2017.

Pengembangan potensi pembiayaan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan meningkatkan pemanfaatan skema KPBU.

"Kerja sama itu dilaksanakan dalam rangka mempercepat pencapaian sasaran pembangunan nasional dengan melibatkan badan usaha, khususnya pihak swasta, dalam penyediaan infrastruktur publik," ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh lebih kurang 60 orang peserta yang terdiri dari investor yang bergerak di bidang jasa pengelolaan rumah sakit, kontraktor, industri dan penyalur alat kesehatan, perbankan, lembaga keuangan, dan konsultan terkait, baik perusahaan asing maupun perusahaan dalam negeri di antaranya GE Healthcare, Marubeni, Nusantara Infrastructure, Hyundai Engineering, PricewaterhouseCoopers, Deloitte, BNP Paribas, dan lain-lain.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin berharap pengembangan rumah sakit tersebut dapat memberikan pelayanan kesehatan berkualitas bagi ssluruh masyarakat.

"Dengan pengembangan rumah sakit ini, pelayanan yang diberikan semakin berkualitas, pelanggan semakin meningkat baik masyarakat yang berpenghasilan tinggi maupun masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga menjadi subsidi silang yang lebih mengoptimalkan fungsi sosial rumah sakit dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat," katanya.

Sementara Kepala Bappeda Kota Medan Wiriya Alrahman menjelaskan proyek pengembangan RSUD ini diharapkan dapat menarik seluruh lapisan masyarakat untuk berobat (peserta BPJS-PBI, peserta BPJS-Non PBI, pasien umum).

"Selain itu, dengan adanya layanan medis lanjutan serta kenyamanan dan kemudahan yang didapat melalui pendirian ruang perawatan baru diharapkan dapat pula meningkatkan kinerja keuangan rumah sakit," katanya.

Dalam rangka merealisasikan kebijakan penggunaan skema KPBU dalam penyediaan infrastruktur di Indonesia, Market Sounding adalah program BKPM untuk mempromosikan proyek-proyek infrastruktur yang ditawarkan kepada badan usaha.

Selain mempromosikan proyek infrastruktur, dalam kegiatan ini pula disampaikan kebijakan-kebijakan terbaru dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur.

RSUD dr. Pirngadi Kota Medan pertama kali didirikan tanggal 11 Agustus 1928 oleh Pemerintah Belanda. Cakupan proyek pengembangan rumah sakit ini meliputi pembangunan ruang perawatan, ruang pelayanan medis dan renovasi bangunan serta pengadaan alat-alat kesehatan.

Skema KPBU yang akan digunakan untuk pengembalian investasi adalah "availability payment" di mana pemerintah akan melakukan pembayaran kepada investor secara berkala atas tersedianya fasilitas rumah sakit selama masa konsesi.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    39 Perawat dari Deli Serdang Lulus ke Jepang

    LUBUKPAKAM (EKSPOSnews): Sebanyak 39 tenaga perawat lulusan Deli Husada Deli Tua dan Medistra Lubuk Pakam lulus seleksi untuk bekerja sebagai tenaga kesehatan Kangosi (perawat) dan Carewoker (Perawat

  • 7 bulan lalu

    AIRASIA X INDONESIA BERANGKAT DARI NARITA,JEPANG

    AirAsia X Indonesia CEO Sulistyo Nugroho Hanung (third from left) and Consul General of Japan in Denpasar, H. E. Hirohisa CHIBA (third from right) shake hands during the celebration of Bali - Tokyo Na

  • 12 bulan lalu

    Wakil Menteri Jepang di Pelindo 1

    MEDAN (EKSPOSnews): PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 menerima kunjungan delegasi Jepang yang dipimpin oleh Vice Minister for Transport, Tourism and International Affairs Mr. Hirosh

  • tahun lalu

    Perusahaan Jepang Sponsor Utama Barcelona

    MADRID (EKSPOSnews): Barcelona telah menyepakati kesepakatan berdurasi empat tahun untuk sponsor di kaus mereka dengan pengecer internet Jepang Rakuten, yang bernilai sebesar 55 juta euro per tahun

  • tahun lalu

    Pernikahan Sandra Dewi Tinggal Menghitung Hari

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hari pernikanan Sandra Dewi dengan pengusaha Harvey Moeis yang rencananya akan digelar pada November mendatang semakin dekat. Persiapan menuju pelaminan pun sudah banyak

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99