Sabtu, 30 Mei 2020

Pengedar Obat Kedaluarsa Harus Ditindak Tegas

Selasa, 06 Sep 2016 09:22
BAGIKAN:
ist
Obat kedaluarsa (ilustrasi).

DEPOK (EKSPOSnews): Ekonom Universitas Indonesia (UI) Rizal Edi Halim meminta aparat berwenang menindak tegas pelaku yang mengedarkan obat-obat kedaluwarsa, agar tidak terjadi lagi.

"Perpanjangan masa kedaluwarsa yang digunakan sebagai salah satu bahan makanan perlu ditindak tegas oleh otoritas yang berwenang," katanya di kampus UI Depok, Jabar, Selasa 6 September 2016.

Ia mengatakan kejadian ini jelas melanggar UU Perlindungan Konsumen No 8 tahun 1999.

Untuk itu Polri, BPOM dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) perlu menelusuri dan menindak praktik seperti ini.

"Penindakan tegas terkait perpanjangan kadaluwarsa bahan makanan produk tertentu ini dengan pertimbangan memberi rasa keamanan bagi masyarakat (konsumen) dan memberi sinyal penegakan hukum dalam upaya perlindungan konsumen," katanya.

Dikatakannya meskipun perpanjangan waktu kedaluwarsa bisa saja tidak membahayakan bagi kesehatan konsumen tetapi ini termasuk upaya tidak memberikan informasi yang benar kepada masyarakat pengguna obat tersebut.

Sebelumnya Polda Metro Jaya mengungkap peredaran obat kedaluwarsa di Pasar Pramuka Jakarta Timur dengan tersangka pemilik Apotek Rahmat berinisial N.

"Tersangka N menjual obat kedaluwarsa sejak setahun lalu," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran.

Fadil menuturkan, N dibantu tiga orang pekerja dengan penghasilan mencapai Rp10 juta per bulan dari praktik jual beli obat kedaluwarsa itu.

Kepala Unit 2 Subdirektorat Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Wahyu Nugroho menambahkan N mulai berbisnis obat di apotek sejak 2006 di Pasar Pramuka.

Sejak 2006 hingga 2009, N tidak pernah menjual obat yang telah melewati batas masa berlaku itu, namun mulai 2010 tersangka menyimpan di kontrakannya kawasan Kayu Manis Jakarta Timur.

Wahyu mengungkapkan, N mulai mengetahui cara mengubah tanggal kedaluwarsa obat menggunakan cairan tiner yang tertera pada kemasan sejak 2015.

Tersangka N mengubah angka paling belakang pada batas waktu kedaluwarsa dari 2010 menjadi 2017 atau 2018.(ant)


  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Pelaku Anarkis Ditindak Tegas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono akan menindak tegas oknum atau pihak-pihak tertentu yang melakukan tindakan anarkis sesuai dengan undang-undang yang berlaku.“Ki

  • tahun lalu

    7 Pengedar Narkoba Jaringan Bandung Ditangkap

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap tujuh pengedar narkoba jaringan Bandung, Jawa Barat, yang telah mengedarkan sabu-sabu sebanyak 4 kg ke Kendari, Sulawesi Tenggara.K

  • tahun lalu

    Polisi Tangkap Pengedar Obat Keras di Sangihe

    MANADO (EKSPOSnews): Satuan Reserse Narkoba Polres Kepulauan Sangihe menangkap pengedar obar keras yang beroperasi di wilayah hukum kepolisian tersebut.Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Sudung Ferdinan

  • tahun lalu

    Hakim Vonis Mati Pengedar 55 kg Sabu

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bengkalis, Provinsi Riau, menjatuhkan hukuman mati untuk tiga jaringan sindikat pengedar 55 kilogram sabu-sabu serta 46.000 ekstasi.Dalam putusa

  • 2 tahun lalu

    Polres Lhokseumawe Tangkap Pasutri Pengedar Narkoba

    LHOKSEUMAWE (EKSPOSnews): Jajaran Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh menangkap pasangan suami isteri pengedar Narkotika jenis sabu-sabu di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara.Pasangan suami isteri ya

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99