Selasa, 23 Jul 2019

Penderita HIV/AIDS di Riau Melonjak

Oleh: Jallus
Sabtu, 02 Des 2017 07:10
BAGIKAN:
istimewa.
Relawan AIDS/HIV.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah warga setempat yang mengidap penyakit HIV dan AIDS dalam kurun waktu 10 tahun mencapai 4.400 jiwa.

"Dalam 10 tahun penderita HIV/Aids Riau terakumulasi 4.400 jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir usai aksi turun kejalan membagikan bunga dan menempel stiker "Saya Berani, Saya Sehat" sempena hari HIV/Aids se-dunia di Pekanbaru, Jumat 1 Desember 2017.

Mimi menjelaskan jumlah tersebut memang tidak merata terdata di tiap tahunnya, yang pasti dipencatatan lima tahun pertama trend kasusnya meningkat. Namun seiring waktu memasuki lima tahun kedua menurun.

"Bahkan tiga tahun terakhir ini kasus HIV/Aids di Riau angkanya turun, " ujar Mimi.

Mimi membandingkan angka temuan HIV/Aids di 2016 jumlahnya ada 572 penderita, namun hingga Oktober 2017 baru ada 280 kasus.

"Ini artinya ada penurunan hampir separohnya," imbuh dia.

Penurunan jumlah kasus ini sebut Mimi bisa oleh dua faktor, pertama memang benar penderitanya yang menurun artinya warga mulai sadar dan menjaga perbuatan yang menyebabkan tertular HIV/Aids.

Kedua bisa karena masyarakat yang mulai enggan memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counseling and Testing atau konsel AIDS dan test (VCT) sehingga tidak terjaring atau terdatanya penderita baru.

"Kita tidak menampik orang belakangan makin enggan memeriksakan diri ke klinik VCT karena adanya stikma di masyarakat bahwa HIV/Aids itu penyakit kutukan yang tidak bisa di sembuhkan, " tutur Mimi.

Padahal pendapat itu salah karena walau virus HIV/Aids tidak dapat dimusnahkan dari tubuh penderita, namun dengan obat-obatan yang tersedia kini bisa ditekan pertumbuhannya. Apalagi jika rutin dikonsumsi seumur hidup oleh penderita usianya justru bisa lebih panjang dan tetap mampu beraktifitas seperti orang normal.

"Pemahaman inilah yang terus perlu disosialisasikan ke masyarakat bahwa penderita HIV/Aids bisa hidup normal, dan orangnya tidak perlu dikucilkan dan ditakuti, " tutur Mimi.

Ia menambahkan selama ini upaya Diskes memberikan penyuluhan edukasi bahwa HIV/Aids itu sama dengan penyakit lainnya, terus dilakukan hingga pelosok kabupaten/kota.

"Fasilitas layanan pemeriksaan dan obat juga kita siapkan klinik VCT yang tersedia di semua Rumah Sakit kabupaten/kota. Bahkan di Pekanbaru hampir semua Puskesmas melayani, " tegasnya.

Selain juga sambung dia menambahkan Diskes bekerjasama dengan stakeholder terkait seperti Dinas Sosial dan Satpol PP mendatangi beberapa pusat kegiatan khusus atau kunci yang menjadi lokasi berjangkitnya HIV/Aids seperti tempat hiburan malam, panti pijat dan sebagainya untuk pemeriksaan sekaligus penyuluhan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 7 hari lalu

    Kredit Fiktif di Bank RiauKepri

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Empat terdakwa dugaan korupsi kredit fiktif Bank Riau-Kepulauan (BRK) Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu, disebut telah merugikan keuangan negara hingga Rp32,4 mil

  • 2 minggu lalu

    Konflik Gajah Sumatera di Riau Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Konflik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) liar di Provinsi Riau dengan manusia menunjukkan kenaikan dua kali lipat pada tahun ini.“Dari data saat ini dalam periode

  • 3 minggu lalu

    Menambah Helikopter Pengebom Air ke Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu helikopter pengebom air guna mengatasi meningkatnya jumlah titik api yang mengindikasikan kebakaran hutan dan

  • 3 minggu lalu

    Penderita Gagal Ginjal di Kepri Meningkat

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah penderita gagal ginjal di wilayah itu lebih dari 800 orang.Kepala Dinkes Kepri, Tidak Yudiana di Ta

  • satu bulan lalu

    Penderita HIV-AIDS di Kupang Meningkat

    KUPANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendata jumlah penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di kota itu sa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99