Selasa, 14 Agu 2018

Penderita HIV/AIDS di Riau Melonjak

Oleh: Jallus
Sabtu, 02 Des 2017 07:10
BAGIKAN:
istimewa.
Relawan AIDS/HIV.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat jumlah warga setempat yang mengidap penyakit HIV dan AIDS dalam kurun waktu 10 tahun mencapai 4.400 jiwa.

"Dalam 10 tahun penderita HIV/Aids Riau terakumulasi 4.400 jiwa," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir usai aksi turun kejalan membagikan bunga dan menempel stiker "Saya Berani, Saya Sehat" sempena hari HIV/Aids se-dunia di Pekanbaru, Jumat 1 Desember 2017.

Mimi menjelaskan jumlah tersebut memang tidak merata terdata di tiap tahunnya, yang pasti dipencatatan lima tahun pertama trend kasusnya meningkat. Namun seiring waktu memasuki lima tahun kedua menurun.

"Bahkan tiga tahun terakhir ini kasus HIV/Aids di Riau angkanya turun, " ujar Mimi.

Mimi membandingkan angka temuan HIV/Aids di 2016 jumlahnya ada 572 penderita, namun hingga Oktober 2017 baru ada 280 kasus.

"Ini artinya ada penurunan hampir separohnya," imbuh dia.

Penurunan jumlah kasus ini sebut Mimi bisa oleh dua faktor, pertama memang benar penderitanya yang menurun artinya warga mulai sadar dan menjaga perbuatan yang menyebabkan tertular HIV/Aids.

Kedua bisa karena masyarakat yang mulai enggan memeriksakan diri ke klinik Voluntary Counseling and Testing atau konsel AIDS dan test (VCT) sehingga tidak terjaring atau terdatanya penderita baru.

"Kita tidak menampik orang belakangan makin enggan memeriksakan diri ke klinik VCT karena adanya stikma di masyarakat bahwa HIV/Aids itu penyakit kutukan yang tidak bisa di sembuhkan, " tutur Mimi.

Padahal pendapat itu salah karena walau virus HIV/Aids tidak dapat dimusnahkan dari tubuh penderita, namun dengan obat-obatan yang tersedia kini bisa ditekan pertumbuhannya. Apalagi jika rutin dikonsumsi seumur hidup oleh penderita usianya justru bisa lebih panjang dan tetap mampu beraktifitas seperti orang normal.

"Pemahaman inilah yang terus perlu disosialisasikan ke masyarakat bahwa penderita HIV/Aids bisa hidup normal, dan orangnya tidak perlu dikucilkan dan ditakuti, " tutur Mimi.

Ia menambahkan selama ini upaya Diskes memberikan penyuluhan edukasi bahwa HIV/Aids itu sama dengan penyakit lainnya, terus dilakukan hingga pelosok kabupaten/kota.

"Fasilitas layanan pemeriksaan dan obat juga kita siapkan klinik VCT yang tersedia di semua Rumah Sakit kabupaten/kota. Bahkan di Pekanbaru hampir semua Puskesmas melayani, " tegasnya.

Selain juga sambung dia menambahkan Diskes bekerjasama dengan stakeholder terkait seperti Dinas Sosial dan Satpol PP mendatangi beberapa pusat kegiatan khusus atau kunci yang menjadi lokasi berjangkitnya HIV/Aids seperti tempat hiburan malam, panti pijat dan sebagainya untuk pemeriksaan sekaligus penyuluhan.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Pemprov Riau Usulkan Pergantian Kapal Roro

    DUMAI (EKSPOSnews): Dinas Perhubungan Provinsi Riau mengusulkan penggantian kapal penyeberangan Roro Dumai-Tanjung Kapal Bengkalis agar lebih besar dari Kapal Motor Penumpang Kakap ke KMP Gajah Mada y

  • satu minggu lalu

    Kepolisian Riau Amankan Ratusan Kilogram Narkotika

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kepolisian Daerah Riau menyatakan sebanyak 232,46 kilogram sabu-sabu senilai Rp230 miliar lebih narkoba jenis sabu-sabu disita sepanjang Januari hingga awal Agustus 2018."Kondi

  • 2 minggu lalu

    Pemprov Riau Tagih Saham di Blok Rokan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemprov Riau meminta PT Pertamina (Persero) untuk memberikan hak saham partisipasi (participating interest) bagi perusahaan daerah berupa 10 persen saham dalam pengelolaan Blok

  • 2 minggu lalu

    Pemprov Riau Berambisi Ikut Kelola Blok Rokan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Riau mengaku sudah mengirimkan surat keinginan untuk ikut mengelola Blok Rokan yang kontraktornya dari PT Chevron Pacific Indonesia akan berakhir pada 2021.

  • 2 minggu lalu

    Polda Riau Sita Kayu Ilegal

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Riau menangkap satu unit kapal tradisional yang membawa tiga ton kayu ilegal jenis campuran di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti."Sat

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99