Sabtu, 30 Mei 2020

Penderita HIV/AIDS di Kepri Memprihatinkan

Oleh: marsot
Selasa, 02 Apr 2019 13:41
BAGIKAN:
istimewa.
Pemerhati AIDS.
TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Angka penderita HIV/Aids di Provinsi Kepulauan Riau sangat memprihatinkan berdasarkan hasil survei Dinas Kesehatan setempat.

"Dari jumlah homoseksual, waria dan PSK yang kami periksa kesehatannya, masyarakat dapat menilai apakah ini bencana atau tidak. Mengerikan!" kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa 2 April 2019.

Berdasarkan hasil survei kesehatan yang dilakukan petugas terhadap 250 orang pria yang menyukai sesama jenis, 23 orang di antaranya positif HIV Aids. Penderita HIV Aids itu seluruhnya berada di Batam.

Sememtara dari 400 orang pekerja seks komersial (PSK), 5 di antaranya positif HIV Aids. Para PSK yang terjangkit HIV Aids juga berdomisili di Batam.

"Sebanyak 53 orang waria yang diperiksa kesehatannya, 3 di antaranya terjangkit HIV Aids. Tiga kasus HIV Aids waria terjadi di Tanjungpinang," ujarnya.

Tjetjep menjelaskan jumlah penderita HIV Aids yang didata Dinkes Kepri bukan angka yang akurat, karena lebih banyak pelaku homo seksual, waria dan PSK yang tidak ingin diperiksa kesehatannya. Mereka kemungkinan takut diperiksa, dan tidak siap mengetahui penyakit yang dideritanya setelah melakukan hubungan seks bebas dan menyimpang.

"Kami tidak memiliki kapasitas untuk memeriksanya," katanya.

Tjetjep mengemukakan jumlah penderita HIV Aids bisa jauh lebih banyak dari temuan petugas kesehatan di Kepri. Penularan virus mematikan itu akan terus terjadi sepanjang masih ada anggota masyarakat dan para penderita HIV Aids berprilaku seks bebas dan menyimpang.

"Ini yang kita sebut dengan fenomena gunung es. Dari jumlah yang terdata sedikit tetap fakta sebenarnya dapat menjadi sangat banyak," ucapnya.

Tjetjep sendiri merasa harus membeberkan permasalahan serius penularan HIV Aids ini untuk mencegah penularan secara massif. Ia menilai perubahan prilaku seks harus dilakukan agar tidak terjangkit penyakit yang belum ada obatnya tersebut.

"Kami berharap seluruh organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat bersama-sama mencegah agar HIV Aids tidak menular lagi," katanya.

Menurut dia, penularan HIV Aids melalui jarum suntik sampai sekarang belum ditemukan Dinkes Kepri. Namun bukan berarti tidak ada, karena pengguna narkoba cenderung tertutup.

"Kami berharap ada kajian khusus terhadap persoalan ini, yang melibatkan tim ahli," katanya.

Tjetjep mengatakan penyakit HIV Aids sampai sekarang belum ada obatnya. Lembaga kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas hanya memiliki obat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Gairah seks penderita HIV Aids itu sama seperti manusia normal. Karena itu, harus diwaspadai," jelasnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 11 bulan lalu

    Kasus HIV/AIDS di Jabar Melonjak

    BANDUNG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga Desember 2018 sudah ada 37.485 kasus HIV dan 10.370 kasus AIDS di wilayah Jawa Barat."Saat ini, di Jawa Barat, sudah ada 37.

  • 12 bulan lalu

    Penderita HIV-AIDS di Kupang Meningkat

    KUPANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mendata jumlah penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus-Acquired Immuno Deficiency Syndrome (HIV-AIDS) di kota itu sa

  • tahun lalu

    Ribuan Warga Papua Meninggal Dunia karena HIV/AIDS

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua menyatakan, sebanyak 2.299 warga Papua di 28 kabupaten dan satu kota di provinsi itu meninggal karena terinfeksi penyakit HIV/AIDS Kepala

  • tahun lalu

    88 yang Terkena AIDS di Pekanbaru Ternyata Berstatus Karyawan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Riau merekap jumlah kumulatif kasus AIDS menurut pekerjaan di daerah itu periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebanyak 88 kasus adalah karyawan."Berik

  • 2 tahun lalu

    Pengidap HIV/AIDS di Pamekasan Melonjak

    PAMERKASAN (EKSPOSnews): Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur Ali Maksum menyatakan, pengidap human immunodeficiency virus infection and acquired immune deficiency syndrome (HIV/A

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99