Rabu, 17 Okt 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • Pelita Air Service Siapkan Helikopter untuk Layanan Khusus Orang Sakit

Pelita Air Service Siapkan Helikopter untuk Layanan Khusus Orang Sakit

Oleh: marsot
Kamis, 10 Mei 2018 04:55
BAGIKAN:
wikipedia.
Pelita Air Service.
JAKARTA (EKSPOSnews): PT Pelita Air Service (PAS) berencana menyiapkan layanan helikopter untuk kebutuhan darurat medis di jalan tol pada 2018.

Direktur Utama PAS Dani Adriananta  mengatakan layanan baru itu merupakan upaya perusahaan mendorong bisnis di luar sektor minyak dan gas bumi.

"Pada 2018 kami merencanakan untuk masuk bisnis baru yaitu 'helicopter emergency medical services' di mana kami akan kolaborasi dengan Pertamina Grup dan sinergi BUMN lain," katanya di Jakarta, Rabu 9 Mei 2018.

Layanan helikopter, yang dilengkapi dengan tenaga dan fasilitas medis itu akan diluncurkan guna mengantisipasi kebutuhan dan keperluan operasional jalan tol.

"Nantinya kami bisa bekerja sama dengan PT Jasa Marga atau operator jalan tol lainnya seperti PT Waskita Karya atau PT Hutama Karya dan lainnya," katanya.

Selain bekerja sama dengan BUMN khususnya para pengelola jalan tol, anak usaha PT Pertamina (Persero) itu juga berkolaborasi dengan rumah sakit pemerintah dan rumah sakit BUMN khususnya yang berada dalam grup perusahaan induk.

Layanan tersebut nantinya akan fokus pada "call center" 24 jam untuk penanganan trauma, serangan jantung, luka bakar, kecelakaan, dan keadaan darurat lainnya.

Dani mengatakan selain masuk ke bisnis medis, perusahaan juga mulai mengembangkan layanan penerbangan seperti transportasi penumpang, pertambangan hingga pertanian.

Penyebaran bisnis dilakukan agar perusahaan tidak hanya fokus di bisnis migas menyusul pengalaman pahit saat harga minyak dunia anjlok.

"Selain di bisnis 'aero', kami juga ada kegiatan non-'aero' di mana kami punya kompetensi di sana seperti 'maintenance aero services' (layanan pemeliharaan pesawat) juga 'training center' (pelatihan) termasuk juga layanan industrial," katanya.

Saat ini, separuh porsi pendapatan perseroan didapat dari bisnis migas sementara sisanya berasal dari campuran antara bisnis nonmigas dan non-"aero".

Pelita Air Service membukukan pendapatan perusahaan dalam tiga tahun terakhir juga mengalami perbaikan. Pada 2015, pendapatan perusahaan sebesar 52,67 juta dolar AS, kemudian naik pada 2016 menjadi 53,34 juta dolar AS dan pada 2017 meningkat menjadi 56,54 juta dolar AS.

Sementara iti, pada 2015, perusahaan mengalami kerugian 21,25 juta dolar AS. Lalu pada 2016 posisi laporan keuangan membaik dengan untung 480 ribu dolar AS, yang kemudian melejit drastis pada 2017 menjadi 2,7 juta dolar AS.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    15 Helikopter Siaga di Sumatera Selatan

    PALEMBANG (EKSPOSnews): Sebanyak 15 unit helikopter pembom air disiagakan di Sumatera Selatan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan karena sepanjang Agustus tercatat 240 titik panas yang tersebar

  • 3 bulan lalu

    5 Helikopter Pengebom Air untuk Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan tugas udara penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Satgas Udara Karhutla) Provinsi Riau menerbangkan lima unit helikopter pengebom air guna mengatasi kebakaran yang t

  • 4 bulan lalu

    Helikopter Dilibarkan Mencari Penumpang KM Sinar Bangun

    PARAPAT (EKSPOSnews): Proses pencarian penumpang dan kapal KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba pada hari kesembilan dilanjutkan dengan penggunaan helikopter.Di sela-sela pencarian di Pelabuhan Tiga

  • 5 bulan lalu

    Pelita Air Service Buka Rute Jakarta-Tanjung

    TANJUNG (EKSPOSnews): Bandar Udara Tanjung Warukin, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan akhirnya mulai beroperasi dengan menggunakan pesawat Pelita Air Service dengan rute Tanjung - Jakarta dan Jak

  • 7 bulan lalu

    Polda Sumut Laporkan Pilot Helikopter Polri

    MEDAN (EKSPOSnews): Polda Sumatera Utara telah melaporkan oknum Iptu T, pilot helikopter milik Polri yang diduga digunakan untuk mengangkut sepasang pengantin  Fihzan dengan Sartika, di Lapangan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99