Sabtu, 30 Mei 2020

Pelayanan BPJS Kesehatan Rumit dan Mahal

Rabu, 07 Sep 2016 13:22
BAGIKAN:
istimewa
BPJS Kesehatan.

JAKARTA (EKSPOSnews): Koordinator Pitapink Survivors & Warriors Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Shanty Gultom mengatakan layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan perlu disempurnakan agar kesehatan masyarakat meningkat.

"Penyempurnaan layanan itu menyangkut administrasi pelayanan di rumah sakit, dan layanan kesehatan serta pemberian obat-obatan yang sesuai kondisi sakit pasien," kata Shanty dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu 7 September 2016.

Shanty mengatakan sistem pelayanan BPJS Kesehatan saat ini berjenjang yang rumit, lama dan berbiaya tinggi sehingga pasien peserta BPJS harus memiliki kesabaran untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Shanty menceritakan pengalaman salah satu pasien kanker peserta BPJS Kesehatan yang harus datang pukul 03.00 dini hari untuk mendapatkan nomor antrean. Bila datang pukul 05.00, dipastikan sudah tidak mendapatkan nomor antrean.

"Perlu kesabaran tingkat tinggi untuk mengakses layanan kesehatan. Biaya tinggi juga karena setiap berobat pasien harus memfotokopi berkas-berkasnya. Padahal, seharusnya berkas-berkas itu sudah ada di komputer," tuturnya.

Permasalahan lain yang dihadapi pasien kanker peserta BPJS Kesehatan adalah keterbatasan sarana, prasarana dan sumber daya manusia di rumah sakit yang sangat kurang. Pernah terjadi kemoterapi harus terhenti karena alat di rumah sakit mengalami kerusakan.

"Pemahaman petugas BPJS Kesehatan di rumah sakit rujukan tingkat kedua dan ketiga juga tidak sama. Contohnya tentang surat perpanjangan rujukan, ada yang menyatakan harus dimulai dari awal ada yang tidak," paparnya.

Begitu pula dengan penyediaan dan administrasi obat-obatan. Shanty mengatakan masih banyak obat-obatan yang dibutuhkan pasien tetapi tidak dijamin atau dinyatakan tidak tersedia.

"Prosedur birokrasi untuk mendapatkan obat-obatan juga dirasa masih terlalu lama," ujarnya.

YKPI dan Yayasan Onkologi Anak Indonesia mengadakan Diskusi Panel "Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional Dalam Penjaminan Pelayanan Kepada Pasien Kanker Anak dan Kanker Payudara" di Auditorium Rumah Sakit Kepresidenan Gatot Subroto, Jakarta.(ant)


  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Menkes Kunjungi BPJS Kesehatan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Terawan Agus Putranto langsung mengunjungi kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Pusat sehari setelah serah terima jabatan di Kementerian Kesehatan untu

  • 10 bulan lalu

    Mengusut Penyimpangan Dana BPJS Kesehatan di Sumut

    MEDAN (EKSPOSnews): Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengusut dugaan terjadinya penyimpangan yang dilakukan rumah sakit swasta dan klinik di Medan melalui klaim dana BPJS Kesehatan bagi masyarakat."Tim

  • 12 bulan lalu

    RS Semen Padang Tak Layani Lagi Peserta BPJS Kesehatan

    PADANG (EKSPOSnews): Rumah Sakit Semen Padang atau Semen Padang Hospital tidak lagi melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat mulai awal Juni 2019 seiring tidak berlanjutnya ker

  • 12 bulan lalu

    Iuran BPJS Kesehatan Belum Cukup untuk Danai Biaya Orang Sakit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menunjukkan keuangan BPJS Kesehatan dalam pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional masih tekor atau tidak seimbang anta

  • tahun lalu

    BPJS Kesehatan Cabang Dumai Bayar Klaim Jatuh Tempo

    DUMAI (EKSPOSnews): BPJS Kesehatan Cabang Dumai, Provinsi Riau, telah membayarkan utang klaim jatuh tempo sebesar total Rp37 miliar hingga April 2019 ke sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan ti

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99