Kamis, 19 Jul 2018

Miras Oplosan Rusak Fungsi Syaraf

Oleh: Jallus
Rabu, 11 Apr 2018 15:21
BAGIKAN:
istimewa.
Minuman keras.
BANDUNG (EKSPOSnews): Psikiater Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Teddy Hidayat mengatakan, menenggak minuman keras oplosan menyebabkan kerusakan fungsi syaraf secara irreversibel atau tidak bisa dikembalikan seperti semula.

"Artinya, misalnya sudah minum oplosan, buta, maka akan buta permanen selama hidup. Kalau kenanya di otak, ya tidak akan berfungsi salah satu syaraf di otak. Kalau keracunannya lebih hebat, ya meninggal," ujar Teddy saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu 11 April 2018.

Menurut Teddy, biasanya alkohol yang terkandung dalam minuman keras berjenis etanol. Etanol ini biasa digunakan dalam campuran minuman beralkohol murni. Namun dia menduga miras oplosan di Cicalengka mengandung alkohol jenis metanol.

Kata Teddy, metanol inilah yang menyebabkan kerusakan fungsi syaraf apabila dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh manusia.

"Nah yang kamarin dicampur itu dengan segala macem dan mungkin menggunakan alkohol yang murah biasanya memunculkan metanol. Metanol itu, apabila masuk dikonsumsi maka akan menimbulkan keracunan," kata dia.

Teddy menjelaskan, nekatnya masyarakat menenggak minuman keras oplosan didasarkan pada beberapa faktor yang disebut sebagai "perilaku berisiko".

"Perilaku berisiko" ini sebetulnya sudah diketahui masyarakat bahwa meminum miras oplosan tentu sangat berbahaya bagi kesehatannya.

Meski merupakan "perilaku berisiko", mereka seolah menginginkan sebuah pengakuan atau mencari sensasi atas dirinya, tanpa memedulikan nyawa.

Menurut dia, masalah miras oplosan bukanlah barang baru namun sudah ada sejak dulu dan sama-sama menimbulkan jatuhnya korban jiwa. Kasus miras oplosan ini akan baru menjadi perhatian serius para pemangku kebijakan setelah muncul korban.

"Cuma memang kita tak pernah pernah berupaya belajar dari peristiwa tadi untuk mencegahnya saya pikir," kata dia.

Untuk memutus rantai itu, dia menyarankan agar mengubah cara pandang masyarakat akan "perilaku berisiko" ini. Setelah teredukasi, maka langkah selanjutnya dengan melakukan penertiban terhadap penjual miras tanpa izin disamping pengawasan ketat dari aparat setempat.

"Jadi yang melatarbelakangi kenapa dia meminum ini yang harus ditanggulangi, penyebabnya ini yang harus ditanggulangi. Bukan akibat dari perilaku berisiko sudah minum baru ditanggulangi minumnya, ya terlambat," kata dia.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Korban Meninggal karena Miras Oplosan di Jawa Barat 61 Orang

    BANDUNG (EKSPOSnews): Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan jumlah korban yang tewas akibat minuman keras oplosan di wilayah hukum Jawa Barat hingga saat ini mencapai 61 orang."S

  • 3 bulan lalu

    Awas...Miras Oplosan!

    SUKABUMI (EKSPOSnews): Korban tewas akibat menenggak minuman keras oplosan di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi lima orang yang sebelumnya sempat kritis dan menjalani perawatan di R

  • 4 bulan lalu

    Pasangan JR Saragih-Ance Tetap Tidak Memenuhi Syarat

    MEDAN (EKSPOSnews): Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara kembali menetapkan pasangan JR Saragih-Ance tidak memenuhi syarat untuk mengikuti Pilkada Sumut 2018."Tidak berubah, tetap mengacu pad

  • 2 tahun lalu

    Ini Persyaratan Tinggi untuk Pelamar CPNS Tahun 2016

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) membuka 10 ribu lowongan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi semua jurusan atau program studi pada t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99