Rabu, 16 Jan 2019

Mengembangkan Obat Tradisional

Oleh: marsot
Kamis, 08 Mar 2018 12:51
BAGIKAN:
istimewa.
Obat tradisional China.
JAKARTA (EKSPOSnews): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) membangun fasilitas pengembangan obat tradisional dengan Standard Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB) di Serpong guna mempercepat hilirisasi hasil penelitian kesehatan dan obat.

Pelaksana Tugas Kepala LIPI Bambang Subiyanto dalam keterangan tertulisnya di Jakarta,  mengatakan pembangunan fasilitas itu sekaligus memberikan dukungan terkait riset dan pengembangan produk kepada mitra industri.

"Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Paket Kebijakan Ekonomi ke-11 tentang pengembangan industri kefarmasian dan alat kesehatan," ujar dia, Kamis 8 Maret 2018.

Lebih jauh, Bambang menjelaskan bahwa fasilitas penelitian obat tradisional diperlukan untuk menjawab permasalahan kesehatan serta mendukung kemandirian bahan baku obat secara nasional. LIPI menaruh perhatian besar dalam penelitian dan pengembangan kesehatan obat dengan berbagai riset terkait penggunaan tanaman obat serta bahan aktifnya untuk bahan baku obat.

Ia mengatakan Indonesia memiliki 1.247 industri dan usaha obat tradisional yang 10 diantaranya termasuk perusahaan industri obat tradisional skala besar. Namun, industri obat tradisional (IOT), usaha kecil obat tradisional (UKOT) dan usaha mikro obat tradisional (UMOT) banyak yang tidak memiliki fasilitas CPOTB sehingga mengalami kesulitan dalam membuat produk berstandar CPOTB.

"Fasilitas yang akan dibangun ini diharapkan dapat menjadi percontohan laboratorium CPOTB dalam rangka memfasilitasi industri kecil dan menengah guna mempercepat pengembangan produk obat tradisional di tanah air," lanjutnya.

Hingga saat ini, hampir 95 persen bahan baku industri farmasi di Indonesia masih bergantung dari impor luar negeri. Padahal, Indonesia memiliki lebih dari 30.000 spesies tanaman yang berkhasiat sebagai bahan obat.

Pengembangan obat alami patut mendapatkan perhatian, mengingat praktek pemanfaatan obat tradisional telah mengakar di masyarakat Indonesia. Selain itu, potensi pengembangannya sangat terbuka dengan terus meninngkatnya permintaan pasar domestik maupun internasional.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Agus Haryono mengatakan bahwa satuan kerjanya sangat fokus dalam pengembangan obat tradisonal. Dari kegiatan penelitan yang kami lakukan, telah banyak ditemukan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai anti kanker, anti diabet, anti malaria, serta antioksidan.

Agus mengatakan pembangunan fasilitas riset itu akan dapat lebih memfokuskan penelitian dan memberikan fasilitas yang lebih memadai untuk penelitian terkait obat radisional. "Harapan kami melalui fasilitas riset pengembangan obat tradisional dengan standard CPOTB, hasil-hasil penelitian kami bisa lebih berkualitas dan mudah diterima oleh industri," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    LIPI Latih Pelaku UMKM Samosir

    SAMOSIR (EKSPOSnews): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar pelatihan tentang teknik budidaya perikanan bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara

  • 6 bulan lalu

    Idealnya Keramba Jala Apung di Danau Toba Hanya 543 Unit

    JAKARTA (EKSPOSnews): Peneliti-peneliti Pusat Penelitian (Puslit) Limnologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut idealnya hanya boleh ada 543 unit keramba jaring apung (KJA) di Danau Tob

  • 8 bulan lalu

    Rini Soemarno Dukung Ekspansi INKA ke Filipina

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri BUMN Rini Soemarno mendukung ekspansi PT Industri Kereta Api (INKA) yang akan mengekspor produk kereta ke Filipina.Siaran pers Kementerian BUMN, di Jakarta, menyebutkan p

  • 12 bulan lalu

    AirAsia Filipina Buka Rute ke Indonesia

    MANILA (EKSPOSnews): AirAsia sekarang melayani penerbangan langsung yang menghubungkan Manila dengan ibu kota Indonesia, Jakarta, menegaskan komitmennya sebagai maskapai Asean.AirAsia, dinobatkan seba

  • 12 bulan lalu

    RedDoorz fokus ke Indonesia dan Filipina

    JAKARTA (EKSPOSnews): RedDoorz, platform pemesanan online hotel budget, hari ini mengumumkan penunjukan anggota dewan direksi dan dewan penasihat yakni Bhanu Chopra sebagai Direktur Independen dan P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99