Minggu, 31 Mei 2020

Mayoritas Ibu Hamil di Indonesia Alami Anemia

Oleh: alex
Sabtu, 03 Nov 2018 05:03
BAGIKAN:
istimewa.
Ibu hamil.
JAKARTA (EKSPOSnews): Hampir separuh atau sebanyak 48,9 persen ibu hamil di Indonesia mengalami anemia atau kekurangan darah, menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018.

Berdasarkan data Riskesdas 2018 yang dirilis di Jakarta, persentase ibu hamil yang mengalami anemia tersebut meningkat dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013 yaitu sebesar 37,1 persen.

Dari data tahun 2018, jumlah ibu hamil yang mengalami anemia paling banyak pada usia 15-24 tahun sebesar 84,6 persen, usia 25-34 tahun sebesar 33,7 persen, usia 35-44 tahun sebesar 33,6 persen, dan usia 45-54 tahun sebesar 24 persen.

Sementara data perempuan usia subur yang mengalami kekurangan energi kronis justru menunjukkan tren positif dibanding tahun-tahun sebelumnya. Proporsi risiko kurang energi kronis pada perempuan usia subur menurun dibanding tahun 2013. Yaitu dari 24,2 persen pada perempuan usia subur yang hamil di 2013 menjadi 17,3 persen di 2018. Selain itu untuk perempuan usia subur tidak hamil 20,8 persen di 2013 menurun jadi 14,5 persen pada 2018.

Prevalensi anemia dan risiko kurang energi kronis pada perempuan usia subur tersebut sangat memengaruhi kondisi kesehatan anak pada saat dilahirkan.

Kedua hal tersebut termasuk beberapa hal yang berpotensi membuat terjadinya kekerdilan pada anak dilihat dari berat dan tinggi badan saat lahir.

Proporsi berat badan lahir bayi secara ideal ialah tidak kurang dari 2.500 gram dan tinggi tidak kurang dari 48 centimeter.

Berdasarkan Riskesdas 2018, proporsi bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram pada anak umur 0-59 bulan mencapai 6,2 persen.

Angka tersebut telah melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019 yang ditargetkan turun sampai 8 persen.

Namun perlu diketahui angka 6,2 persen tersebut didapat dari 56,6 persen bayi usia 0-59 bulan yang memiliki buku catatan Kesehatan Ibu Anak (KIA).

Data Riskesdas 2018 juga menunjukkan bayi dengan proporsi berat badan lahir di antara 2.500-3.999 gram sudah mencapai 90,1 persen.

Sementara itu data bayi lahir dengan tinggi badan di bawah ideal, yakni di bawah 48 centimeter, sedikit meningkat dibandingkan lima tahun lalu. Yaitu 20,2 persen pada 2013, meningkat menjadi 22,7 persen pada 2018.

Jika merunut lagi pada masa pertumbuhan anak sejak baru lahir hingga usia lima tahun, angka kekerdilan atau status gizi sangat pendek dan pendek turun dari 37,2 persen di 2013, menjadi 30,8 persen pada 2018.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Ibu Hamil Bisa Minum Kopi

    PURWOKERTO (EKSPOSnews): Dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSUD Margono Soekarjo Purwokerto Setya Dian Kartika mengatakan ibu hamil diperbolehkan minum kopi asal tidak berlebihan atau masi

  • tahun lalu

    7 Ibu Hamil Positif HIV

    AMBON (EKSPOSnews): Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Maluku menyebutkan sebanyak tujuh orang ibu hamil posisitf mengidap penyakit HIV/AIDS.Dari 5.700 orang ibu hamil tujuh diantarnya terindik

  • 2 tahun lalu

    Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Buat Biskuit untuk Ibu Hamil

    SURABAYA (EKSPOSnews): Empat mahasiswa Fakultas Keperawatan dan Kebidanan (FKK) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya membuat biskuit untuk ibu hamil trimester pertama dalam mengatasi mual yang diberi

  • 3 tahun lalu

    Remaja Rentan Serangan Anemia

    PADANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang, Sumatera Barat, menyebutkan anemia gizi rentan diidap anak usia sekolah sehingga remaja perlu mengatur pola makan dalam mencegahnya.Kepala Bi

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99