Selasa, 26 Mei 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Masyarakat Riau Habiskan Dana Ratusan Miliar Berobat ke Malaysia

Masyarakat Riau Habiskan Dana Ratusan Miliar Berobat ke Malaysia

Minggu, 21 Agu 2016 14:15
BAGIKAN:
ist
Uang ratusan miliar habis untuk berobat ke Malaysia.

PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyampaikan bahwa masyarakat di daerah ini dalam hitungan paling kecil bisa menghabiskan Rp180 miliar dalam setahun untuk berobat ke Malaysia.

"Setiap hari ada 250 kursi pesawat ke Malaysia menggunakan penerbangan Air Asia dan Malindo. Anggap 50 orang saja pergi berobat, sebulan sudah 1.500. Per orang bawa Rp10 juta, dikalikan sebulan sudah Rp15 miliar, setahun Rp180 miliar. Itu baru hitungan paling kecil," kata Gubernur Riau itu, di Pekanbaru, Minggu 21 Agustus 2016.

Gubernur Riau menyampaikan hal itu saat kegiatan Riau Healthvaganza yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi setempat di Pustaka Wilayah Soeman HS.

Kegiatan itu berupa pameran dari RS pemerintah maupun swasta, institusi-institusi pendidikan, dan laboratorium kesehatan.

Atas dasar banyak masyarakat Riau berobat ke Malaysia, Gubernur meminta kepada pelaku kesehatan setempat seperti rumah sakit dan dokter dapat meningkatkan pelayanan, mengingat faktanya masih banyak masyarakat Riau yang belum puas dengan pelayanan bidang kesehatan.

"Jadi kalau RS tak punya niat meningkatkan pelayanannya juga tak ada gunanya," ujarnya.

Menurutnya, diperlukan integrasi antara pemerintah, pelaku kesehatan, dan masyarakat. Pemerintah, kata dia lagi, bersama lembaga leguslatif yakni DPRD bertugas sesuai fungsi menyiapkan anggaran dengan jumlah yang ditetapkan undang-undang.

Menurut dia, Riau sudah memenuhi standar pemerintah yakni 10 persen dari total APBD. "Bahkan masih ada lebih sedikit," ujar Gubernur.

Sedangkan masyarakat diminta bersama-sama mendukung untuk meningkatkan integrasi dan komunikasi dengan pemerintah dan pelaku bidang kesehatan, katanya.

Menurutnya, hal itu demi tercapai "Sustainable Development Goals" (SDGs) yang merupakan parameter keberhasilan pembangunan salah satunya dalam bidang kesehatan.

"Harus ada interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku bidang kesehatan dalam mencapai SDGs. Kita harus bersama jika masyarakat menginginkan peningkatan layanan kesehatan," ujar Gubernur yang akrab disapa Andi Rachman.

Dinkes Riau dalam Healthvaganza itu, dengan kegiatan mengadakan donor darah, pemeriksaan HIV/AIDS secara gratis, mengenal klinik VCT, mengenal TBC dan etika batuk yang benar, imunisasi gratis, memeriksa dan mengenali tumbuh kembang anak, dan mengenal kekerasan terhadap anak.

Selain itu, juga melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular seperti pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, konsultasi kesehatan, pemeriksaan ibu hamil dan konsultasi kehamilan.

Kegiatan lainnya adalah konseling gizi dan ASI, konsultasi gigi, pemeriksaan dan konsultasi kesehatan usia lanjut, dan pemeriksaan IVA Test Mobile untuk mencegah kanker serviks bagi perempuan dan konseling Sadari bagi Remaja untuk Cegah Kanker Payudara.(ant)


  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Sanksi Dagang untuk Malaysia?

    KUALA LUMPUR (EKSPOSnews): Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan negaranya, yang bergantung pada ekspor, dapat terkena sanksi perdagangan di tengah peningkatan proteksionisme yang terli

  • 9 bulan lalu

    2 Pegawai Kementerian Keuangan Dipecat

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kementerian Keuangan telah menjatuhi hukuman disiplin terhadap dua pegawainya yang terjerat kasus suap terkait pemeriksaan atas restitusi pajak PT Wahana Auto Ekamarga (WAE) tahu

  • 10 bulan lalu

    PDI Perjuangan Pecat I Nyoman Dhamantra

    DENPASAR (EKSPOSnews): Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersikap tegas dengan memecat I Nyoman Dhamantra dari keanggotaan partai, setelah yang bersangkutan ditangkap KPK atas kasus kor

  • 10 bulan lalu

    Pejabat Malaysia Perkosa Seorang WNI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses hukum atas kasus pemerkosaan terhadap seorang WNI oleh anggota DPRD Negara Bagian Perak, Malaysia.Langkah yang akan diambil pemeri

  • 11 bulan lalu

    KPK Amankan Uang 21 Ribu Dollar Singapura di Kejaksaan Tinggi DKI

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut mengamankan barang bukti berupa uang sekitar 21 ribu dolar Singapura terkait kasus suap penanganan perkara pidana di Kejaksaan Tinggi DKI

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99