Jumat, 23 Jun 2017

Kurang Tidur bagi Lansia Sebabkan Banyak Penyakit

Oleh: Jallus
Jumat, 07 Apr 2017 04:46
BAGIKAN:
istimewa
Bantu Lansia.
SAN FRANCISCO (EKSPOSnews): Beberapa peneliti di University of California, Berkeley, telah mendapati kebutuhan tidur yang tidak tercukupi pada orang lanjut usia meningkatkan risiko mereka kehilangan ingatan dan terserang banyak gangguan fisik serta mental.

Di dalam artikel yang disiarkan pada Rabu (5/4) di jurnal Neuron, para peneliti tersebut berpendapat bahwa tidak seperti banyak penanda kosmetika mengenai usia tua, seperti kerutan dan rambut putih, kemerosotan kualitas tidur telah dikaitkan dengan kondisi seperti penyakit Alzheimer's, sakit jantung, kegemukan, diabetes dan stroke.

"Hampir setiap penyakit yang membunuh kita saat kita berusia lanjut memiliki hubungan timbal-balik dengan kurang tidur," kata penulis senior artikel itu Matthew Walker, Profesor Psikologi dan Ilmu Syaraf di UC Berkeley, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis 6 April 2017.

"Kami telah melakukan pekerjaan baik mengenai perpanjangan usia hidup, tapi pekerjaan buruk mengenai perluasan rentang kesehatan kita. Kami sekarang melihat bahwa tidur, dan tidur yang lebih baik, sebagai jalur baru untuk membantu mengobati itu." Meskipun orang yang berusia lanjut kurang mungkin dibandingkan dengan kelompok yang lebih muda untuk memperhatikan dan/atau melaporkan memudarnya kondisi mental dan gejala lain kemerosotan tidur, banyak studi otak mengungkapkan betapa tidur yang buruk membbuat kondisi kognitif mereka memburuk.

Selain itu, peralihan dari tidur, tidur yang teratur pada orang muda ke tidur yang tidak teratur dan tidak memuaskan dapat mulai terjadi saat orang berusia 30-an tahun. Keadaan tersebut membuka jalan bagi penyakit gisik dan kognitif yang berkaitan dengan tidur pada usia menengah.

Walker dan rekan penelitinya mengutip beberapa studi yang memperlihatkan otak yang bertambah tua menghadapi masalah dalam menggerakkan sejenis gelombang otak yang lambat dan mendorong tidur nyenak yang menjadi obat, serta bahan kimia yang "membantu kita beralih secara stabil dari tidur ke kondisi sadar.

"Bagian otak ini, yang memburuk paling dini, berada di wilayah yang sama yang memberi kita tidur nyenyak," kata penulis utama artikel tersebut Bryce Mander, peneliti pasca-sarjana di dalam Sleep and Nueroimaging Laboratory Walker di UC Berkeley.

Usia tua secara khas membawa kemerosotan daalam gerakan mata tidak-cepat yang dalam (NREM) atau "tidur gelombang lambat", dan gelombang otak khas yang berkaitan dengannya, termasuk gelombang lambat dan semburan gelombang otak yang lebih cepat yang dikenal dengan sebutan "kumparan tidur".

Kumparan dan gelombang lambat yang muda dan sehat membantu memindahkan ingatan dan informasi dari "hippocampus", yang menyediakan penyimpanan jangka-pendek di otak, ke korteks prefrontal --yang menyatukan informasi, dan bertindak sebagai penyimpanan jangka-panjang di otak.

"Menyedihkan bahwa kedua jenis gelombang tidur di otak terpupus secara mencolok saat kita memasuki usia tua, dan kami sekarang menemukan bahwa kemerosotan tidur ini berkaitan dengan kemerosotan ingatan pada usia lanjut," kata Joseph Winer, mahasiswa S1 di Laboratorium Walker.

"Kemerosotan lain pada usia lanjut ialah ketidak-mampuan untuk mengatur bahan neurokimia yang menstabilkan tidur kita dan membantu kita beralih dari tidur ke kondisi sadara. Neurokimia ini meliputi galanin, yang meningkatkan tidur, dan orexin, yang mendorong kesadaran." 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak