Sabtu, 30 Mei 2020

Kasus Kekerdilan di Ambon Diduga Meningkat

Oleh: marsot
Kamis, 22 Nov 2018 18:31
BAGIKAN:
WA.
Anak memasak.
AMBON (EKSPOSnews): Kasus kekerdilan atau masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek di kota Ambon mencapai 143 penderita pada 2018.

"Sebanyak 143 kasus kekerdilan di usia satu hingga lima tahun, jumlah ini akan terus meningkat jika tidak dilakukan aksi pencegahan sejak dini, kata Sekretaris kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, Kamis 22 November 2018.

Ia mengatakan, masalah gizi saat ini menjadi fokus perhatian pemerintah diantaranya kurang gizi kronis yang menyebabkan pertumbuhan anak terlalu pendek dan menjadi kerdil pada usianya.

Asupan gizi yang kurang akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, melalui pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), akan turut mempengaruhi masa depan bangsa dan daerah ini.

"Gizi yang kurang mengakibatkan kecerdasan dan produktifitasnya menurun, karena itu kekerdilan dapat dicegah melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI ekslusif selama enam bulan dilanjutkan dengan pemenuhan fasilitas yang memadai," katanya.

Anthony menjelaskan, dalam upaya mempercepat pemahaman masyarakat tentang kekerdilan dan konsumsi pangan B2SA, maka Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama TP PKK, terus menggalakan upaya menurunkan kasus tersebut.

Konsumsi pangan berkualitas yang ditunjukkan dengan keragaman jenis pangan dan keseimbangan gizi dalam pola konsumsi pangan sehari-hari dibutuhkan tubuh agar dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan.

"Karena itu secara gencar pemerintah melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya tersebut dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat, sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangan," ujarnya.

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini diharapkan angka kekerdilan di kota Ambon, semakin menurun atau tidak terdapat lagi penderitanya, sehingga masa depan yang lebih baik, dan terwujud generasi muda yang cerdas dan produktif.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Menyita Burung yang Dilindugi di Ambon

    AMBON (KICAU): Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II (SKW) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menyita puluhan ekor burung endemik Maluku dan dilindungi undang-undang.Kepala BKSDA

  • 2 tahun lalu

    Inilah Kronologis Penangkapan Petugas Pajak KPP Pratama Ambon

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi menjelaskan kronologi mengenai operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus suap Kepala Kantor Pajak (KPP) Pratama Ambon terkait dengan wajib pajak orang

  • 2 tahun lalu

    Dirjen Pajak Bebastugaskan Kepala KPP Pratama Ambon

    JAKARTA (EKSPOSnews): Direktorat Jenderal Pajak membebastugaskan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ambon La Masikamba yang telah berstatus tersangka suap terkait dengan wajib pajak orang pri

  • 2 tahun lalu

    BNN Pusat Monitor Kasus Ambon

    AMBON (EKSPOSnews): Dua tim dari Badan Narkotika Nasional Pusat ditugaskan ke Ambon, ibu kota Provinsi Maluku untuk memonitor dan menyelidiki skandal penggerebekan pesta narkoba di rumah dinas Kepala

  • 2 tahun lalu

    Perempuan Tangguh dari Ambon

    Menjadi seorang perempuan yang tangguh adalah berani bicara tentang hak-haknya, punya kemauan belajar, dan kritis dalam berpikir juga menganalisis setiap persoalan di dalam masyarakat.Adalah Elizabeth

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99