Selasa, 17 Sep 2019

Kasus HIV/AIDS di Jabar Melonjak

Oleh: Jallus
Selasa, 25 Jun 2019 04:38
BAGIKAN:
istimewa.
Penyuluh AIDS/HIV.
BANDUNG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyatakan hingga Desember 2018 sudah ada 37.485 kasus HIV dan 10.370 kasus AIDS di wilayah Jawa Barat.

"Saat ini, di Jawa Barat, sudah ada 37.485 kasus HIV dan 10.370 kasus AIDS," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani pada Pertemuan Koordinasi Penguatan Kelembagaan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) se-Jawa Barat di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin 24 Juni 2019.

Berli mengatakan ada tren peningkatan  Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di kalangan ibu rumah tangga (IRT) Jawa Barat dan mereka menjadi kelompok yang mengalami tren peningkatan cenderung tinggi, selain PSK dan pelajar/mahasiswa.

"Trennya meningkat di semua kelompok, hanya memang peningkatannya lebih bermakna hampir 20-an persen, yaitu ada pada ibu rumah tangga. Peningkatannya ada di seluruh daerah (Indonesia) yang menjadi lokus," kata Berli.

Peningkatan ini, kata Berli, bisa terjadi karena kurangnya sosialiasi atau terputusnya rantai kegiatan sosialisasi. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh masih tabunya orang Indonesia dalam membicarakan kekurangan pasangan kepada pasangannya sebelum menikah.

"Budaya di Indonesia bisa dikatakan masih tabu untuk membicarakan kekurangan dari masing-masing diri kepada pasangannya. Padahal mugkin kalau dari awal sudah dibicarakan misal bahwa saya ini penderita (HIV/AIDS) dan mungkin tidak akan terjadi penularannya, jangan sampai tidak diketahui oleh pasangannya. Selain itu kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri atau melapor juga penting dalam mencegah dan mengatasi HIV/AIDS," katanya.

Apalagi saat ini, baik pemerintah pusat, provinsi, ataupun kabupaten/kota sudah mulai membuka klinik (Voluntary Counselling and Testing). Klinik VCT bisa diartikan sebagai tempat konseling dan tes HIV sukarela (KTS).

"Kalau ini (VCT) secara masif dilaksanakan, InsyaAllah nanti akan semakin banyak orang yang secara sukarela memeriksakan kondisinya. Selain itu, kita juga ada Pusat Informasi Konseling dan ada juga konseling berbasis web, ada juga kerja sama dengan BKKBN melalui generasi berencananya itu, dengan BNN untuk penanganan kasus terutama di instansi, kemudian ada juga dengan perguruan tinggi," katanya.

Salah satu ibu rumah tangga pengidap HIV bercerita bahwa awal mula tahu bahwa dirinya positif HIV pada bulan Januari 2018 lalu, bahkan salah satu anaknya juga sudah positif HIV.

"Saya kaget banget dan sedih, enggak nyangka bisa terinfeksi, tetapi saya berusaha apapun yang ada, yang bisa kita ikhtiar dulu. Saya harus bisa, harus semangat, walaupun sendiri," katanya.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah bagi pengidap HIV/AIDS karena menurutnya semakin hari semakin banyak ibu rumah tangga yang terinfeksi.

"Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar, membantu, dan berpihak kepada kami. Tolong bantu kami, karena kami ada," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 5 bulan lalu

    Sejumlah Waduk Akan Dibangun di Jawa Barat

    BANDUNG (EKSPOSnews): Pemerintah Pusat melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (DPSDA)   Pemerintah Provinsi Jawa Barat  dalam tahun ini membangun sejumlah bendungan di antaranya 

  • 10 bulan lalu

    KPK Bantu Kajaksaan Tinggi Tangkap DPO Koruptor

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantu Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam pencarian dan penangkapan terpidana perkara korupsi atas nama Didi Supriadi (DS) yang telah masuk da

  • 12 bulan lalu

    Pemprov Jabar Rehabilitasi Rumah di Cianjur

    CIANJUR (EKSPOSnews): Sebanyak 40 rumah tidak layak huni milik penduduk di Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, mendapat bantuan rehabilitasi dari anggaran belanja sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Pendam

  • tahun lalu

    Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Jabar Dicopot

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Indro Purwoko dan Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Alfi Zahrin d

  • tahun lalu

    Komjen Pol M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat, Mengapa Diributkan?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai dilantiknya mantan Kapolda Metro Jaya Komjen M Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat, berpotensi menimbulkan kecurigaan dari berbagai ka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99