Jumat, 28 Jul 2017

Kasus DBD di Pekanbaru

Oleh: Agung
Jumat, 19 Mei 2017 06:06
BAGIKAN:
istimewa
Nyamuk.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 302 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di ibu kota Provinsi Riau selama lima bulan pertama tahun 2017.

"Kami terus mengupayakan untuk menekan angka DBD, dengan melakukan fogging atau pengasapan pada sejumlah titik serta terus menginisiasi pembersihan lingkungan," kata Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Helda S Munir, di Pekanbaru, Kamis 18 Mei 2018.

Helda menuturkan bahwa peningkatan kasus DBD tersebut tidak lepas dari peralihan musim saat ini terjadi di wilayah Kota Pekanbaru. Menurutnya, cuaca menjadi salah satu faktor utama peningkatan kasus tersebut.

Sebanyak 302 kasus DBD, Helda menjelaskan Kecamatan Bukit Raya merupakan wilayah dengan kasus DBD tertinggi mencapai 51 kasus, disusul Kecamatan Tampan 44 kasus, dan Marpoyan Damai 43 kasus. Tiga kecamatan itu adalah wilayah permukiman padat penduduk.

Kasus DBD juga terpantau di sejumlah kecamatan lain, seperti Payung Sekaki 34 kasus, Tenayan Raya 29 kasus, Rumbai Pesisir 15 kasus, Lima Puluh 18 kasus, Pekanbaru Kota 11 kasus, Rumbai 24 kasus. Kemudian Senapelan 19 kasus, Sukajadi 12 kasus, dan terakhir Sail 2 kasus.

Helda mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran melalui pusat kesehatan masyarakat masing-masing kecamatan untuk terus mendekatkan diri ke warga. Kemudian melakukan sosialisasi 3M Plus, yaitu menguras, mengubur, dan menampung air di tempat tertutup.

"Kemudian, apabila ada anggota keluarga yang mengalami demam panas dengan kriteria DBD, tolong secepatnya diperiksa. Deteksi dini sangat penting," katanya pula.

Ia kembali mengimbau kepada masyarakat untuk dapat memperoleh bubuk abate di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terdekat. Ia menegaskan abate tersebut dapat diperoleh secara gratis.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, mayoritas penderita DBD Pekanbaru merupakan anak-anak usia 5-9 tahun serta remaja usia 15-19 tahun.

Kepala Bidang Pengendalian Kesehatan Kota Pekanbaru Gustianti menjelaskan, aktivitas di luar rumah dan berada di lingkungan yang kurang terjaga menjadi faktor terbesar anak-anak tersebut terkena DBD.

Menurut Gustianti, kelompok usia tersebut mayoritas merupakan siswa yang mengenyam pendidikan di sekolah dan banyak menghabiskan waktu di luar rumah, sehingga kecenderungan anak-anak usia sekolah menjadi korban DBD cukup tinggi.

"Kami meminta peran aktif keluarga dan masyarakat agar bersama menjaga lingkungan bersih dari genangan air hingga bebas dari nyamuk penyebar virus dengue penyebab penyakit DBD itu," katanya 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Menyegel Menara Ilegal di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Penyidik Pegawai Negeri Sipil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pekanbaru kembali menyegel tiga menara telekomunikasi ilegal penyebab kebocoran pendapatan asli daerah (PAD

  • 5 hari lalu

    Presiden Tinjau Ruas Tol Pekanbaru-Dumai

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalan tol ruas Pekanbaru-Dumai, yang berada di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau."Jadi tol Pekanbaru-Dumai ini sudah dikerjakan, dimulai

  • 7 hari lalu

    Wings Air Akan Buka Rute Pekanbaru-Dumai

    DUMAI (EKSPOSnews): Maskapai Wings Air akan membuka rute baru penerbangan komersial di Bandara Pinang Kampai Kota Dumai, Riau, yaitu Pekanbaru-Dumai pulang pergi.Pelayanan baru di Bandara Dumai ini, k

  • 7 hari lalu

    Menjaring Pasangan Mesum di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Sebanyak 15 pasangan mesum dan sembilan orang tak bisa memperlihatkan identitas terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Riau di sebuah wisma di Jalan Arifin Achmad,

  • 2 minggu lalu

    Bayi Dibunuh di Pekanbaru

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Dumai, Provinsi Riau menyelidiki mayat laki-laki yang diduga dibunuh karena ditemukan terbaring kaku bersimbah darah di bagian wajah."K

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak