Senin, 23 Okt 2017

Jangan Tolak Immunisasi

Oleh: alex
Jumat, 22 Sep 2017 05:06
BAGIKAN:
istimewa.
Immunisasi.
LEBAK (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengajak masyarakat tidak menolak imunisasi measles dan rubella (MR) guna mempersiapkan generasi bangsa yang sehat.

"Kami minta masyarakat mendukung program imunisasi MR itu dengan tidak menolaknya," kata Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Rostina saat dihubungi di Lebak, Kamis 21 September 2017.

Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk menyukseskan pencapaian kampanye cakupan imunisasi MR bagi sasaran anak usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Manfaat imunisasi tersebut dapat mencegah kematian dan kecacatan akibat penyakit campak dan rubella.

Ia meminta masyarakat dapat mendukung program imunisasi MR guna mempersiapkan generasi yang sehat.

"Kita berharap sasaran anak di Banten sebanyak 3,3 juta orang antara usia 9 bulan sampai 15 tahun bisa dilakukan vaksin imunisasi MR," katanya.

Menurut Rostina, pelaksanaan imunisasi MR sudah dilaksanakan pada Agustus menyasar di sekolah-sekolah mulai tingkat PAUD, SD dan SMP.

Sedangkan, pelaksanaan imunisasi September dilayani Puskesmas, Posyandu, Pustu, Subposkesdes, Bidan dan lainnya.

Realisasi cakupan imunisasi MR di Banten sampai 19 September 2017 mencapai 81,07 persen berdasarkan laporan dari 8 kabupaten dan kota dengan 107 kecamatan dan 152 puskesmas.

Mereka petugas puskesmas mengirimkan laporan tersebut ke Unicef dan manual ke Dinkes Banten.

Pihaknya terus bekerja keras agar pencapaian imunisasi MR bisa melebihi target 95 persen hingga 30 September 2017.

Untuk mencapai program imunisasi MR melebihi target, relawan PMI juga terlibat untuk mencari anak jalanan dan anak putus sekolah agar mendapatkan vaksin MR.

Begitu juga media sangat membantu menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya imunisasi MR dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan lainnya.

Selama ini, Provinsi Banten masih terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti campak dan difteri.

"Imunisasi itu wajib bagi usia anak dengan tujuan untuk mencegah kematian dan penyakit kecacatan tubuh akibat penyakit campak dan rubella," katanya menjelaskan.

Rostina mengatakan pihaknya prihatin pencapaian imunisasi MR hingga 19 September masih 81 persen dari target 3,3 juta akibat adanya penolakan masyarakat dan sekolah.

Bahkan, pondok pesantren Darul Quran Cipondoh Tangsel menolak imunisasi MR, terkait isu halal haramnya.

Penolakan imunisasi di ponpes tersebut maka gubernur menawarkan, apakah perlu gubernur langsung berkunjung ke ponpes bersangkutan.

Sebab, Gubernur Banten sangat serius pada pembangunan kesehatan, apalagi kampanye MR yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

"Kita berharap kampanye imunisasi MR di Banten masuk kategori terbaik di tingkat nasional," katanya.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Firman Rahmatullah menyatakan penolakan pelaksanaan imunisasi MR di tingkat sekolah relatif kecil.

Penolakan anak siswa untuk diimunisasi MR itu dipengaruhi orang tua dengan alasan hukumnya haram.

Pihaknya terus mengoptimalkan pendekatan dengan pemuka agama yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat kecamatan dan tokoh masyarakat setempat.

Pendekatan ini, kata dia, peran MUI dan tokoh masyarakat dapat memberikan pencerahan pentingnya vaksin imunisasi MR bagi kesehatan.

Sebab, fatwa MUI Pusat bahwa vaksin imunisasi campak-rubella hukumnya mubah dan diperbolehkan sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Apabila, seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa.

"Kami berharap melalui pendekatan itu semua anak yang awalnya menolak bisa dilakukan vaksin imunisasi MR," katanya.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Imunisasi Rubella

    Program pemberian imunisasi Rubella dilakukan hari ini disekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur dan pemberian imunisasi kali ini difokuskan bagi anak-anak yang duduk

  • tahun lalu

    Mencegah Kanker Rahim Lewat Imunisasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan akan memberikan imunisasi Human Papillomavirus (HPV) kepada siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) dalam rangka pencegahan ka

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99