Sabtu, 30 Mei 2020

Indonesia Bebas Kanker Serviks?

Senin, 22 Agu 2016 22:12
BAGIKAN:
istimewa
Obat kanker.

JAKARTA (EKSPOSnews): Indonesian Working Group (IWG) beberapa pekan lalu telah sukses menyelenggarakan 1st Indonesian HPV Symposium bertajuk “Menuju Indonesia Bebas Kanker Serviks” sebagai simposium pertama di Indonesia yang membahas seputar Human Papilloma Virus (HPV).

Simposium yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta dari berbagai organisasi medis serta para staf terkait dari kementerian kesehatan dan institusi non-pemerintah, didukung oleh para pembicara dari kementerian kesehatan dan para ahli medis terkemuka di Indonesia dari organisasi obstetrik ginekologi, ikatan dokter anak Indonesia, perhimpunan dokter penyakit dalam, perhimpunan dokter kulit kelamin Indonesia, siap mengambil langkah maju  untuk menyikapi kondisi kritis dari para perempuan Indonesia yang terkena kanker serviks.

Pada simposium ini pula, mengundang ahli  dari negara tetangga untuk berbagi pengalaman dari negara Malaysia dibawakan Suresh Kumarasamy (Past President Obstetrical & Gynaecological Society of Malaysia (OGSM); Chairman, Gynaecological Oncology Sub-committee OGSM) dan  Filipina dibawakan oleh Professor May Montellano (President of Philippine Foundation  for Vaccination; Vice-President of the International  Society for Tropical Pediatrics) untuk pelaksanaan program imunisasi HPV yang telah dilakukan di negaranya.

Andrijono, selaku Ketua Umum Indonesian Working Group on HPV dalam sambutannya menyampaikan, “Sejak pertama kali berdiri, kami di IWG terus menyuarakan pentingnya kesadaran masyarakat akan virus HPV dan penyakit yang disebabkannya. Simposium tentang HPV yang pertama kali diadakan di Indonesia ini merupakan titik tolak untuk gerakan bersama yang terdiri dari berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi dan jumlah penderita kanker serviks di Indonesia yang cukup memprihatinkan.”

Lebih lanjut  Andrijono menambahkan, “IWG HPV adalah sebuah organisasi yang didirikan sejak tahun 2012 awalnya beranggotakan kalangan medis dari berbagai macam spesialisasi,  namun IWG HPV juga  membuka pintu bagi kalangan non-medis yang berminat untuk bersatu bekerja sama dalam penanggulangan HPV di Indonesia. Melalui organisasi ini, kami melakukan bermacam kegiatan untuk menggalakan ‘Program Penanggulangan Kanker Serviks’, dimana 4 kegiatan utamanya adalah mengumpulkan data-data penyakit terkait HPV, menyiapkan data dan panduan untuk menjalankan program, serta kegiatan edukasi dan advokasi.

Kanker serviks merupakan salah satu kasus kanker yang paling sering terjadi pada perempuan di kawasan Asia dan Asia Tenggara setelah kanker payudara yang menempati posisi pertama. Menurut data yang dirilis oleh World Health Organization (WHO) dan Institut Caala D’Oncologia (ICO) Information Centre on HPV and Cervical Cancer, pada tahun 2010 setiap 4 menit sekali seorang wanita di Asia Tenggara meninggal karena kanker serviks.

Penyakit kanker pada umumnya dan khususnya kanker serviks  telah menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang juga berpengaruh kepada beban ekonomi dan sosial. Dalam kasus ini, beban ekonomi kerap disebabkan oleh tingginya biaya perawatan dan pengobatan untuk penyakit tersebut. Sedangkan, stigma sosial dan budaya malu masih sangat melekat dengan kebanyakan perempuan Indonesia ketika berbicara mengenai kanker serviks, virus HPV, dan faktor-faktor penyebabnya.

Saat ini Indonesia sendiri merupakan negara dengan penderita kanker serviks terbanyak dan tingkat kematian paling tinggi di Asia Tenggara,  dimana hal ini memperlihatkan tingkat urgensi yang cukup tinggi. Menurut data dari GloboCan tahun 2012 mencatat bahwa 1 wanita meninggal tiap jamnya di Indonesia disebabkan oleh kanker serviks dan diperkirakan ada 58 kasus baru setiap harinya. Sedangkan menurut INASGO National Cervical Cancer Registry, sekitar 7.000 kasus kanker serviks tercatat pada tahun 2014 yang didominasi oleh perempuan dewasa berusia 36-55 tahun. Selain itu, jumlah pengidap kanker serviks perempuan muda berusia 18-35 tahun juga terus meningkat.

Andrijono mengatakan bahwa kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya sebenarnya dapat dicegah. Seperti yang dipaparkan ketika simposium berlangsung, kegiatan preventif dapat dilakukan melalui pencegahan primer dengan melakukan vaksinasi HPV. Pencegahan sekunder dapat dijalankan melalui deteksi dini dan pengobatan terhadap kanker serviks, sedangkan pencegahan tersier dilakukan dengan pengobatan lesi pre-kanker. IWG pun berharap agar pemerintah dan masyarakat Indonesia dapat bekerjasama dan turut mendukung secara lebih aktif lagi  dalam melakukan kegiatan preventif dan promotif untuk mencegah peningkatkan kasus kanker serviks dan penyakit terkait HPV lainnya di Indonesia.

Simposium ini ditutup dengan ajakan dari ketua IWG HPV kepada seluruh peserta dan pemangku kepentingan untuk berkomitmen memerangi kanker serviks agar Indonesia terbebaskan dari kanker serviks, juga mengajak untuk mensukseskan program awal imunisasi HPV Kementerian kesehatan yang akan dilakukan pada siswi kelas 5 seluruh sekolah di Jakarta pada bulan September 2016 . “Kami berharap gerakan ini tidak hanya berhenti di simposium ini, dan akan terus menjadi sebuah gerakan yang dapat menularkan visi dan misi kami dan seluruh pemerhati kesehatan untuk mewujudkan generasi masa depan Indonesia yang lebih sehat.” tutup Andrijono.(ril)


  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Selamat Bekerja Para Menteri

    JAKARTA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo atau Jokowi melantik 34 menteri  Kabinet Indonesia Maju dan empat kepala lembaga di Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019.Para menteri yang dilan

  • 10 bulan lalu

    Penyelundupan Barang China Rugikan Indonesia Triliunan Rupiah

    JAKARTA (EKSPOSnews): Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan penyelundupan jutaan produk ilegal asal China dan potensi kerugian negara akibat masuknya barang-barang ilegal ini diperkirakan mencapai Rp

  • 11 bulan lalu

    Eggi Sudjana Hirup Udara Bebas

    JAKARTA (EKSPOSnews): Tersangka kasus dugaan makar Eggi Sudjana, mengucapkan syukur menikmati udara bebas usai penyidik Polda Metro Jaya mengabulkan permohonan penangguhan penahanannya, Senin malam in

  • 12 bulan lalu

    Jepang Buka Lowongan Bagi Calon Pekerja Migran Indonesia

    MANADO (EKSPOSnews): Peluang kerja ke luar negeri terbuka lebar bagi calon-calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sulut yang ingin bekerja di negara Jepang."Hal ini menyusul ditandatanganinya Memor

  • 12 bulan lalu

    Aroma Kopi Indonesia di Jerman

    JAKARTA (EKSPOSnews): Booth kopi Indonesia kembali menjadi magnet di ajang pameran kopi internasional “specialty coffee internasional, World of Coffee 2019 Berlin, Jerman, yang berlangsung dari tang

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99