Selasa, 25 Sep 2018

Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Batam

Oleh: alex
Rabu, 21 Mar 2018 16:54
BAGIKAN:
istimewa.
Razia ikan kaleng.
BATAM (EKSPOSnews): Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Kepulauan Riau, menelusuri peredaran sarden yang terdeteksi mengandung cacing dan diproduksi sebuah perusahaan di kota itu.

"Di Batam, kami lihatnya kalau ada di pasar, melalui jaringan distributor, didistribusikan ke mana," kata Kepala Dinas Perindag Kota Batam, Zarefriadi di Batam, Rabu 21 Maret 2018.

Ia mengatakan telah menugaskan stafnya untuk mengecek ke perusahaan yang memproduksi sarden yang terdeteksi mengandung cacing oleh BPOM itu.

Disperindag akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui kelayakan sarden yang banyak ditemukan di Kabupaten Lingga, Kepri, itu.

"Disperindag melakukan pengawasan bersama Dinas Kesehatan, tapi yang lebih banyak, Dinas Kesehatan," kata dia.

Disperindag tidak berwenang mencabut izin perusahaan yang memproduksi sarden itu, karena perizinan diterbitkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Namun, Disperindag dan Dinas Kesehatan dapat membuat rekomendasi sesuai dengan pengawasan dan pembinaan di lapangan.

"Kalau sudah dinasihati tapi diacuhkan. Karena bisa saja kesilapan, tidak semua kesilapan disengaja, jadi harus dibina," kata dia.

Wakil Wali Kota Amsakar Achmad menyatakan akan membentuk tim untuk menyelidiki produksi sarden mackarel oleh perusahaan di kota itu, yang terdeteksi mengandung cacing pita oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan.

Hasil dari investigasi itu akan dilanjutkan dengan BPOM dan Dinas Kesehatan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan kepada manusia yang mengonsumsinya. "Prinsipnya, kalau benar, izin akan ditinjau ulang," kata Amsakar.

Di tempat yang sama Kepala Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Atap Kota Batam, Gustian Riau menyatakan akan terus mengevaluasi perizinan yang telah diterbitkan.

"Kami akan mencabut izin bila tidak sesuai operasional, dalam waktu dua hari ini," kata dia Gustian menyatakan akan bekerja sama dengan BPOM untuk menelusuri kasus itu.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lingga mengimbau pedagang menghentikan sementara penjualan ikan sarden kalengan merek "Mackerel Farmerjack", setelah ditemukan cacing pita yang terdapat dalam produk tersebut.

"Untuk sementara kami hentikan sebelum uji laboratorium dari BPOM keluar menyatakan bahwa produk tersebut tidak berbahaya," kata Kepala Dinas Kesehatan P2KB dr Syamsurizal.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 6 bulan lalu

    Makanan Mengandung Cacing

    KARAWANG (EKSPOSnews): Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menunggu laporan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) terkait temuan cacing dalam produk makarel kaleng."

  • 6 bulan lalu

    Amankan Gudang Ikan Kaleng Bercacing

    BEKASI (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mengamankan gudang penyimpanan produk ikan dalam kemasan kaleng yang dilarang beredar oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan karena mengandung

  • 6 bulan lalu

    Cabut Izin Importir Ikan Kaleng Bercacing

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah dapat segera mencabut izin impor ikan makarel yang produk kalengannya ternyata bermasalah karena mengandung cacing

  • 6 bulan lalu

    Seluruh Ikan Kaleng Bercacing Harus Ditarik

    SOLO (EKSPOSnews): Manajemen pusat perbelanjaan Hypermart di Solo Grand Mal (SGM) telah menarik seluruh produk ikan makarel kaleng seiring dengan beredarnya pemberitaan mengenai ditemukannya cacing da

  • 6 bulan lalu

    Jangan Beli Ikan Sarden, Cacing Berbahaya!

    JAMBI (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi melalui Dinas Kesehatan mengeluarkan peringatan publik (public warning) kepada warga di daerah itu terkait 27 produk makanan kemasan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99