Kamis, 17 Okt 2019

Heboh Obat Ranitidin

Oleh: alex
Jumat, 11 Okt 2019 16:03
BAGIKAN:
istimewa.
Obat maag.
JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Kajian Obat PB Ikatan Dokter Idonesia (IDI) Rika Yuliwulandari mengatakan zat cemaran N-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada obat mengandung ranitidin bisa terdapat dalam makanan.

"Soal NDMA ini memang harus hati-hati, ada di air, susu dan ikan," kata Rika di kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Jakarta, Jumat 10 Oktober 2019.

Dia mengatakan secara umum memang NDMA bisa ada di banyak materi, termasuk pada obat dengan ranitidin. Jika dalam prosesnya nanti ranitidin dapat disterilkan dari NDMA maka bisa jadi bahan tersebut dipakai lagi di dunia kesehatan.

Hanya saja, kata dia, hal itu harus dibuktikan secara uji laboratorium apakah Ranitidin tidak karsinogenik atau zat yang memicu kanker akibat penggunaan dalam dosis tertentu dan dalam jangka waktu yang lama.

"Kalau nanti steril bisa dipakai lagi atau juga misalnya level toksisitas menurun bisa dengan penyinaran ultraviolet dan cara lain," kata dia.

Kepala BPOM Penny Lukito mengatakan lembaga yang dipimpinnya telah menginstruksikan penarikan produk obat tukak lambung dan tukak usus bermateri ranitidin agar ditarik dari pasaran secara sementara.

Kebijakan itu, kata dia, dilakukan untuk perlindungan masyarakat dari paparan produk yang berpotensi menyebabkan kanker. Saat ini, produk dengan ranitidin sedang diuji laboratorium.

"Masyarakat tidak perlu panik misalnya menggunakan ranitidin dan agar berkonsultasi ke dokter karena pasti ada penggantinya. Sekarang obat dengan ranitidin ditarik dan dilarang sementara. Penarikan aktif dilakukan dalam 80 hari yang dilakukan perusahaan masing-masing," katanya.

Terkait waktu uji obat dengan ranitidin, Penny tidak dapat memastikan waktu selesai pengujian karena penelitian bisa lama.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    BPOM Diminta Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

    PALU (EKSPOSnews): Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola berharap dan mengajak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu untuk meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Perangkat

  • 4 bulan lalu

    Penyelidikan Kerusakan Hutan di Bintan Jalan Ditempat

    TANJUNGPINANG (EKSPOSnews): Penyelidikan yang dilakukan penyidik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terhadap kerusakan lingkungan dan hutan akibat pertambangan bauksit di Kabupaten Bint

  • 5 bulan lalu

    KPK Sita Uang Rp8,45 miliar Terkait Kasus Bowo Sidik Pangarso

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang Rp8,45 miliar dari 84 kardus dan dua kontainer plastik yang sebelumnya diamankan terkait kasus anggota DPR RI Bowo Sidik Pan

  • 5 bulan lalu

    Satgas Pamtas Yonmek Dukung Pendidikan di Perbatasan

    MERAUKE (EKSPOSnews): Satgas Pamtas Yonmek 521/DY berkomitmen untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini.Selain kesehatan, Satgas di bawah kenda

  • 6 bulan lalu

    Mendidik Anak dengan Cara Dialogis

    AMBON (EKSPOSnews): Aktivis perempuan dan anak asal Maluku, Lies Marantika mengimbau orang tua di Indonesia untuk mendidik anak-anaknya dengan cara dialogis."Kebanyakan orang tua kita tidak dialogis d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99