Jumat, 28 Feb 2020

Hati-Hati Beli Obat. Vaksin Palsu Beredar!

Kamis, 30 Jun 2016 05:41
BAGIKAN:
MEDAN (EKSPOSnews): Rumah sakit diminta untuk selektif membeli obat atau serum dari distributor mau pun penyalur, agar produk yang dibeli tersebut benar-benar asli sehingga tidak merugikan pasien nantinya.

"Jangan asal beli. Pastikan legalitasnya dengan teliti. Jangan karena murah, lantas dibeli, tapi tidak jelas keasliannya. Soal obat, tidak boleh main-main karena itu menyangkut nyawa pasien," kata Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi di Medan, Rabu, 29 Juni 2016 saat mengunjungi RSUD Haji Medan.

Selain keaslian obat, dalam kunjungan tersebut, Erry juga meminta RSUD Haji melakukan pemeriksaan terhadap obat secara rutin, guna memastikan masa pakai dan batas akhir kedaluarsanya.

"Periksa secara berkala. Obat yang memasuki masa kedaluarsa, segera dipindahkan ke dalam kelompok khusus. Apakah dimusnahkan agar tidak terpakai secara tidak sengaja oleh tim medis," katanya.

Erry juga menegaskan, manajemen RSUD Haji Medan harus terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena pelayanan yang maksimal juga bagian dari standar operasional sebuah rumah sakit.

Sebagai rumah sakit milik Pemprov Sumatera Utara, ia berharap RSUD Haji Medan mampu menjadi rumah sakit rujukan yang dapat diandalkan di daerah itu.

"Hingga saat ini, rumah sakit ini belum bisa kita andalkan. Untuk kedepan harus lebih baik agar ada jaminan layanan kesehatan masyarakat," katanya.

Sementara Plt Direktur RSUD Haji Medan Diah Retno W Ningtyas mengatakan, pihaknya telah melakukan kerja sama dalam memasok obat-obatan dari pihak resmi dan terpercaya.

"Semua obat-obatan dari perusahaan resmi dan legal. Begitu juga dengan serum ATS, kita ambil dari pihak resmi," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga membuka layanan guna menampung informasi terkait peredaran ATS injeksi paslu.

"Kalau ada yang menemukan ATS Injeksi yang meragukan, silahkan sampaikan. Kita akan koordinasikan ke Balai Besar POM nanti," katanya.(ant)

  Berita Terkait
  • tahun lalu

    Kosmetik Ilegal Masih Banyak Beredar

    SAMPIT (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengamankan sebanyak 1.456 jenis kosmetik diduga kuat ilegal karena tidak memiliki izin dari seorang perempuan di

  • 2 tahun lalu

    Narkoba Asal Tiongkok Beredar di Indonesia

    MEDAN (EKSPOSnews): Gerakan Nasional Anti Narkotika Sumatera Utara mensinyalemen narkoba yang banyak beredar di Indonesia berasal dari Tiongkok.Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Sumut

  • 2 tahun lalu

    Buku Penerbit Yang Diblacklist Pemerintah Beredar di Bondowoso, Pasuruan, dan Tuban

    BONDOWOSO (EKSPOSnews): Komunitas Peduli Pendidikan (KPP) Jawa Timur (Jatim) mengungkap beredarnya buku2 dari penerbit yang diblacklist pemerintah di kabupaten Bondowoso, Pasuruan dan Tuban."Ironisnya

  • 2 tahun lalu

    Barang Beredar Banyak Tak Sesuai SNI

    JAMBI (EKSPOSnews): Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLKI) Perwakilan Provinsi Jambi, menyayangkan banyaknya barang-barang yang beredar di masyarakat tidak sesuai dengan Standar Nasional Indones

  • 2 tahun lalu

    Awas...Mie Kedaluarsa

    PADANG (EKSPOSnews): Wali Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku yang mengemas ulang mie kedaluwarsa yang diungkap Polda Sumbar pada

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99