Selasa, 26 Mei 2020

HIV Mengganas di Riau

Sabtu, 13 Agu 2016 03:19
BAGIKAN:
ist
Relawan HIV/AIDS.

PEKANBARU (EKSPOSnews): Pemerintah Provinsi Riau menemukan sebanyak 2.055 kasus pengidap virus yang melemahkan kekebalan tubuh atau HIV hingga Maret 2016, yang tersebar pada 12 kabupaten dan kota.

"Para penderita HIV berasal dari usia produktif 20-39 tahun dan heteroseksual sebagai faktor risiko terbanyak," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra Sjafril, di Pekanbaru, Jumat 12 Agustus 2016.

Menurut dia, Kasus HIV/AIDS di Provinsi Riau terus meningkat, sejalan dengan ditemukannya pertama kali kasus AIDS pada tahun 1997 maka saat itupun kasus HIV mulai terdeteksi di Provinsi Riau, pertama kali ditemukan di Kota Dumai.

Ia mengatakan, jumlah kumulatif kasus yang dilaporkan berdasarkan status pasien saat ditemukan sampai dengan Maret 2016 juga 1.644 kasus AIDS yang tersebar di 12 Kabupaten/kota.

"Lebih memprihatinkan bahwa kasus AIDS juga ditemukan pada ibu rumah tangga yang menempati urutan ketiga terbanyak setelah tenaga non profesional dan wiraswasta,"katanya.

Padahal, katanya, berbagai upaya pengendalian dan penanggulangan HIV/AIDS telah dicanangkan Kementerian Kesehatan, mulai dari inovasi pencegahan penularan dari jarum suntik (Harm Reduction) pada tahun 2006, pencegahan penularan melalui transmisi seksual (PMTS) pada tahun 2010.

Berbagai uapay pengendalian juga dilakukan untuk tingkat provinsi Riau berupa, penguatan pencegahan penularan dari ibu ke anak (PPIA) pada tahun 2011, pengembangan Layanan Komprehensif Berkesinambungan (LKB) di tingkat Puskesmas pada tahun 2012.

"Bahkan hingga terobosan paling baru yang disebut Strategic use of ARV (SUFA) dimulai pada pertengahan tahun 2013 yang dilakukan secara bertahap pada beberapa kabupaten/kota terpilih,"katanya.

Ia menjelaskan, pengembangan LKB bertujuan meningkatkan akses dan cakupan terhadap upaya promosi, pencegahan, dan pengobatan HIV dan IMS serta rehabilitasi yang berkualitas dengan memperluas jejaring layanan hingga Puskesmas, termasuk kelayanan untuk populasi kunci Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengadakan pertemuan pelatihan Layanan Komprehensif Berkesinambunganen (LKB) dan SUFA (Strategic Use For ARV) untuk petugas fasilitas pelayanan kesehatan kabupaten dan kota untuk menurunkan angka kasus HIV yang baru, menurunkan angka kematian akibat AIDS, menurunkan stigma dan diskriminasi.

"Melalui pelatihan LKB tersebut diharapkan ada peningkatan pengembangan kapasitas seperti dokter, apoteker, paramedis, dan tenaga adminsitrasi. Pelatihan LKB dan SUFA tentunya mempunyai daya dorong besar dalam menemukan kasus-kasus baru sehingga pada akhirnya bisa menurunkan kasus yang ada," katanya. (ant)


  Berita Terkait
  • 7 bulan lalu

    Polda Riau Tetapkan Tersangka Pembakaran Hutan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau menaikkan status perkara menjadi penyidikan dan segera menetapkan tersangka terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di k

  • 10 bulan lalu

    KPK Periksa Sejumlah Pejabat Provinsi Kepulauan Riau

    BATAM (EKSPOSnews): Sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus perizinan reklamasi yang melibatkan Gubernur Kepri nonaktif Nurdin

  • 10 bulan lalu

    Kredit Fiktif di Bank RiauKepri

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Empat terdakwa dugaan korupsi kredit fiktif Bank Riau-Kepulauan (BRK) Cabang Pembantu Dalu-Dalu, Kabupaten Rokan Hulu, disebut telah merugikan keuangan negara hingga Rp32,4 mil

  • 11 bulan lalu

    Konflik Gajah Sumatera di Riau Melonjak

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Konflik gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) liar di Provinsi Riau dengan manusia menunjukkan kenaikan dua kali lipat pada tahun ini.“Dari data saat ini dalam periode

  • 11 bulan lalu

    Menambah Helikopter Pengebom Air ke Riau

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengirim satu helikopter pengebom air guna mengatasi meningkatnya jumlah titik api yang mengindikasikan kebakaran hutan dan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99