Jumat, 17 Agu 2018

Gizi Buruk Landa Nias

Oleh: Jallus
Kamis, 18 Jan 2018 13:29
BAGIKAN:
istimewa.
Anak-anak.
GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Sejumlah balita penderita gizi buruk di enam kecamatan di Kabupaten Nias, Sumatera Utara, mendapat bantuan bahan pangan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara.

"Bantuan bahan pangan itu berupa beras, gula pasir, kacang hijau, biskuit dan susu bubuk," kata Wakil Bupati Nias Arosokhi Waruwu, di Nias, Kamis 18 Januari 2018.

Ia mengatakan, pemenuhan bahan pangan yang cukup secara kuantitas dan kualitas menjadi salah satu aspek mendasar dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Ketahanan pangan terdiri atas tiga pilar utama, yaitu ketersediaan pangan, aksesibilitas pangan dan konsumsi serta pemanfaatan pangan, sementara masalah yang terjadi di Kabupaten Nias menyangkut aspek konsumsi.

"Saat ini, sebagaian besar masyarakat hanya mengonsumsi beras, dan kurang mengonsumsi bahan pangan seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, pangan hewani, maupun sayur dan buah, sehingga kondisi tersebut tidak menguntungkan, khususnya dari segi kesehatan," katanya.

Jika ditinjau dari segi kesehatan, kata dia, pola konsumsi yang baik adalah pola konsumsi yang dapat memberikan asupan gizi yang cukup untuk meningkatkan kesehatan sekaligus kemampuan inteligensia khususnya bagi balita.

Semakin beragam pangan yang dikonsumsi maka akan semakin lengkap pula zat gizi yang dapat terpenuhi.

Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara melakukan upaya perbaikan gizi masyarakat melalui kegiatan penanganan gizi buruk dan daerah rawan pangan berupa pemberian bantuan.

"Dengan adanya upaya perbaikan gizi masyarakat melalui pemberian bantuan, mutu gizi masyarakat, khususnya bagi penerima manfaat semakin meningkat, sehingga kesehatan balita terus meningkat dan masalah gizi buruk dan kurang gizi di Kabupaten Nias dapat teratasi," katanya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Tuak Suling dari Nias Butuh Sentuhan

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Petani tuak suling (tuo nifaro) di Kota Gunungsitoli butuh perhatian pemerintah, sehingga produk yang mereka hasilkan dapat dijadikan sebagai alat meningkatkan perekonomian.

  • 3 minggu lalu

    Puluhan Mahasiswa IPB Asal Nias Utara Terancam

    NIAS UTARA (EKSPOSnews): Puluhan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur beasiswa utusan daerah asal Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara terancam putus kuliah karena belum dikirimnya b

  • 3 minggu lalu

    Gizi Buruk di Simalungun

    SIMALUNGUN (EKSPOSnews): Wahyu Syahputra (1,5), warga Huta III, Nagori (Desa) Pematang Syahkuda, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mengalami gizi buruk sejak umur 10 bulan."Awalnya mengalami demam

  • satu bulan lalu

    Ada Pemotongan Rastra di Nias

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Warga Desa Gawu Gawu Bouso, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mengeluh terkait pemotongan jatah beras sejahtera (Rastra) yang diterimanya.Sonifati M

  • 2 bulan lalu

    Tuak Suling dari Nias

    GUNUNGSITOLI (EKSPOSnews): Pemerintah Kota Gunungsitoli dan DPRD setempat, diminta melakukan kajian terhadap tuak suling dari sisi tata kelola, sehingga tidak dianggap hanya sebatas minuman biasa yang

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99