Senin, 23 Okt 2017

Dokter Lalai, Pasien Meninggal Dunia

Oleh: Jallus.
Kamis, 21 Sep 2017 01:32
BAGIKAN:
istimewa.
Dokter (ilustrasi).
BINTAN (EKSPOSnews): Rohaini (45), warga Kelurahan Sei Nam Laut, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dikabarkan pihak keluarganya meninggal dunia karena tidak mendapatkan pertolongan dari RSUD di Kijang.

Sadiman (49), abang ipar dari Rohaini yang dijumpai di kediamannya di Bintan, mengatakan, korban tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari pihak RSUD Bintan pada Selasa (19/9) sore hingga akhirnya meninggal dunia.

Ia menceritakan seorang dokter yang sedang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bintan pada saat itu tidak membenarkan Rohaini diinapkan di RSUD. Dokter dan beberapa perawat menyuruh pihak keluarga membawa pulang korban karena dianggap tidak sakit.

"Saya sampaikan kepada dokter itu, adek saya ini nampaknya sakit. Saya minta ditangani, tetapi dokter itu malah mengatakan adek saya tidak sakit, hanya kurang makan. Dan menurut SOP IGD di rumah sakit, adik saya sudah 4 jam sehingga sudah harus keluar, kalau tidak dirawat," katanya, Rabu 20 September 2017.

Lantaran keterbatasan ekonomi, keluarga Rohaini menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan KTP beserta fotokopi KTP 3 lembar. Sadiman menunjukan KIS dan KTP itu agar pihak rumah sakit mau menangani sakit Rohaini secara serius.

"Saya lihat muka Rohaini kuning, takut sakit lever. Tetapi dokter malah mengatakan ia lebih tahu dan mengatakan adik saya hanya kurang makan," katanya.

Awalnya, kabar sakitnya Rohaini diterima Sadiman dari anaknya. Rohaini meminta keluarga mengantarkannya ke rumah sakit.

Suami Rohaini menderita kelumpuhan, tidak dapat berbuat banyak. "Almarhumah minta dirawat, mau bernafas susah," katanya.

Karena keterbatasan biaya dan proses KIS tidak dapat digunakan di RSUD Bintan, akhirnya Rohaini dibawa keluarga pulang ke rumah. Sehari setelah dipulangkan ke rumah, Rohaini meninggal dunia.

Jasad korban dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Sadiman meminta pemerintah setempat mengambil sikap atas pelayanan yang diberikan oknum dokter dan perawat di RSUD Bintan kepada Rohaini.

"Saya tidak menuntut apa-apa, hanya saja orang yang membuat sampai nyawa adik saya tidak tertolongkan harus bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Rohaini meninggalkan seorang suami dalam kondisi lumpuh sejak 5 tahun lalu dan 3 anaknya, Riduan Saputra (25), Alamsyah (17) dan Cici Lia Anggiska (8).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    Unsyiah Lantik 9 Dokter

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Maimun Syukri melantik sembilan dokter spesialis di lingkungan fakultas tersebut."Kami berharap dokter spesialis yang baru di

  • satu bulan lalu

    Dokter Sebut Setya Novanto Bisa Diperiksa KPK

    JAKARTA (EKSPOSnews): Dokter, yang menangani tersangka Setya Novanto di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, memperkirakan Ketua DPR tersebut bisa diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK

  • satu bulan lalu

    Dokter Jual Obat Langgar Kode Etik

    MAKASSAR (EKSPOSnews): Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar Wahyudi Muchsin menegaskan, bagi dokter dengan sengaja menjual atau mengarahkan pasien mene

  • 2 bulan lalu

    Puskesmas di Mukomuko Akan Miliki 2 Dokter

    MUKOMUKO (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melalui Dinas Kesehatan setempat pada tahun 2018 memprogramkan setiap puskesmas rawat jalan dan inap di daerah itu memiliki min

  • 5 bulan lalu

    Dokter Puskesmas Tolak Pasien Rawat Inap

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Seorang dokter di Puskesmas Rawat Inap, di Kecamatan Kemiling, Kota Bandarlampung diduga menolak pasien bernama Cahaya Utari saat ingin berobat."Saya ditolak berobat oleh d

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99