Selasa, 22 Jan 2019

Dokter Lalai, Pasien Meninggal Dunia

Oleh: Jallus.
Kamis, 21 Sep 2017 01:32
BAGIKAN:
istimewa.
Dokter (ilustrasi).
BINTAN (EKSPOSnews): Rohaini (45), warga Kelurahan Sei Nam Laut, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau dikabarkan pihak keluarganya meninggal dunia karena tidak mendapatkan pertolongan dari RSUD di Kijang.

Sadiman (49), abang ipar dari Rohaini yang dijumpai di kediamannya di Bintan, mengatakan, korban tidak mendapatkan pelayanan maksimal dari pihak RSUD Bintan pada Selasa (19/9) sore hingga akhirnya meninggal dunia.

Ia menceritakan seorang dokter yang sedang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bintan pada saat itu tidak membenarkan Rohaini diinapkan di RSUD. Dokter dan beberapa perawat menyuruh pihak keluarga membawa pulang korban karena dianggap tidak sakit.

"Saya sampaikan kepada dokter itu, adek saya ini nampaknya sakit. Saya minta ditangani, tetapi dokter itu malah mengatakan adek saya tidak sakit, hanya kurang makan. Dan menurut SOP IGD di rumah sakit, adik saya sudah 4 jam sehingga sudah harus keluar, kalau tidak dirawat," katanya, Rabu 20 September 2017.

Lantaran keterbatasan ekonomi, keluarga Rohaini menunjukan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan KTP beserta fotokopi KTP 3 lembar. Sadiman menunjukan KIS dan KTP itu agar pihak rumah sakit mau menangani sakit Rohaini secara serius.

"Saya lihat muka Rohaini kuning, takut sakit lever. Tetapi dokter malah mengatakan ia lebih tahu dan mengatakan adik saya hanya kurang makan," katanya.

Awalnya, kabar sakitnya Rohaini diterima Sadiman dari anaknya. Rohaini meminta keluarga mengantarkannya ke rumah sakit.

Suami Rohaini menderita kelumpuhan, tidak dapat berbuat banyak. "Almarhumah minta dirawat, mau bernafas susah," katanya.

Karena keterbatasan biaya dan proses KIS tidak dapat digunakan di RSUD Bintan, akhirnya Rohaini dibawa keluarga pulang ke rumah. Sehari setelah dipulangkan ke rumah, Rohaini meninggal dunia.

Jasad korban dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Sadiman meminta pemerintah setempat mengambil sikap atas pelayanan yang diberikan oknum dokter dan perawat di RSUD Bintan kepada Rohaini.

"Saya tidak menuntut apa-apa, hanya saja orang yang membuat sampai nyawa adik saya tidak tertolongkan harus bertanggung jawab dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," ujarnya.

Rohaini meninggalkan seorang suami dalam kondisi lumpuh sejak 5 tahun lalu dan 3 anaknya, Riduan Saputra (25), Alamsyah (17) dan Cici Lia Anggiska (8).

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    Layanan Konsultasi Dokter Online Semakin Diminati

    SEMARANG (EKSPOSnews): Layanan Konsultasi Dokter (Konter) secara "online" dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Jawa Tengah diminati dengan banyaknya masyarakat yang berkonsultasi."Untuk layanan Konter,

  • 2 bulan lalu

    Kejari Pekanbaru Tahan 3 Dokter

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Pekanbaru menahan tiga oknum dokter Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau serta dua pihak swasta dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi alat-

  • 2 bulan lalu

    Sumbar Baru Miliki 4 Dokter Bedah Mulut

    PADANG (EKSPOSnews): Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit menyatakan dokter ahli bedah mulut dan maksilofasial baru ada empat orang di provinsi itu, dan semuanya berada di Kota Padang."

  • 3 bulan lalu

    Biaya Pendidikan Dokter di Indonesia Mahal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dalam Muktamar ke-30 tahun 2018 menyoroti sistem pendidikan kedokteran di Indonesia yang masih berbiaya mahal dan lulusan kualitas

  • 7 bulan lalu

    Perlindungan Hukum untuk Dokter

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan setiap rumah sakit harus memberikan perlindungan hukum kepada dokter yang dipekerjakannya a

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99