Jumat, 21 Sep 2018

Campak dan Gizi Buruk di Papua

Oleh: marsot
Senin, 15 Jan 2018 20:28
BAGIKAN:
istimewa.
Vaksin.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Papua segera mengirim sebanyak dua ton makanan tambahan ke Kabupaten Asmat untuk diberikan kepada warga di kawasan perkampungan yang dilaporkan banyak anak-anak yang meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Silvanus Sumule kepada Antara di Jayapura,  mengatakan makanan tambahan itu dijadwalkan akan diterbangkan dari Sentani ke Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat, menggunakan pesawat philatus porter milik AMA.

Dua ton makanan tambahan itu nantinya diangkut dalam dua kali penerbangan, dan setibanya di Agats akan langsung didistribusikan ke warga yang sangat membutuhkannya.

"Memang dari laporan yang diterima ada warga khususnya anak-anak yang meninggal akibat kekurangan gizi dan campak," ujarnya, Senin 15 Januari 2018.

"Kami masih menunggu laporan lanjutan dari Dinas Kesehatan Asmat, namun sambil menunggu, makanan tambahan dikirim ke sana," sambung Silvanus.

Menurut dia, tim kesehatan terpadu juga akan diterjukan ke Asmat.

Tim terpadu yang juga melibatkan tim medis dari kepolisian dan TNI akan diterjukankan ke lokasi yang dilaporkan ada korban meninggal dunia., Sementara itu Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Raymond secara terpisah mengatakantim kesehatan gabungan yang akan diterjunkan ke Asmat berasal dari berbagai unsur termasuk Dinas Kesehatan dan TNI.

Bahkan TNI sudah mengerahkan tim kesehatannya dari Mabes TNI yang saat ini sudah berada di Timika.

"Tim dari Mabes TNI itu akan bergabung dengan tim dari Pemprov Papua yang akan ke Timika, pada Selasa (16/1), sebelum disebarkan ke kampung kampung di Asmat yang membutuhkan penanganan serius," kata Kombes dr.Raymond.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber disebutkan kasus kematian anak yang terjadi di Distrik Pulau Tiga wilayah Nakai tercatat sebanyak empat orang akibat campak.

Di wilayah kampung Kappi dua orang anak meninggal akibat campak, Kampung As tercatat sembilan anak meninggal, Kampung Atat sebanyak 23 anak meninggal.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    Membangun Rumah Sekat di Papua

    TIMIKA (EKSPOSnews): Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua pada 2018 ini membangun rumah sehat dengan mengalokasikan dana otonomi khusus (Otsus) sebesar Rp16 miliar.Kepala Dinas Perumahan, Kawas

  • 2 bulan lalu

    TNI Tangkap Pemilik Ladang Ganja di Papua

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan Yonif 756/Wimane Sili (WMS) menangkap AL (36) yang teridentifikasi sebagai pengedar dan pemilik ladang gan

  • 2 bulan lalu

    BBKSDA Papua Tampung 11 Jenis Burung yang Dilindungi

    JAYAPURA (KICAU): Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua menampung sebanyak 81 ekor jenis satwa di kandang transit di Buper, Waena, Abepura, Kota Jayapura.Kepala BBKSDA Papua Timbu

  • 3 bulan lalu

    Serahkan Senjata Jenis Mouser, JK Ingin Kampungnya Aman

    BOVEN DIGOEL (EKSPOSnews): Seorang warga asal kampung Ninatie, Distrik Ninatie, Kabupaten Boven Digoel, Papua, mendadak mendatangi pos pengaman perbatasan Yonif Raider 500/Sikatan.Bukan tanpa maksud d

  • 3 bulan lalu

    3 Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Tiga dari lima orang warga yang ditembak Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di sekitar Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, dinyatakan tewas.Kabid Humas P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99