Jumat, 14 Des 2018

Campak dan Gizi Buruk di Papua

Oleh: marsot
Senin, 15 Jan 2018 20:28
BAGIKAN:
istimewa.
Vaksin.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Papua segera mengirim sebanyak dua ton makanan tambahan ke Kabupaten Asmat untuk diberikan kepada warga di kawasan perkampungan yang dilaporkan banyak anak-anak yang meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Silvanus Sumule kepada Antara di Jayapura,  mengatakan makanan tambahan itu dijadwalkan akan diterbangkan dari Sentani ke Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat, menggunakan pesawat philatus porter milik AMA.

Dua ton makanan tambahan itu nantinya diangkut dalam dua kali penerbangan, dan setibanya di Agats akan langsung didistribusikan ke warga yang sangat membutuhkannya.

"Memang dari laporan yang diterima ada warga khususnya anak-anak yang meninggal akibat kekurangan gizi dan campak," ujarnya, Senin 15 Januari 2018.

"Kami masih menunggu laporan lanjutan dari Dinas Kesehatan Asmat, namun sambil menunggu, makanan tambahan dikirim ke sana," sambung Silvanus.

Menurut dia, tim kesehatan terpadu juga akan diterjukan ke Asmat.

Tim terpadu yang juga melibatkan tim medis dari kepolisian dan TNI akan diterjukankan ke lokasi yang dilaporkan ada korban meninggal dunia., Sementara itu Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Raymond secara terpisah mengatakantim kesehatan gabungan yang akan diterjunkan ke Asmat berasal dari berbagai unsur termasuk Dinas Kesehatan dan TNI.

Bahkan TNI sudah mengerahkan tim kesehatannya dari Mabes TNI yang saat ini sudah berada di Timika.

"Tim dari Mabes TNI itu akan bergabung dengan tim dari Pemprov Papua yang akan ke Timika, pada Selasa (16/1), sebelum disebarkan ke kampung kampung di Asmat yang membutuhkan penanganan serius," kata Kombes dr.Raymond.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber disebutkan kasus kematian anak yang terjadi di Distrik Pulau Tiga wilayah Nakai tercatat sebanyak empat orang akibat campak.

Di wilayah kampung Kappi dua orang anak meninggal akibat campak, Kampung As tercatat sembilan anak meninggal, Kampung Atat sebanyak 23 anak meninggal.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 hari lalu

    Tak Ada Penggunaan Bom Sewaktu Mengejar KKB di Papua

    JAKARTA (EKSPOSnews): Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto membantah bila TNI menggunakan bom dalam melakukan pengejaran Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Nduga, Papua yang

  • 5 hari lalu

    Jangan Biarkan Papua Jadi Tempat Pembantaian

    JAKARTA (EKSPOSnews): Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) meminta agar aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka yang membangun proyek jembatan jal

  • 2 minggu lalu

    Penting Mana, Evaluasi Otsus atau HUT Papua Merdeka?

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Tokoh adat Sentani Yanto Khomlay Eluay berpendapat bahwa lebih penting rakyat Papua mendorong evaluasi implementasi Otonomi Khusus (Otsus) daripada menghabiskan energi mempering

  • 2 minggu lalu

    Ada Warga Negara Asing di Sarang Mahasiswa, Warga Surabaya Tolak Pelaksanaan HUT Papua Barat

    SURABAYA (EKSPOSnews): Informasi yang beredar di kalangan masyarakat mengenai adanya rencana peringatan HUT Papua Barat di Kota Surabaya, akhirnya menuai respon dari sejumlah pihak.Seluruh elemen masy

  • 3 minggu lalu

    Satgas Yonmek Amankan Ratusan Botol Miras Ilegal

    MERAUKE (EKSPOSnews): Satgas Pamtas Yonmek 521/DY di bawah kepemimpinan Letkol Inf Andi Andrianto Wibowo, gencar menggelar sweeping di setiap titik lokasi yang berada di perbatasan RI-Papua Nugini, kh

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99