Selasa, 19 Jun 2018

Campak dan Gizi Buruk di Papua

Oleh: marsot
Senin, 15 Jan 2018 20:28
BAGIKAN:
istimewa.
Vaksin.
JAYAPURA (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Papua segera mengirim sebanyak dua ton makanan tambahan ke Kabupaten Asmat untuk diberikan kepada warga di kawasan perkampungan yang dilaporkan banyak anak-anak yang meninggal dunia akibat campak dan gizi buruk.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Silvanus Sumule kepada Antara di Jayapura,  mengatakan makanan tambahan itu dijadwalkan akan diterbangkan dari Sentani ke Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat, menggunakan pesawat philatus porter milik AMA.

Dua ton makanan tambahan itu nantinya diangkut dalam dua kali penerbangan, dan setibanya di Agats akan langsung didistribusikan ke warga yang sangat membutuhkannya.

"Memang dari laporan yang diterima ada warga khususnya anak-anak yang meninggal akibat kekurangan gizi dan campak," ujarnya, Senin 15 Januari 2018.

"Kami masih menunggu laporan lanjutan dari Dinas Kesehatan Asmat, namun sambil menunggu, makanan tambahan dikirim ke sana," sambung Silvanus.

Menurut dia, tim kesehatan terpadu juga akan diterjukan ke Asmat.

Tim terpadu yang juga melibatkan tim medis dari kepolisian dan TNI akan diterjukankan ke lokasi yang dilaporkan ada korban meninggal dunia., Sementara itu Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Raymond secara terpisah mengatakantim kesehatan gabungan yang akan diterjunkan ke Asmat berasal dari berbagai unsur termasuk Dinas Kesehatan dan TNI.

Bahkan TNI sudah mengerahkan tim kesehatannya dari Mabes TNI yang saat ini sudah berada di Timika.

"Tim dari Mabes TNI itu akan bergabung dengan tim dari Pemprov Papua yang akan ke Timika, pada Selasa (16/1), sebelum disebarkan ke kampung kampung di Asmat yang membutuhkan penanganan serius," kata Kombes dr.Raymond.

Dari data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber disebutkan kasus kematian anak yang terjadi di Distrik Pulau Tiga wilayah Nakai tercatat sebanyak empat orang akibat campak.

Di wilayah kampung Kappi dua orang anak meninggal akibat campak, Kampung As tercatat sembilan anak meninggal, Kampung Atat sebanyak 23 anak meninggal.


Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Satgas Indonesia-Papua Nugini, Gelar Sholat Ied bersama Warga

    BOVEN DIGOEL (EKSPOSnews): Tak hanya diikuti oleh personel TNI saja, pelaksanaan sholat ied di Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Papua, juga turut serta diikuti oleh tokoh ulama setempat.Sepert

  • satu minggu lalu

    Tim Pusterad Tinjau Penanaman Sistem Hidroponik di Desa Waropko

    BOVEN DIGOEL (EKSPOSnews): Tim Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) terus memastikan seluruh kegiatan teritorial yang dilakukan oleh satgas pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, sudah berjalan dengan

  • 2 bulan lalu

    Arti Jembatan Holtekamp Bagi Papua

    JAYAPURA (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo dijadwalkan meninjau jembatan Holtekamp di Jayapura,Papua dan memastikan penanganan setelah kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk di Asmat, Papua

  • 3 bulan lalu

    Membangun Bengkel Pesawat di Papua

    JAKARTA (EKSPOSnews): PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia Tbk. akan membangun fasilitas bengkel perawatan pesawat atau Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Papua.Direktur Utama GMF Iwan

  • 5 bulan lalu

    Tim Satgas Terpadu Data Penderita Gizi Buruk di Asmat

    TIMIKA (EKSPOSnews): Tim Satgas Terpadu Kemanusiaan untuk Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, masih terus melakukan pendataan dan penanganan penderita gizi buruk dan campak di wilayah Agats.Kabid Humas P

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99