Kamis, 17 Agu 2017
  • Home
  • Kesehatan
  • Bidan Banyak, Kok Kematian Ibu Melahirkan Meningkat?

Bidan Banyak, Kok Kematian Ibu Melahirkan Meningkat?

Oleh: Jallus
Selasa, 16 Mei 2017 05:46
BAGIKAN:
istimewa
Perawat (ilustrasi).
PALEMBANG (EKSPOSnews): Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti mengatakan fenomena saat ini semakin banyak lulusan profesi bidan justru angka kematian ibu melahirkan terus bertambah.

"Ini adalah hal yang sebenarnya aneh, seharusnya semakin banyak lulusan bidan dampaknya angka ibu melahirkan berkurang. Tentu kondisi tersebut ada yang salah," ucap Ali Gufron pada Pembukaan Rakornas Konsil Kedokteran di Palembang, Senin 15 Mei 2017.

Menurut dia, salah satu penyebab adalah kurangnya pemerataan penyebaran tenaga kesehatan, khususnya bidan dari banyak lulusan perguruan tinggi.

Selain itu di Indonesia belum ada rencana makro strategis tentang pengembangan Iptek Ristekdikti. Sama halnya dengan pendidikan keguruan, sehingga banyak program pendidikan didirikan berdasarkan kepercayaan masing-masing, maksudnya tanpa sinergisitas.

Menurut dia, perlu sinergisitas antara perguruan tinggi dengan pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah agar para lulusan terintegrasi menjadi tenaga profesional, dan merata penyebarannya.

Dibandingkan mahasiswa teknik, hanya 46 persen saja yang lulus dan menjadi insinyur. Sedangkan profesi kesehatan khususnya kedokteran hampir semuanya jadi dokter, artinya pendidikan mahasiswa kedokteran lurus dengan profesinya.

Karena semuanya lulus dan jadi dokter atau bidan, tetapi tidak tertampung dan merata. Jadi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat meningkat hanya pada beberapa daerah.

"Maka perlu dibentuk komite bersama antara Kemenkes dan Kemristekdikti untuk membicarakan sinergi ini bersama-sama agar bisa mengurangi permasalahan pelayanan kesehatan masyarakat," kata Ali Gufron.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  komentar Pembaca

Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

Tentang Kami

Redaksi

Pedoman Media Siber

Disclaimer

Iklan

RSS

Kontak