Minggu, 23 Sep 2018

Banyak Dokter Bermain Curang Menguras Pasien

Minggu, 17 Jul 2016 08:42
BAGIKAN:
Dokter (lustrasi)
JAKARTA (EKSPOSnews): Sejumlah orang tua yang anaknya di vaksin di rumah sakit Harapan Bunda Jakarta Selatan mengaku kaget terhadap seorang dokter yang selama ini dipercaya menangani penyakit anaknya.

Adalah Hilda, orang tua seorang anak yang divaksin, mengakui kaget saat mendengar dokter Indra Sugiarno ditetapkan menjadi tersangka pemberi vaksin kepada pasien.

Dia tak menyangka dokter itu memperkaya diri dengan cara haram, yakni memberikan vaksin palsu kepada pasiennyq.

"Saya percaya, enggak percaya. Semua selalu sama Dokter Indra. Anak saya patah tulang saja dia yang tangani. Vaksin juga dari dulu sama dia," katanya, Sabtu 16 Juli 2016.

Dia memang pernah sempat curiga terhadap Dokter Indra. Setelah anaknya divaksin, seorang suster membawanya ke ruangan khusus untuk menawarkan harga yang murah untuk vaksin.

"Kan suntik (vaksin) dulu baru bayar. Jadi, enggak kepikiran itu palsu. Kalau bayar ke suster delapan puluh ribu rupiah, di kasir seratus dua puluh ribu rupiah. Vaksin itu punya Dokter Indra,” kata Hilda.

Aryo, seorang ayah juga merasa geram melihat ulah para dokter yang memperkaya diri dengan menjual vaksin palsu.

"Anak saya kaki dan pahanya pegal setelah vaksin. Terpaksa gendong terus karena susah jalan. Besoknya malah demam, muntah-muntah, enggak bisa makan," kata Aryo.

Dia mengaku tak menyangka dan tidak berprasangka buruk terhadap Indra Sugiarno, yang telah memberikan vaksin palsu untuk anaknya. Dia mengaku telah lama mengenal dokter itu.

"Anak saya semua (divaksin) di sini. Saya selalu (memvaksin anak) sama Dokter Indra. Kami percayanya sama dia karena orangnya agamis sekali. Sebelum periksa anak, selalu berdoa bersama dulu. Sekarang malah saya dengar dia sudah jadi tersangka. Kaget saya," ujar Aryo.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar konferensi pers tentang temuan penggunaan vaksin palsu Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta, pada Sabtu, 16 Juli 2016. Sejumlah orang tua korban yang anaknya diduga divaksin dengan vaksin palsu turut diundang.

Menurut Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Maura Linda Sitanggang, ditemukan 44 anak dari ratusan balita yang mendapatkan vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda Jakarta.

Sesungguhnya, masih banyak praktik curang yang dilakukan oleh dokter ketika menangani pasien di tempat praktek dan rumah sakit. Misalnya, menggunakan peralatan medis yang dioperasikan rumah sakit walaupun tak dibutuhkan. Pemeriksaan USG, jantung, dan penyakit dalam lain sebenarnya tak diperlukan tapi dipakai karena peralatan itu sebenarnya adalah milik si dokter yang ditempatkan di rumah sakit swasta.

Banyak dokter menanamkan investasi dengan cara membeli peralatan rumah sakit untuk dipakai di rumah sakit tertentu.

Demikian juga di tempat prakteknya. Ada dokter memeriksa setiap pasien dengan USG dan peralatan canggih lain walaupun tak diperlukan.

Paling parah adalah si dokter memberikan resep dengan mencampur antara obat generik dan obat paten. Sialnya, harga obat generik ditebus seharga obat paten. Dokter mendapat untung berlipat-lipat karena ada apotik sendiri yang biasanya berada di lokasi prakteknya.

Momentum penemuan vaksin palsu ini semestinya digunakan Kementerian Kesehatan dan Balai POM untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pengobatan di Indonesia. Praktek dokter memang sudah dibatasi hanya tiga tempat. Sebaiknya hanya dua tempat yakni satu rumah sakit dan satu tempat praktek. Hal ini penting untuk membatasi kecurangan para dokter lebih luas lagi. Dan juga agar dokter bisa konsentrasi penuh menangangi pasien di rumah sakit yang menjadi tempatnya bekerja.

Di Malaysia dan Singapura dokter hanya boleh berpraktek di satu rumah sakit. Kalau di Indonesia dokter bekerja seperti sopir angkot mengejar setoran dan banyak tempat  serta berlaku curang. (al)

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    Perlindungan Hukum untuk Dokter

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ilham Oetama Marsis mengatakan setiap rumah sakit harus memberikan perlindungan hukum kepada dokter yang dipekerjakannya a

  • 6 bulan lalu

    Dokter Punya Inovasi Kok Dipecat?

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mempertanyakan keputusan Ikatan Dokter Indonesia menjatuhkan sanksi kepada Mayor Jenderal TNI dr Terawan Agu

  • 7 bulan lalu

    Dokter Puskesmas di Aceh Selatan Mundur

    TAPAKTUAN (EKSPOSnews): Sejumlah dokter umum Puskesmas di Kabupaten Aceh Selatan mengundurkan diri, karena mendapat honor Rp1 juta/bulan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalani.I

  • 8 bulan lalu

    KPK Periksa Dokter Sonia Terkait TPPU Rita Widyasari

    JAKARTA (EKSPOSnews): Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dokter ahli bidang kecantikan Sonia Grania Wibisono dalam penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atas nama tersangka Bupati K

  • 8 bulan lalu

    3 Dokter Jadi Tersangka

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Kejaksaan Negeri Pekanbaru menungkapkan ada tiga dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelia

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99