Senin, 20 Mei 2019

Balita di Kampar Terancam Stunting

Oleh: marsot
Jumat, 05 Apr 2019 14:13
BAGIKAN:
istimewa.
Anak-anak.
PEKANBARU (EKSPOSnews): Seratusan balita di sejumlah desa di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau diindikasi terancam dan sebagian lainnya mengalami stunting akibat pola asupan gizi yang rendah dan tempat tinggal orang tua mereka tidak layak.

"Ancaman balita mengalami stunting juga bisa dipicu oleh pekerjaan orang tua mereka sebagai "buruh gelap" pada perusahaan sawit di daerah itu, hingga diyakini berdampak anggota keluarganya tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik," kata Azirman Kepala Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar, di Pekanbaru, Jumat 5 April 2019.

Menurut Azirman, orang tua yang memiliki balita menjadi buruh gelap, dimaksudkan mereka tidak terdaftar menjadi karyawan tetap perusahaan tersebut, tapi tetap bisa bekerja sehingga hak-haknya pun menjadi tidak jelas.

Ia mengatakan, aparat desa sulit untuk memperjuangkan hak-haknya atau mengintervensi perusahaan karena mereka tidak memiliki kartu indentitas seperti KTP.

"Bagaimana bisa kita melakukan pencegahan stunting, jika aparat desa sulit memberikan intervensi pada balita terkait orang tua mereka yang tidak memiliki kartu identitas itu, sulit mengontrolnya, mereka berdiam di rumah yang tidak layak huni hanya barak-barak, terbuat dari papan, berlantai tanah dan minim sanitasi lingkungan yang bersih," katanya.

Dengan kondisi yang memiriskan itu, katanya lagi, tentu berdampak pada balita mereka yang tidak terlindungi dengan lingkungan dan kesehatan yang baik.

Oleh karena itu, katanya berharap pihaknya bisa berumbuk bersama manajamen perusahaan perkebunan terkait untuk dapat menyelesaikan kasus tersebut terutama mencegah balita mereka menjadi stunting. Selain itu Disdalduk Kabupaten Kampar diharapkan untuk dapat menyelesaikan status kependudukan warga terkait. 

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Pengembangan Otak Anak Stunting Tak Bisa Pulih

    JAKARTA (EKSPOSnews): Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor menyebutkan perkembangan otak anak yang mengalami stunting atau kekerdilan tidak akan bisa pulih atau diperbaiki dengan asupan gizi setela

  • 2 bulan lalu

    Kasus Stunting di Palangka Raya Parah

    PALANGKA RAYA (EKSPOSnews): Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah Suyuti Syamsul mengakui, kasus stunting yang terjadi di wilayahnya menempati peringkat keempat terburuk se-Indonesia."Kasus stuntin

  • 2 bulan lalu

    Mengatasi Kekerdilan di Kampar

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Menteri Kesehatan (Menkes),  Nila Moeloek menyatakan diperlukan kerja sama lintas kementerian guna memberantas masalah tingginya angka kekerdilan (pertumbuhan kerdil) di k

  • 3 bulan lalu

    Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan Balita

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menangkap seorang anak laki-laki di bawah umur karena diduga mencabuli balita perempuan.Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Tr

  • 3 bulan lalu

    Menekan Anak Stunting di Tebing Tinggi

    TEBING TINGGI (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, mengungkap ada 74 anak di daerah itu mengalami stunting sehingga diupayakan untuk mendapat asupan gizi yang lebih baik.K

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99