Rabu, 18 Jul 2018

Balita Tumbuh Kerdil di Kalimantan Timur Tinggi

Oleh: alex
Jumat, 13 Jul 2018 08:57
BAGIKAN:
istimewa.
Anak-anak.
UJOH BILANG (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kalimantan Timur menyatakan jumlah anak usia di bawah lima tahun yang stunting tergolong tinggi, yakni 30,6 persen dari total balita pada 2017, sehingga membutuhkan penanganan intensif oleh pihak terkait.

"Balita tumbuh kerdil (stunting) di Kaltim tiap tahun mengalami kenaikan, dari 26,7 persen pada 2015, menjadi 27,1 persen pada 2016, dan kembali naik menjadi 30,6 persen pada 2017," ujar Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Meliana di Ujoh Bilang, Jumat 13 Juli 2018.

Ketika melakukan advokasi gerakan masyarakat hidup sehat di Balai Pertemuan Kampung Ujoh Bilang, sehari sebelumnya, ia mengatakan bahwa dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, kasus stunting tertinggi saat ini di Kota Bontang.

Setiap tahun, angka stunting di Bontang fluktuasi, yakni tercatat 16,1 persen pada 2014, menjadi 21,8 persen pada? 2015, turun menjadi 20,4 persen tahun 2016, dan naik menjadi 32,4 persen pada 2017.

Terbanyak kedua Kabupaten Kutai Timur yang pada 2014 tercatat 24,7 persen, pada 2015 menjadi 30,2 persen, pada 2016 turun menjadi 29,8 persen, dan pada 2017 kembali naik menjadi 32,2 persen.

Posisi tiga Kabupaten Penajam Paser Utara yang pada 2014 tercatat 29,5 persen, pada 2015 turun menjadi 21,9 persen, pada 2016 ada 27 persen, dan pada 2017 naik menjadi 31,9 persen.

Kabupaten Paser berada di urutan empat dengan angka stunting pada 2014 sebesar 30,5 persen, pada 2015 turun menjadi 26,7 persen, pada 2016 kembali turun menjadi 24,6 persen, dan pada 2017 kembali naik menjadi 31,8 persen.

Di posisi lima Kabupaten Kutai Barat yang pada 2014 tercatat 41 persen, pada 2015 turun menjadi 29,5 persen, pada 2016 turun menjadi 26,7 persen, namun pada 2017 naik menjadi 31,5 persen.

Posisi enam Kabupaten Kutai Kartanegara yang pada 2014 ada 21,5 persen anak stunting, naik menjadi 32,9 persen pada 2015, naik lagi menjadi 37,1 persen pada 2016, dan turun menjadi 30,9 persen pada 2017.

Empat daerah lainnya yang memiliki anak stunting pada 2017 adalah Kabupaten Berau 30,5 persen, Kabupaten Mahakam Ulu 30,4 persen, Kota Balikpapan tercatat 30,3 persen, dan Kota Samarinda paling sedikit tercatat 28,8 persen.

"Anak stunting dengan usia 0-59 bulan ini masih bisa ditangani dengan pemberian ASI eksklusif dan gizi seimbang, sedangkan untuk mencegah jangan sampai ada stunting, maka ibu mengandung tidak boleh kekurangan gizi, bahkan anak juga harus dipenuhi gizinya," ucap Meliana.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu bulan lalu

    Balita Penderita Kanker Mata Peroleh Bingkisan dari Korem 082/CPYJ

    MOJOKERTO (EKSPOSnews): Bayi penderita kanker mata yang tinggal di Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jawa Timur akhirnya mendapat perhatian dari Korem 082/CPYJ.Dengan didamping

  • 4 bulan lalu

    Balita Kekurangan Gizi di Langkat

    STABAT (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 48 kasus balita kekurangan gizi kronis di daerah tersebut sehingga berpengaruh pada pertumbuhan tinggi

  • 7 bulan lalu

    Balita Ditembak di Sumatera Barat

    PULAU PUNJUNG (EKSPOSnews): Kepolisian Resor Dharmasraya, Sumatera Barat mengungkap motif penembakan yang menewaskan balita RA (2) karena pelaku, UC (39), sakit hati kepada ayah korban."Aksi nekat dil

  • 11 bulan lalu

    Balita Kekurangan Gizi di Sumbar

    PADANG ARO (EKSPOSnews): Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat menemukan 33 orang anak di bawah lima tahun (balita) kekurangan gizi berupa gizi buruk dan gizi kurang.Kepala

  • tahun lalu

    Pernikahan Dini di Kalimantan Timur Melonjak

    SAMARINDA (EKSPOSnews): Kasus pernikahan dini atau anak bawah umur di Provinsi Kalimantan Timur dalam tujuh tahun terakhir cenderung meningkat, dari 113 kasus pada 2009 menjadi 385 kasus pada 2015, se

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99