Rabu, 27 Mei 2020
  • Home
  • Kesehatan
  • Balai POM Diminta Awasi Lebih Ketat Peredaran Obat

Balai POM Diminta Awasi Lebih Ketat Peredaran Obat

Kamis, 08 Sep 2016 13:13
BAGIKAN:
ist
Badan POM (ilustrasi).

JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk lebih memperketat pengawasan peredaran obat-obatan sehingga tidak lagi ditemukan obat palsu maupun ilegal.

"Karena itu ada BPOM. Itu urusan BPOM untuk lebih tegas," kata Wapres di Jakarta, Kamis 8 September 2016.

Sebelumnya, tim gabungan BPOM dan Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri menggerebek lima gudang di Komplek Pergudangan Surya Balaraja, Banten yang memproduksi obat-obatan ilegal dengan nilai yang ditaksir lebih dari Rp30 miliar, pada Jumat (2/9).

Di lima gudang tersebut, tim gabungan menyita barang bukti sebanyak 42.480.000 pil obat yang diproduksi dan diedarkan secara ilegal.

Kepala Badan POM, Penny K Lukito mengatakan jutaan pil tersebut merupakan obat ilegal dari berbagai jenis bahan baku.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas menemukan alat-alat produksi obat ilegal seperti mixer, mesin pencetak tablet, mesin penyalut, mesin stripping dan mesin filling.

Selain itu, petugas juga menemukan bahan baku obat, bahan kemasan, produk jadi obat dan obat tradisional siap edar.

Beberapa jenis obat yang ditemukan di gudang tersebut adalah Trihexyphenydyl, Heximer, Dextrometorphan, Carnophen dan Somadryl. Temuan didominasi oleh obat yang sering disalahgunakan untuk menimbulkan efek halusinasi.

Trihexyphenydyl dan Heximer adalah obat anti parkinson yang bila digunakan secara berlebihan akan mengakibatkan ketergantungan dan mempengaruhi aktivitas mental. Sementara Tramadol adalah obat anti nyeri yang jika disalahgunakan bisa menyebabkan efek halusinasi.

Dextromethorphan merupakan obat batuk yang menurut Penny, rentan disalahgunakan karena dapat menimbulkan efek halusinasi dan dalam bentuk sediaan tunggal sudah dilarang peredarannya oleh BPOM sejak tahun 2013.

Carnophen dan Somadryl, adalah obat nyeri otot yang mengandung bahan aktif Carisoprodol yang bila kerap dikonsumsi bisa menyebabkan efek halusinasi.

Sementara obat-obatan tradisional yang ditemukan oleh tim gabungan antara lain bermerek Pa'e, African Black Ant, New Anrat, Gemuk Sehat dan Nangen Zengzhangsu.

"Produk tersebut merupakan produk tanpa izin edar. Pelaku mencantumkan nomor izin edar fiktif," katanya.(ant)


  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Bandara Halim Perketat Pengamanan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Executive General Manager Bandara Halim Perdanakusuma, Pip Darmanto mengatakan tidak ada pengamanan khusus di bandara pascaledakan yang diduga dipicu oleh bimbingan bunuh diri di

  • tahun lalu

    Balai POM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal

    BANDUNG (EKSPOSnews): Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI memusnahkan obat dan makanan ilegal atau tanpa izin edar senilai Rp8,1 miliar di Bandung, Jawa Barat.Kepala BPOM RI Penny K. Lukito me

  • 2 tahun lalu

    Balai POM Bandarlampung Sita Kosmetik Ilegal

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Balai Besar POM Bandarlampung menyita 4.914 bungkus kosmetik ilegal yang mengandung bahan berbahaya."Kosmetik ilegal itu didapat dari hasil penertiban di sejumlah tempat,"

  • 2 tahun lalu

    Pemerintah Perketat Tenaga Kerja Asing

    PADANG (EKSPOSnews): Presiden Joko Widodo menanggapi isu maraknya serbuan tenaga kerja asing khususnya dari China dalam kunjungan kerjanya ke Padang, setelah salah seorang masyarakat mempertanyakannya

  • 2 tahun lalu

    Perketat Pengawasan Rumah Ibadah

    YOKYAKARTA (EKSPOSnews): Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta aparat kemanan memperketat penjagaan seluruh tempat ibadah, tidak hanya saat memperingati hari-hari be

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99