Rabu, 27 Mei 2020

Balai Besar POM Temukan Obat Ilegal di Padang

Sabtu, 17 Sep 2016 11:00
BAGIKAN:
ist
Balai POM.

PADANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menemukan ribuan butir obat dan jamu ilegal di Padang saat inspeksi mendadak (Sidak) di dua lokasi pada Jumat (16/9) malam.

"Sidak ini merupakan tindaklanjuti penemuan obat dan jamu ilegal oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta Bareskrim Polri di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu," kata Kepala BBPOM Padang, Zulkifli, di Padang.

Dua lokasi penemuan obat dan jamu ilegal tersebut berada di pasar Tarandam dan Seberang Padang, Padang.

Berdasarkan sidak tersebut pihaknya menemukan obat dan jamu yang peredarannya sudah lama dilarang oleh pemerintah namun hingga saat ini obat dan jamu tersebut masih ditemukan dijual di apotek setempat.

"Adapun obat dan jamu tersebut yaitu Dextro, obat kuat, dan jamu pegalinu," sebutnya. Ia menambahkan Dextro atau Dextrometorphan pada awalnya digunakan untuk obat batuk namun dalam perkembangannya obat tersebut disalahgunakan oleh para remaja untuk mendapatkan sensasi berhalusinasi sehingga banyak ditemukan remaja yang meninggal karena overdosis.

"Oleh karena itu pemerintah telah melarang peredaran Dextro semenjak tahun 2013," ujarnya. Sedangkan obat dan jamu kuat yang ditemukan pada sidak tersebut merupakan obat dan jamu yang telah dicampurkan dengan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan pengonsumsinya. "Sebenarnya kami rutin melakukan sidak terkait hal ini, namun ada saja ditemukan obat dan jamu ilegal, akan tetapi kami akan terus melakukan sidak agar masyarakat di Sumbar aman dari peredaran obat dan jamu ilegal," sebutnya.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan si penjual obat dan jamu tersebut didapatkan dari tawaran oleh distributor yang bukan distributor resmi.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut pihaknya akan memanggil si penjual obat atau apoteker guna mencari siapa yang menjual obat tersebut kepada mereka.

Saat ini pihaknya telah menyita obat dan jamu hasil sidak tersebut untuk dimusnahkan. Sebelumnya BBPOM dan Mabes Polri menggerebek lima pabrik obat ilegal di Tangerang, Banten pada Jumat (2/9).

dDan menyita miliaran butir obat ilegal dengan nilai mencapai Rp30 Miliar dan disinyalir sudah beredar di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito mengatakan obat yang disita berjenis Trihexyphenydyl, Heximer, Tramadol, Carnophen, Somadryl, dan Dextrometorphan "Obat-obat tersebut bisa menyebabkan efek halusinasi yang berbahaya bagi masyarakat," ungkapnya.(ant)


  Berita Terkait
  • 12 bulan lalu

    Wisatawan Akan Serbu Padang

    PADANG (EKSPOSnews): Sebanyak satu juta wisatawan nusantara dan mancanegara diprediksi akan mengunjungi Provinsi Sumatera Barat saat libur Lebaran 2019, sehingga pemerintah dan pengelola destinasi wis

  • 12 bulan lalu

    RS Semen Padang Tak Layani Lagi Peserta BPJS Kesehatan

    PADANG (EKSPOSnews): Rumah Sakit Semen Padang atau Semen Padang Hospital tidak lagi melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat mulai awal Juni 2019 seiring tidak berlanjutnya ker

  • tahun lalu

    Ajakan Boikot Jangan Makan di Rumah Makan Padang

    JAKARTA (EKSPOSnews): Sejumlah pemilik rumah makan Padang mengatakan tidak terpengaruh oleh ajakan boikot rumah makan Padang yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir."Sampai sekarang

  • tahun lalu

    Trase Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru Tak Bisa Digeser

    PADANG (EKSPOSnews): Trase Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru kilometer 0-30 kilometer yang dipertanyakan masyarakat setempat, tidak bisa lagi digeser karena telah melalui berbagai pertimbangan."Trase

  • tahun lalu

    Padang Butuh Tempat Rehabilitasi Pecandu Narkoba

    PADANG (EKSPOSnews): Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko mengatakan Sumatera Barat membutuhkan tempat rehabilitasi narkoba bagi masyarakat yang ingin sembuh dari ketergantung

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2020 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99