Jumat, 17 Agu 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • BPOM Pekanbaru Larang Peredaran Ikan Kaleng Farmer Jack Mackerel

BPOM Pekanbaru Larang Peredaran Ikan Kaleng Farmer Jack Mackerel

Oleh: alex
Selasa, 20 Mar 2018 20:27
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
SELATPANJANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau melarang beredarnya sarden kaleng merek "Farmer Jack Mackerel" disebabkan adanya temuan cacing di dalam kaleng kemasan sarden tersebut.

Seksi Pemeriksaan BBPOM Pekanbaru Rita Ariestya usai turun langsung ke Selatpanjang melakukan pemeriksaan,  mengatakan cacing yang ditemukan adalah jenis Gilig dan termasuk cacing parasit yang bisa berkembangbiak di tubuh manusia.

"Kami sudah melarang merek ini beredar. Distributornya harus segera mengumpulkan semua produk yang sudah diedarkan setelah itu dikembalikan ke importir di Batam," ujarnya, Selasa 20 Maret 2018.

Petugas BBPOM Pekanbaru itu juga sudah memeriksa langsung ke gudang distributor dan beberapa swalayan di Kota Selatpanjang. Didampingi pegawai Dinas Perdagangan dan Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, setiap sarden merek FarmerJack yang ditemukan langsung diambil.

"Pokoknya segera ditarik dari pasar semuanya," kata Rita.

Menurutnya, sarden yang diimpor tersebut sudah terdaftar di BPOM tahun 2016 dan diimpor oleh PT Prima Niaga Indomas, Batam. Sedangkan produsennya Zhang Zou Tan.co.ltd, perusahaan asal China.

"Ada sejumlah sampel yang kita kirim ke Jakarta untuk ditindaklanjuti oleh BPOM. Terkait bahaya atau dampaknya bagi manusia jika dikonsumsi nanti kita tunggu hasil dan instruksi selanjutnya dari pusat," jelas staf BBPOM Pekanbaru itu.

Sub distributor sarden merek FarmerJack yang memiliki gudang di Jalan Pangaram Selatpanjang, Abun saat disidak petugas menyatakan pihaknya siap menarik kembali semua produk bermasalah tersebut.

"Setelah Sidak ini kita tarik semuanya," tutur Abun.

Kabid Perdagangan Disperindag Kepulauan Meranti, Hariadi, meminta masyarakat untuk teliti dan jeli dalam membeli produk-produk makanan kemasan. Khususnya sarden yang telah dinyatakan mengandung cacing gilig oleh BBPOM.

"Kita imbau masyarakat hati-hati membeli. Sardennya itu merek mackerel farmerjack," ujar Hariadi.

Seorang warga Selatpanjang Ucu (54) menyambut baik upaya yang dilakukan oleh BBPOM Pekanbaru. Menurutnya, informasi cacing di dalam kaleng sarden ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

"Kalau gini kan jelas, yang ditemukan itu benar cacing bukan usus kecil seperti klaim mereka (penjual). Jadi tidak usah dibeli lagi sarden dengan mereka itu," jelasnya.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 bulan lalu

    Cabut Izin Importir Ikan Kaleng Bercacing

    JAKARTA (EKSPOSnews): Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago mendesak pemerintah dapat segera mencabut izin impor ikan makarel yang produk kalengannya ternyata bermasalah karena mengandung cacing

  • 5 bulan lalu

    Seluruh Ikan Kaleng Bercacing Harus Ditarik

    SOLO (EKSPOSnews): Manajemen pusat perbelanjaan Hypermart di Solo Grand Mal (SGM) telah menarik seluruh produk ikan makarel kaleng seiring dengan beredarnya pemberitaan mengenai ditemukannya cacing da

  • 5 bulan lalu

    BPOM Aceh Temukan Ikan Kaleng Bercacing

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan tiga merek ikan kaleng diduga mengandung parasit cacing."Ada tiga merek ikan kaleng atau sarden makarel yang didug

  • 5 bulan lalu

    Ikan Kaleng Mengandung Cacing Beredar di Batam

    BATAM (EKSPOSnews): Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Kepulauan Riau, menelusuri peredaran sarden yang terdeteksi mengandung cacing dan diproduksi sebuah perusahaan di kota itu."Di Batam

  • 5 bulan lalu

    Ikan Kaleng Impor Mengandung Cacing

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Pekanbaru mengungkap hasil uji laboratorium bahwa ada tiga produk impor ikan makarel kaleng yang terbukti mengandung cacing sehingga

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99