Senin, 22 Okt 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • BPOM Pantau Penarikan Suplemen Mengandung DNA Babi

BPOM Pantau Penarikan Suplemen Mengandung DNA Babi

Oleh: Jallus
Sabtu, 10 Feb 2018 07:35
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
PALU (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu terus memantau penarikan produk suplemen makanan dan obat mengandung DNA babi, yakni Viostin DS dan Enzyplex oleh sejumlah distributor.

Kepala BPOM Safriansyah mengatakan telah menerjunkan timnya untuk memantau penarikan kedua produk tersebut pada fasilitas farmasi dan swalayan di sejumlah titik di Kota Palu seperti toko obat dan apotik.

"Sampai sekarang kita terus memonitoring penarikan produk tersebut di Kota Palu maupun kabupaten di Sulteng oleh distributor," katanya di Palu, Jumat 9 Februari 2018.

Safriansyah mengatakan BPOM di Palu memberi jangka waktu sebulan kepada distributor dan pelaku usaha farmasi maupun swalayan untuk menarik produk tersebut.

"Viostin DS mulai 2 Februari sampai 2 Maret. Kalau Enzyplex diberi waktu dari 5 Februari sampai 5 Maret untuk menarik semua produknya di Kota Palu dan kabupaten di Sulteng," katanya.

Dia mengatakan jika lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan pihaknya masih menemukan produk tersebut beredar dan diperjual belikan, BPOM takkan segan-segan memberi sanksi tegas kepada pelaku usaha dan distributor.

Berdasarkan data dari BPOM di Palu, Suplemen makanan Viostin DS disalurkan oleh PT. PBF dan PT. Matakar Pantam.

"Kalau Enzyplex disalurkan oleh PT. PBF, PT. APL dan PT. Kimia Farma," sebutnya.

Dalam penarikan itu, BPOM juga menggandeng Dinas Kesehatan kabupaten dan kota untuk memantau penarikan kedua produk itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    BPOM Buka Lowongan 1.078 CPNS

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan membuka lowongan 1.078 calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia."Dari 1.078 lowongan tersebut, 260 formasi ditempatkan

  • 3 bulan lalu

    BPOM Jakarta Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan penggrebegan terhadap sebuah gudang penyimpanan kosmetik diduga ilegal di Jalan Kapuk Utara no.21, Jakart

  • 7 bulan lalu

    BPOM Aceh Temukan Ikan Kaleng Bercacing

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan tiga merek ikan kaleng diduga mengandung parasit cacing."Ada tiga merek ikan kaleng atau sarden makarel yang didug

  • 7 bulan lalu

    BPOM Pekanbaru Larang Peredaran Ikan Kaleng Farmer Jack Mackerel

    SELATPANJANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau melarang beredarnya sarden kaleng merek "Farmer Jack Mackerel" disebabkan adanya temuan cacing di dalam

  • 8 bulan lalu

    BBPOM Semarang Sita Jamu Ilegal

    BANYUMAS (EKSPOSnews): Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang menyita ribuan bungkus jamu ilegal saat melakukan penertiban di Desa Tunjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah."Kami ingin

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99