Rabu, 21 Feb 2018
  • Home
  • Kesehatan
  • BPOM Pantau Penarikan Suplemen Mengandung DNA Babi

BPOM Pantau Penarikan Suplemen Mengandung DNA Babi

Oleh: Jallus
Sabtu, 10 Feb 2018 07:35
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
PALU (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu terus memantau penarikan produk suplemen makanan dan obat mengandung DNA babi, yakni Viostin DS dan Enzyplex oleh sejumlah distributor.

Kepala BPOM Safriansyah mengatakan telah menerjunkan timnya untuk memantau penarikan kedua produk tersebut pada fasilitas farmasi dan swalayan di sejumlah titik di Kota Palu seperti toko obat dan apotik.

"Sampai sekarang kita terus memonitoring penarikan produk tersebut di Kota Palu maupun kabupaten di Sulteng oleh distributor," katanya di Palu, Jumat 9 Februari 2018.

Safriansyah mengatakan BPOM di Palu memberi jangka waktu sebulan kepada distributor dan pelaku usaha farmasi maupun swalayan untuk menarik produk tersebut.

"Viostin DS mulai 2 Februari sampai 2 Maret. Kalau Enzyplex diberi waktu dari 5 Februari sampai 5 Maret untuk menarik semua produknya di Kota Palu dan kabupaten di Sulteng," katanya.

Dia mengatakan jika lewat dari batas waktu yang sudah ditentukan pihaknya masih menemukan produk tersebut beredar dan diperjual belikan, BPOM takkan segan-segan memberi sanksi tegas kepada pelaku usaha dan distributor.

Berdasarkan data dari BPOM di Palu, Suplemen makanan Viostin DS disalurkan oleh PT. PBF dan PT. Matakar Pantam.

"Kalau Enzyplex disalurkan oleh PT. PBF, PT. APL dan PT. Kimia Farma," sebutnya.

Dalam penarikan itu, BPOM juga menggandeng Dinas Kesehatan kabupaten dan kota untuk memantau penarikan kedua produk itu.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 minggu lalu

    BBPOM Semarang Sita Jamu Ilegal

    BANYUMAS (EKSPOSnews): Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang menyita ribuan bungkus jamu ilegal saat melakukan penertiban di Desa Tunjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah."Kami ingin

  • 2 minggu lalu

    Suplemen Mengadung DNA Babi Diviralkan Pengawai Badan POM

    JAKARTA (EKSPOSnews): Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan informasi tentang suplemen makanan mengandung DNA babi menjadi perhatian masyarakat setelah salah satu peg

  • 3 minggu lalu

    BPOM Lalai Lakukan Pengawasan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah lalai dalam mengawasi peredaran obat menyusul temuan suplemen makanan yang t

  • 5 bulan lalu

    BPOM Bandarlampung Temukan Obat Ilegal

    BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandarlampung dalam tahun ini menemukan 173 item obat tanpa izin edar dan obat di sarana tanpa kewenangan."Dari hasil pengawasan sedia

  • 5 bulan lalu

    BPOM Babel Sidak Apotek dan Klinik

    PANGKALPINANG (EKSPOSnews): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meningkatkan kegiatan inspeksi mendadak ke apotik dan klinik layanan kesehatan guna mengantisipa

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99