Selasa, 16 Okt 2018

BPOM Lalai Lakukan Pengawasan

Oleh: alex
Jumat, 02 Feb 2018 05:05
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah lalai dalam mengawasi peredaran obat menyusul temuan suplemen makanan yang terbukti mengandung DNA babi.

"Hal itu tidak perlu terjadi bila pengawasan dilakukan secara intensif. Kejadian serupa pernah terjadi dalam kasus peredaran mie instan asal Korea beberapa waktu lalu," kata Saleh dihubungi di Jakarta, Kamis 1 Februari 2018.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan perlu dilakukan penyidikan serius terhadap produsen suplemen makanan itu karena merupakan tanggung jawab mereka dalam mengedarkan produk tersebut.

"Jangan sampai ada unsur kesengajaan dalam memproduksi dan mengedarkan produk tersebut. Ini berkaitan dengan perlindungan hak konsumen yang menjadi target pemasaran obat tersebut," tuturnya.

Bila kejadian itu dibiarkan, Saleh khawatir kejadian serupa akan terulang karena tidak ada efek jera.

Karena itu, Saleh meminta pemerintah memastikan semua obat, makanan, dan kosmetik yang beredar aman dikonsumsi dan tidak merugikan hak-hak konsumen.

Sebelumnya, BPOM menyatakan suplemen makanan Viostin DS produksi PT Pharos Indonesia dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories terbukti positif mengandung DNA babi.

Dikutip dari laman resmi BPOM, yang mengandung DNA babi adalah produk dengan nomor izin edar NIE POM SD.051523771 dengan nomor bets BN C6K994H untuk Viostin DS dan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101 untuk Enzyplex tablet.

BPOM telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut.

Menanggapi instruksi tersebut, PT. Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS.

Begitu juga dengan PT Medifarma Laboratories yang telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • satu minggu lalu

    BPOM Buka Lowongan 1.078 CPNS

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan membuka lowongan 1.078 calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia."Dari 1.078 lowongan tersebut, 260 formasi ditempatkan

  • 3 bulan lalu

    BPOM Jakarta Gerebek Gudang Kosmetik Ilegal

    JAKARTA (EKSPOSnews): Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta melakukan penggrebegan terhadap sebuah gudang penyimpanan kosmetik diduga ilegal di Jalan Kapuk Utara no.21, Jakart

  • 7 bulan lalu

    BPOM Aceh Temukan Ikan Kaleng Bercacing

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan tiga merek ikan kaleng diduga mengandung parasit cacing."Ada tiga merek ikan kaleng atau sarden makarel yang didug

  • 7 bulan lalu

    BPOM Pekanbaru Larang Peredaran Ikan Kaleng Farmer Jack Mackerel

    SELATPANJANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau melarang beredarnya sarden kaleng merek "Farmer Jack Mackerel" disebabkan adanya temuan cacing di dalam

  • 8 bulan lalu

    BPOM Pantau Penarikan Suplemen Mengandung DNA Babi

    PALU (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu terus memantau penarikan produk suplemen makanan dan obat mengandung DNA babi, yakni Viostin DS dan Enzyplex oleh sejumlah distributor

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99