Minggu, 24 Jun 2018

BPOM Ikut Kembangkan Industri Farmasi

Oleh: Alex
Sabtu, 12 Agu 2017 05:12
BAGIKAN:
istimewa
Badan POM.
PADANG (EKSPOSnews): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI akan ikut mengembangkan industri farmasi di Indonesia yang saat ini dinilai masih butuh penguatan.

"BPOM nantinya bukan pada pengawasan saja namun memfasilitasi pengembangan keilmuan farmasi di Indonesia," kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat berkunjung ke Universitas Andalas (Unand) Padang, Jumat 11 Augustus 2017.

Pengembangan itu, kata dia, pada keterlibatan lulusan keilmuan farmasi bukan menjadi pemeriksa semata, namun kepengawasannya.

Ia menjelaskan secara cepat ilmuwan farmasi bisa mendeteksi legal atau tidak legal, layak atau tidak layak, suatu obat yang ada di pasaran.

Saat ini, pihaknya sedang mencari cara untuk keterlibatan ilmuan farmasi pada sektor kepengawasan obat dan makanan.

"Hal lain yang akan dikembangkan yakni penciptaan obat secara mandiri," kata dia.

Hal itu, katanya, penting untuk mengurangi bahan baku obat yang sebagian besar masih impor.

Di samping itu, katanya, dengan mandirinya industri farmasi tentu akan mengurangi peredaran obat palsu dan ilegal.

Ia mengaku bahwa langkah tersebut membutuhkan banyak analisis dan riset.

Guru besar bidang farmasi Unand Dachriyanus mengatakan pengembangan industri farmasi harus dilakukan semua pihak, bukan hanya yang terkait dengan bidang tersebut.

Ia mengatakan perlunya BPOM merangkul berbagai sektor agar percepatannya usaha tersebut bisa berjalan dengan optimal.

Ia mencontohkan tentang perlunya merangkul kementerian perdagangan, ekonomi, kedokteran, atau perbankan.

Sinergitas ituj, katanya, dapat mewujudkan percepatan industri farmasi yang telah tercantum dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2016.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 3 bulan lalu

    BPOM Aceh Temukan Ikan Kaleng Bercacing

    BANDA ACEH (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan tiga merek ikan kaleng diduga mengandung parasit cacing."Ada tiga merek ikan kaleng atau sarden makarel yang didug

  • 3 bulan lalu

    BPOM Pekanbaru Larang Peredaran Ikan Kaleng Farmer Jack Mackerel

    SELATPANJANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, Provinsi Riau melarang beredarnya sarden kaleng merek "Farmer Jack Mackerel" disebabkan adanya temuan cacing di dalam

  • 4 bulan lalu

    BPOM Pantau Penarikan Suplemen Mengandung DNA Babi

    PALU (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu terus memantau penarikan produk suplemen makanan dan obat mengandung DNA babi, yakni Viostin DS dan Enzyplex oleh sejumlah distributor

  • 4 bulan lalu

    BBPOM Semarang Sita Jamu Ilegal

    BANYUMAS (EKSPOSnews): Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Semarang menyita ribuan bungkus jamu ilegal saat melakukan penertiban di Desa Tunjung, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah."Kami ingin

  • 5 bulan lalu

    BPOM Lalai Lakukan Pengawasan

    JAKARTA (EKSPOSnews): Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay menilai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah lalai dalam mengawasi peredaran obat menyusul temuan suplemen makanan yang t

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2018 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99