Senin, 26 Agu 2019

BPOM Ikut Kembangkan Industri Farmasi

Oleh: Alex
Sabtu, 12 Agu 2017 05:12
BAGIKAN:
istimewa
Badan POM.
PADANG (EKSPOSnews): Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI akan ikut mengembangkan industri farmasi di Indonesia yang saat ini dinilai masih butuh penguatan.

"BPOM nantinya bukan pada pengawasan saja namun memfasilitasi pengembangan keilmuan farmasi di Indonesia," kata Kepala BPOM RI Penny K Lukito saat berkunjung ke Universitas Andalas (Unand) Padang, Jumat 11 Augustus 2017.

Pengembangan itu, kata dia, pada keterlibatan lulusan keilmuan farmasi bukan menjadi pemeriksa semata, namun kepengawasannya.

Ia menjelaskan secara cepat ilmuwan farmasi bisa mendeteksi legal atau tidak legal, layak atau tidak layak, suatu obat yang ada di pasaran.

Saat ini, pihaknya sedang mencari cara untuk keterlibatan ilmuan farmasi pada sektor kepengawasan obat dan makanan.

"Hal lain yang akan dikembangkan yakni penciptaan obat secara mandiri," kata dia.

Hal itu, katanya, penting untuk mengurangi bahan baku obat yang sebagian besar masih impor.

Di samping itu, katanya, dengan mandirinya industri farmasi tentu akan mengurangi peredaran obat palsu dan ilegal.

Ia mengaku bahwa langkah tersebut membutuhkan banyak analisis dan riset.

Guru besar bidang farmasi Unand Dachriyanus mengatakan pengembangan industri farmasi harus dilakukan semua pihak, bukan hanya yang terkait dengan bidang tersebut.

Ia mengatakan perlunya BPOM merangkul berbagai sektor agar percepatannya usaha tersebut bisa berjalan dengan optimal.

Ia mencontohkan tentang perlunya merangkul kementerian perdagangan, ekonomi, kedokteran, atau perbankan.

Sinergitas ituj, katanya, dapat mewujudkan percepatan industri farmasi yang telah tercantum dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2016.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 2 bulan lalu

    BPOM Diminta Tingkatkan Pengawasan Obat dan Makanan

    PALU (EKSPOSnews): Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola berharap dan mengajak Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Palu untuk meningkatkan koordinasi dengan Organisasi Perangkat

  • 3 bulan lalu

    Uji Labor Gratis dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan

    PEKANBARU (EKSPOSnews): Gubernur Riau Syamsuar mengatakan sebanyak 1.000 unit usaha kecil dan menengah (UKM) di daerah itu diberikan kesempatan untuk melakukan uji laboratorium terhadap aneka produk m

  • 7 bulan lalu

    Tunggakan BPJS Kesehatan Ganggu Industri Farmasi

    JAKARTA (EKSPOSnews): Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melaporkan perihal tunggakan utang BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, yang berdampak p

  • 8 bulan lalu

    BPOM Medan Musnahkan Barang Ilegal

    MEDAN (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Medan memusnahkan berbagai produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetik ilegal yang tidak memenuhi persyaratan keamanan hasil sitaan se

  • 11 bulan lalu

    BPOM Buka Lowongan 1.078 CPNS

    PADANG (EKSPOSnews): Badan Pengawas Obat dan Makanan membuka lowongan 1.078 calon Pegawai Negeri Sipil yang akan ditempatkan di seluruh Indonesia."Dari 1.078 lowongan tersebut, 260 formasi ditempatkan

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2019 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99