Selasa, 24 Okt 2017

BPOM Bandarlampung Temukan Obat Ilegal

Oleh: marsot.
Kamis, 05 Okt 2017 04:25
BAGIKAN:
istimewa.
Badan POM.
BANDARLAMPUNG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Bandarlampung dalam tahun ini menemukan 173 item obat tanpa izin edar dan obat di sarana tanpa kewenangan.

"Dari hasil pengawasan sediaan farmasi dan pangan dilakukan BBPOM Bandarlampung ditemukan obat tanpa izin edar dan obat di sarana tanpa kewenangan 173 item dengan jumlah 20.848 tablet/tube senilai Rp64 juta lebih," kata Kepala BBPOM Bandarlampung, Syamsuliani di Bandarlampung, Rabu 4 Oktober 2017.

Selain itu, lanjutnya, kosmetik tanpa izin edar sebanyak 440 item dengan jumlah 9.488 kemasan senilai Rp151 Juta lebih.

Kemudian, obat tradisional tanpa izin edar ditemukan sebanyak 35 item dengan jumlah 510 kemasan dengan senilai Rp15 juta lebih, dan produk pangan tanpa izin edar sebanyak 20 item dengan jumlah 14.161 kemasan dengan nilai ekonomi sebesar Rp305 juta lebih.

"Bila ditotalkan senilai Rp536 juta lebih," jelas Syamsuliani.

Ia menjelaskan, pemberantasan obta dan makanan ilegal terus dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang berisiko terhadap kesehatan.

Upaya pemberantasan obat dan makanan ilegal yang dilakukan Badan POM tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan lintas sektor terkait, pelaku usaha, dan masyarakat.

"Pelaku usaha diimbau untuk tidak memproduksi atau mengedarkan obat dan makanan yang tak sesuai ketentuan," tambahnya.

Syamsuliani menjelaskan melalui aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat, Badan POM mellaui Balai Besar POM Bandarlampung mengajak seluruh lapisan masyarakat agar memberikan dukungan dan komitmennya dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan obat di Tanah Air.

"Indikator keberhasilan dari aksi nasional ini adalah tidak ada lagi peredaran secara ilegal dan penyalahgunaan obat di Indonesia. Hal itu tak dapat bisa tercapai tanpa dukungan dari semua pihak," jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan peredaran pil PCC (Paracetamol Caffeine Carisoprodol) di daerah setempat.

Namun, menurutnya, Pemerintah Provinsi Lampung terus lakukan pengawasan ketat guna mencegah peredaran PCC di Lampung.

Pemprov Lampung, lanjut Reihana akan memberikan surat kepada kabupaten/kota untuk mengawasi obat-obat yang beredar masing-masing wilayah di Provinsi Lampung, juga melaksanakan Program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.

Sumber: antaranews.

  Berita Terkait
  • 4 hari lalu

    Obat Ilegal Disita dari Sukabumi

    SUKABUMI (EKSPOSnews): Aparat penegak hukum dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota menyita ratusan ribu obat ilegal dari puluhan pengedar."Dari hasi

  • 2 bulan lalu

    Razia Obat Ilegal di Apotek

    NEGARA (EKSPOSnews): Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, Bali, melakukan razia peredaran obat ilegal yang dijual apotek dan toko obat."Pemeriksaan atau razia itu untuk menindaklanjuti tem

  • 5 bulan lalu

    Balai BPOM Musnahkan Makanan dan Obat Ilegal

    MEDAN (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Medan memusnahkan berbagai produk makanan dan obat ilegal hasil pengawasan selama tahun 2016 dengan total nilai mencapai Rp3,8 miliar.Kepala B

  • tahun lalu

    Balai Besar POM Temukan Obat Ilegal di Padang

    PADANG (EKSPOSnews): Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), menemukan ribuan butir obat dan jamu ilegal di Padang saat inspeksi mendadak (Sidak) di dua

  •   komentar Pembaca

    Copyright © 2009 - 2017 eksposnews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Redaksi

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    RSS

    Kontak

    vipqiuqiu99 vipqiuqiu99